Berita Lain

 

 

» detikSport » Tinju

Minggu, 02/03/2008 14:44 WIB
Sengit, Vazquez Kalahkan Marquez Lagi
Doni Wahyudi - detikSport


AFP

California - Pertarungan Israel Vazquez menghadapi Rafael Marquez jilid III kembali berjalan sengit. Meski sempat terjatuh, Vazquez sukses mempertahankan gelarnya dengan kemenangan split decision.

Dalam pertarungan memperebutkan sabuk juara dunia WBC kelas Bantam Super, Vazquez menang angka 114-111, 113-112 dan 111-114 atas penantangnya yang juga berasal dari Meksiko itu. Ketatnya perolehan nilai dan kemenangan angka dengan split decision menunjukkan serunya pertarungan.

Faktanya, laga di Home Depot Center in Carson, California, Minggu (2/3/2008) siang WIB, itu memang sangat sengit. Seperti dua laga pertama mereka, jual-beli pukulan terjadi sepanjang 12 ronde.

Terus melancarkan pukulan sejak ronde pertama, puncak pertandingan bisa dibilang terjadi di ronde empat. Pukulan kiri Marquez yang dilanjutkan dengan uppercut memaksa Vazquez mencium kanvas. Inilah untuk kali pertama Marquez mampu menjatuhkan lawannya itu setelah pada pertandingan sebelumnya justru dia yang sempat dipukul jatuh.

Merasa di atas angin Marquez terus membombardir lawannya, namun Vazquez yang dua tahun lebih muda justru mampu membalikkan keadaan masih di ronde yang sama. Sebuah pukulan kanan Vazquez mendarat telak di wajah Marquez yang gantian membuatnya tampil mendominasi.

Banyak tertinggal dalam pengumpulan angka di ronde awal membuat Vasquez tampil membabi-buta di ronde-ronde akhir. Dalam kondisi tertekan Marquez justru harus mendapat potongan angka di ronde 10, dia dianggap beberapa kali melepaskan pukulan ke bagian bawah.

Di dua ronde terakhir jual-beli pukulan antara keduanya makin intensif. Vazquez yang mendapat instruksi untuk memenangi pertandingan dengan KO dari sudut ringnya tampil makin beringas, sementara faktor kelelahan membuat Marquez lebih sering bertahan di ronde 12.

Gempuran yang dilancarkan Vazquez di ronde terakhir nyaris membuat Marquez gantian mencium kanvas, hanya tali ring saja yang menghindarkan Marquez dari terjerembab. Namun insiden yang terjadi lima detik sebelum bel tanda akhir pertarungan berbunyi tersebut tak menghalangi wasit untuk memberi delapan hitungan pada Marquez.

Dengan perbedaan angka yang sangat tipis, insiden di ronde terakhir plus pengurangan poin yang dialami Marquez di ronde 10 jelas punya pengaruh besar dalam menentukan hasil pertandingan. Mengetahui dirinya berada di pihak yang kalah, Marquez mengaku kecewa dengan keputusan hakim.

"Itu bukan low blow. Saya memukulnya di sabuk. Anda bisa menyaksikannya di tayangan ulang. Saya juga tak pernah jatuh di ronde 12. Benar saya bertahan di tali ring, tapi saya tidak jatuh. Saya baik-baik saja," ungkap Marquez yang mengaku tak puas dengan keputusan hakim.

Pertemuan pertama Vazquez vs Marquez terjadi Maret tahun lalu dengan dengan kemenangan menjadi milik Marquez. Saat itu kubu Vazquez memutuskan menghentikan pertandingan di ronde tujuh setelah mengalami patah hidung yang membuatnya sulit bernapas.

Sementara laga kedua terjadi lima bulan berselang. Saat itu Vazquez menang meyakinkan setelah memukul jatuh lawannya di ronde keenam.

Kemenangan ini membuat Vazquez mencatat rekor 43 menang (KO 31), empat kali kalah (KO 3) dari 47 kali naik ring. Sementara buat Marquez inilah kekalahan kelima dari dari 42 kesempatan naik ring, di mana 37 di antaranya berhasil dimenangkan (33 KO). (din/din)
Komentar terkini (3 Komentar)


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.


Baca juga :



Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526