Berita Lain

 

 

» detikSport » Raket

Rabu, 26/03/2008 22:36 WIB
Prestasi Jeblok, KONI Panggil PBSI
Lily Indriyani - detikSport

1 Jakarta - Hasil yang diraih pemain bulutangkis Indonesia dalam empat turnamen terakhir sangat memprihatinkan. Alhasil, PBSI pun dipanggil KONI untuk menjelaskan soal kegagalan tersebut. Hasilnya?
(krs/arp)
Komentar terkini (2 Komentar)
Sneng BuluTangkis, Iya tuh gimana nih,Bibit baruny kluarin dong jangan di simpan aja.Liat dong negara lain udah banyak pemain baru... Endonesia emang gitu dari dulu.Kalo menang di angkat",tapi klo pemain pada kalah di cuekin. Apalagi klo para pemain udah pensiun,PASTI ngga bakalan dapat sesuatu dari pemerintah. SABARLAH PARA ATLIT ENDONESIA...^_^
Bang Ridha, Kunci dari persoalan ditubuh perbulutangkisan di Indonesia adalah tidak adanya kompetisi yang ketat di tingkat lokal yang menghasilkan pemain-pemain mampu terjun di tingkat intenasional. Kita terlalu terlena dengan talenta-talenta yang ajaib seperti Susi Susanti, Ardi BW, dkk. Sehingga lupa bahwa ajang yang ideal untuk mencari talenta-talenta itu adalah kompetisi yang ketat. PBSI tidak punya data peringkat pemain bulu tangkis nasional setiap tahun. Yang ada hanya peringkat yang dikeluarkan oleh WBF. Harusnya di tingkat nasional PBSI mengeluarkan Peringkat pemain bulutangkis. Peringkat tersebut dihasilkan dari point di kompetisi level nasional. Artinya kompetisi dilevel nasional harus dihidupkan sehingga pembinaan di tingkat klub jadi semarak. Dengan begitu PBSI tidak pusing-pusing lagi mencari pemain bulutangkis yang handal karena punya stok yang banyak dan tidak terbatas hanya yang ada di pelatnas. Apalagi sistem rekruitment di pelatnas juga dipertanyakan. Sekali lagi, yang diperlukan adalah perubahan paradigma yang revolusioner di PBSI. PBSI jangan lagi bersikap dan berperan sebagai klub yang membina atlet nasional. Tapi PBSI berperan sebagai moderator dan pengayom bagi klub-klub yang ada, dengan demikian, Indonesia tidak hanya punya satu pelatnas, namun banyak pelatnas dengan stok pemain yang juga banyak. Semoga ada pemikiran baru dalam cara pengelolaan olahraga kedepan. Salam Olahraga.


Kirim komentar anda:

Masukkan kode dibawah untuk melanjutkan atau refresh halaman untuk mengubah kode.
Captcha


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.




Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526