Forum Sport
Berita Lain
- Jumat, 19/03/2010 02:48 WIB
Aragon Gantikan MotoGP Hongaria - Kamis, 18/03/2010 01:43 WIB
Hasil Tes Rossi Bukan Hal Baru bagi Ducati - Rabu, 17/03/2010 19:02 WIB
Rossi: Lorenzo Jago Nyalip, Stoner Jago Ngebut - Rabu, 17/03/2010 18:00 WIB
Nyaman di Yamaha, Rossi Juga Pikirkan Ducati - Rabu, 17/03/2010 05:36 WIB
Bebas Cedera, Pedrosa Bidik Titel - Selasa, 16/03/2010 01:18 WIB
Lorenzo Bisa Tampil Tes di Qatar
Indeks Berita
Baca Juga
Minggu, 13/04/2008 21:33 WIB
Dahsyatnya Jorge Lorenzo
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Miguel Riopa
Lorenzo yang musim lalu masih berlaga di ajang 250 cc, memulai debutnya di MotoGP dengan menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Di sana dia juga mampu jadi runner-up dalam balapan.
Pada seri kedua di Jerez, posisi pole kembali ditempati pembalap Spanyol berusia 20 tahun tersebut, meski kali ini dalam balapan dia hanya mampu finis di posisi ketiga. Pole ketiga lantas dicatatkannya di Estoril, sebuah raihan yang disebut situs MotoGP sebagai "trinitas agung" pole position Lorenzo.
"Setiap pole position terasa seperti mimpi dan aku tak percaya aku ada di sini lagi. Saya sangat bangga memiliki catatan seperti ini dan faktanya aku sangat bahagia bisa lolos kualifikasi di tempat terdepan di sini karena trek ini selalu menyulitkan bagiku dan aku belum pernah pole di sini sebelumnya," tukas Lorenzo sebelum balapan, seperti dilansir MotoLive.
Rekan satu tim Valentino Rossi itu memang belum pernah bisa berjaya di Estoril ketika masih membalap untuk ajang di bawah MotoGP. Namun, kali ini jauh berbeda. Selain mencatatkan fastest lap dalam balapan, Minggu (13/4/2008), mahkota juara MotoGP Portugal juga diraih.
Sebelum memenangi balapan ini, Lorenzo acap merendah ketika ditanyai soal target. Maka, kenyataan kalau dirinya kemudian malah jadi juara, disambut penuh sukacita. "Itu luar biasa, itu sensasi yang tak bisa kugambarkan. Awalnya sedikit gila karena hujan, ada sedikit air (di trek). Lalu aku tak ingat apa-apa lagi," seru dia bahagia, seperti dilansir Autosport.
Lebih luar biasa lagi, Lorenzo mampu menyalip rekannya yang adalah juara dunia empat kali MotoGP, Rossi, lewat sebuah manuver dalam balapan. "Ada resiko, namun itu sudah waktunya melewati dia karena kupikir aku bisa lewat dan aku harus melewatinya," lugas Lorenzo.
Walau begitu, Lorenzo tetap merendah. Alih-alih memuji kemampuan diri sendiri yang sudah mampu memenangi balapan, dia justru melontarkan pujian buat pihak-pihak lain. "Pertama-tama aku ingin berterimakasih kepada Yamaha atas kepercayaan mereka kepadaku, dan kepada semua sponsorku, karena tanpa mereka aku takkan ada di sini."
Sejauh ini, keputusan Yamaha menggaet juara 250cc tahun 2006 dan 2007 itu memang terbukti tak keliru. "Itu adalah keputusan dini yang kami ambil lebih dari setahun lalu. Tapi Anda sudah lihat awal musim ini dia sudah begitu fenomenal: dia mencatatkan tiga pole position dan sebuah kemenangan, dan kini memimpin klasemen (bersama Dani Pedrossa), yang merupakan hal mengagumkan buat seorang rookie," puji bos tim Yamaha Lin Jarvis, kepada BBC.
Selamat, Lorenzo.
( krs / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).




