Berita Lain

Indeks Berita

 
detikSport » Liga Inggris » Baca Komentar
Kamis, 09/10/2008 09:24 WIB
Platini Pertanyakan Identitas Klub Inggris
Andi Abdullah Sururi - detiksport
Liverpool - Setelah Presiden FIFA Sepp Blatter, orang nomor satu di UEFA, Michel Platini, juga menyoroti tren kepemilikan klub-klub Inggris oleh investor asing. Ia menilai Inggris bisa kehilangan identitasnya.
( a2s / arp )

Komentar terkini (12 Komentar)
    gue, banyak klub yang merasa di curi bakat2 muda nya,karena diiming imingi duit,klub kecil susah payah membina pemain dari kecil,lalu ketika bakatnya mulai terasah,datang lah klub besar dan mencurinya... jadi memang harus ada perlindungan.. klub2 besar inggris mampu membeli pemain yang sudah jadi bintang,tetapi mereka memilih untuk mencuri pemain dari klub2 lemah..
    Chelsea fans, emng klo chelsea beli pemain umur 11 taun knp?? sewot aja si platini mentang2 di beli nya dr marseille..
    jose, karena klub prancis ngga ada yang mau beli, jadinya platini keki tuh.....
    gue, benerbanget tuh..didunia sepakbola perlu idealisme,gak cuman duit,industri memang penting,tapi jiwa sepakbola itulah yang lebih penting..bagaimana mungkin sebuah klub sepakbola,dimilikioleh orang yang sebenarnya bukan fans klub tersebut,lebih parah lagi kalo sebenarnya pemilik itu tidak suka sepak bola..dan tidak mengerti sepakbola,hanya suka uangnya aja,bisnisnya saja,pastilah akan terjadi sesuatu nantinya,saya bukan internisti,tapi lihatlah inter,sejak kecil kecil moratti memang seorang internisti sejati,makanya dia benar2 membangun klub tersebut,begitu juga dengan klub2 italy lainya,pemainya dari italy,pelatihnya dari italy,pemiliknya dari italy,dan penontonya begitu mencintai klubnya.
    Agus_REDS, siriikk??? lalu apa harus dibiarkan saja ....
    LFC_YNWAspirit, Idealisme dan Kultur harus dipertahankan dan dijaga, Modernisasi dan kapitalisme industri sepak bola eropa mencapai taraf destruktifitas sisi identitasnya dan kulturnya, MU,Chelsea, Arsenal dan Liverpool terkena dampak industrialisasi ini. Paradigma ini dimulai dari hutang MU yang berimbas pembelian saham mereka oleh investor asing :Malcom Glazer, dengan harapan kucuran uang dan manajerial kapital yang terorganisir ala marketing concept america. Kehausan dan kerakusan MU untuk meraih gelar, tidak diseimbangkan dengan neracanya dan membeli pemain menjadi untuk kehausannya akan gelar berimbas akan sistem kapital dan industri yg bergeser dan merusak tatanan kultur dan identitas klub itu sendiri. Chelsea pun menjual saham nya kepada Taipan kaya Rusia, yang lebih parah lagi merusaknya harga pemain dari standar yang ada. Arsenal dan Liverpool terakhir memiliki strategi yang hampir sama, bedanya LFC dibeli oleh investor asing sedangkan Arsenal masih dimiliki konsorium lokalnya. Platini dan Blatter memiliki konsep dan idealisme yang jelas ingin menyelamatkan sepak bola dari jeratan industri semata, lihatlah siapa pemain binaan MU asli yang bisa menembus permaian terbaiknya selepas class of 92nya, tidak ada seorang lulusan akedemi chelsea yang berhasil maen untuk tim seniornya, Mungkin Liverpool dan MU masih bisa berbangga karena masih memiliki akedimi yang baik dan pemain lokal yang masih menjadi tulang punggung klubnya. MU dgn Nevile,Scholes dan Giggs, dan LFC dgn Gerrard dan Carragher. di LFC pun saat ini terjadi gerakan sosial yang sangat menarik untuk disimak, gerakan ini hadir karena tidak ingin LFC berakhir dan menjadi klub yang kehilangan identitasnya karena kepemilikan duo Amerika yang hanya ingin mengambil keuntungan di klub seperti yg terjadi di beberapa klub Inggris top sebelumnya. Beberapa petinggi dan inspirator fans membuat konsorium kepemilikan sosial dan publik sebagai demokrasi klub, bahwa klub dalah milik publik yang mengerti akan kultur dan identitas-nya (cek Shareliverpoolfc.com), bahkan Mentri budaya inggris, Andy Burham yg notabene seorang evertonian sangat mendukung gerakan ShareLiverpool ini, -"LFC belong to its culture and peoples"-Keseimbangan akan budaya dan modernisasi yang ingin dicanangkan Seep Blatter dan Platini. Kita bisa melihat Barcelona dan beberapa klub Jerman yang menjalankan sistem ini secara kepemilikan lokal dan fansnya di sana, sistem ini bisa berjalan dengan baik dan seimbang. Kita sebagai penikmat harusnya memahami sepak bola dari esensi dan kulturnya, bukan hanya menjadi konsumtif akan kebesaran materilistik semata dalam melihat klub sepak bola hanya karena bisa jor-joran membeli pemain dan membesarkan prestasinya dari segi keuangan semata. sebagai penggemar LFC, saya akan merasa bangga jika gerakan ini dapat mencapai sistem yang seimbang dan pertama kalianya klub sepakbola dimiliki fans secara global... YNWA
    MU forever, haduh2 sharusnya mas2 ini phatikan negara kita dulu dong... liat aj BUMN dijual2in... INDOSAT aj dah jato ke tangan asing... harusnya kita benahi politik negeri sendiri dulu... brantas para korup... baru kita ngomongin politik luar negeri... gmana mo maju klo bangsanya ngritik bangsa orang duluan?? sedangkan bangsa sndiri ancur2an... klo masalah klub inggris dibeli ma orang asing cyh namanya aj ktidak bruntungan... swatu saat orang pasti merasakan miskin... yakinlahh... truss yg punya uang lah yg bli klub tsb... tidak ada salahnya dumz... klo anda punya uang silakan beli... klo tidak yaa jangan banyak cingcong lahh... orang yg punya tim dalem negeri aj orang yg punya uang(pejabat) kux... apa ada orang biasa yg punya tim dalem negeri??? klo ada hub saya... saya mo knalan ma dy...
    dean, SIRIK....Liga Prancis gak ada nilai jualnya....Timnas-nya jeblok...mo ganti pelatih tapi gak punya caretaker...
    wewenG, Ntar Inggris juga di beli oleh para arab, org inggris kan mang rakus dari dulu nya...liat ajah tanah jajahannya dimana2.....
    Mafioso d Italiano, Bagaimana???

1

SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Daftar DETIK-ID?




Baca juga: