Forum detikSport
- 'IP MAN'... shiyilang
- Tampilkan Bela Diri Wing... Biment
- WWE @ Mall Of Indonesia... giamhok
- Horeee... WSBK ada di Tra... gozel
- bwat penggemar base ball ... 'Insan
- Fans American Football... domong2
Berita Lain
- Rabu, 24/12/2008 19:30 WIB
Didiagnosa Idap Asma, Perenang Italia Lega - Rabu, 24/12/2008 07:54 WIB
PGA Tour
Terimbas Krisis, Jumlah Turnamen Berkurang - Jumat, 19/12/2008 06:39 WIB
Golf Berjuang Untuk Olimpiade - Kamis, 18/12/2008 13:25 WIB
Caddy Woods Aman - Kamis, 18/12/2008 02:12 WIB
Bolt Raih Gelar 'Champion of Champions'
Indeks Berita
Baca Juga
detikSport »
Sport Lain »
Baca Komentar
Rabu, 15/10/2008 16:39 WIBSponsor Mundur, Klub Tenis Meja Top di Kediri Bubar
Samsul Hadi - detiksport
Kediri - Kabut duka menyelimuti dunia tenis meja tanah air. Persatuan Tenis Meja (PTM) Surya Kediri, yang selama ini seringkali melahirkan pemain nasional, dinyatakan ditutup karena tak lagi didanai Gudang Garam. ( a2s / din )
Komentar terkini (4 Komentar)
Pecinta Olah raga,
Sedih banget, apa kontribusinya buat bangsa? Ingat, harta cuma bisa dinikmati selama hidup di dunia. Tapi jasa, bisa dikenang orang2 sepanjang masa, bahkan sampai matipun amal itu akan tetap mengalir. Jangan serakah, bung. Sisikanlah sedikit untuk kemajuan olah raga Indonesia. Trus, kalo kesulitan dana, yang kreatif dong, mikir bagaimana caranya bikin ping pong jadi populer.
Demonstran,
Mari kita demonstrasi menentang konsumsi produk dari PT. Gudang Garam.
koko,
GIMANA MAU MAJU OLAHRAGA NASIONAL KALAU PENGUSAHANYA PADA PELIT PELIT SEMUA,KALAU UNTUK URUSAN PRIBADI ABIS MILYARAN NGGAK APA APA.......DASAR KADAL PELIT.........
Penggemar Ping Pong,
Innalillahi wa Innalillahi Rojiun.... Gudang Garam emang gak punya ati, gak punya rasa nasionalisme sama sekali. Setelah SGIC ditutup, sekarang PTM Surya, belum lagi nanti Basket Halim. Sebagai perusahaan roko yang besar dan hidup di Indonesia, harusnya memiliki kepekaan dengan menyumbangkan sebagian labanya untuk sebuah prestasi di Indonesia. Hai manajemen GG, apa anda tidak malu dengan Djarum Duper dan Djarum Kudus?
