Forum detikSport
- Nicole Pacaran Sama Radek... NemeSiSS_is_BacK
- wat para pecinta bulutang... anton hariyanto
- Games Pemain Badminton... el.nino
- On Going Tournament (Badm... MissUnderstanding
- [Edit Title] Beranda-nya ... begi.....tu
- Peluang Indonesia di Thom... beks
Berita Lain
- Sabtu, 05/07/2008 00:01 WIB
Wimbledon
Final Ketiga Nadal vs Federer - Jumat, 04/07/2008 21:35 WIB
Wimbledon
Federer Tunggu Lawan di Final - Jumat, 04/07/2008 03:18 WIB
Wimbledon
All Williams Final - Kamis, 03/07/2008 02:49 WIB
Wimbledon
Nadal Susul Federer ke Semifinal - Kamis, 03/07/2008 01:04 WIB
Wimbledon
Sempat Diganggu Hujan, Federer ke Semifinal
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 15/05/2008 07:45 WIB
Thomas & Uber Cup 2008
Line Judge Asing Takjub Pada Publik Istora
Arya Perdhana - detiksport

Simon & Wayne (detiksport/Arya)
Jakarta - Dalam sebuah pertandingan bulutangkis, ofisial tentu berarti sangat penting. Selain wasit, ada juga mereka yang bertugas sebagai line judge atau hakim garis.
Di Piala Thomas & Uber 2008, selain para hakim garis dari dalam negeri, ternyata ada pula mereka yang berasal dari negara asing. Seharusnya, ada 10 orang hakim garis dari luar, tapi hanya delapan yang bertugas karena satu orang dari Zambia dan satu lagi dari Nigeria tak datang ke Jakarta.
Ada dua orang line judge asing yang berhasil ditemui detiksport di Istora Senayan, Rabu (14/5/2008). Mereka adalah Simon Adams yang berasal dari Jerman dan Wayne Hendy yang berkebangsaan Wales.
Bagi Simon dan Wayne, ini adalah kali pertama mereka datang ke Indonesia, khususnya Jakarta. "Saya pernah datang ke Cina untuk menjadi hakim garis pertandingan Pra-Olimpiade," aku Wayne.
Lantas, apakah menjadi hakim garis adalah pekerjaan utama mereka? Ternyata tidak. Wayne adalah seorang teknisi yang bekerja di sebuah sekolah dan Simon bekerja di sebuah gudang.
"Tapi kami sudah menjadi line judge di sejumlah kejuaraan bulutangkis di Eropa. Kami secara rutin berkeliling di negara-negara Eropa," jawab Simon.
Proses mereka menjadi line judge Piala Thomas dan Uber ternyata cukup mudah. Karena sudah berpengalaman, maka mereka tak kesulitan saat harus mendaftar menjadi hakim garis ke federasi bulutangkis masing-masing negara.
Simon dan Wayne mengaku takjub dengan animo publik Jakarta yang sangat gila dalam mendukung tim kesayangannya. "Mereka sangat fantastis dan mereka juga sangat berisik. Kami pikir itu hal yang bagus," kata Simon.
Karena berkecimpung di dunia bulutangkis, baik Simon maupun Wayne mengaku juga bermain bulutangkis secara rutin. Namun hanya Simon yang mengaku menggemari olahraga selain bulutangkis. Pria asal Leverkusen itu mengaku penggemar berat Bayer Leverkusen, klub sepakbola kebanggaan kotanya.
"Saya berusaha untuk menyaksikan secara langsung setiap pertandingan Bayer Leverkusen," ucap Simon.
Bila Simon suka menyaksikan sepakbola, tidak demikian dengan Wayne. Pria berjenggot lebat ini mengaku lebih senang menonton olahraga rugby.
"Jika ditanya dari mana dan saya menjawab Wales, orang selalu bilang Ryan Giggs (pesepakbola dari klub Manchester United). Padahal saya tidak terlalu suka sepakbola. Saya lebih suka rugby," tukasnya.
( roz / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Thomas & Uber Cup 2008
Line Judge Asing Takjub Pada Publik Istora
Arya Perdhana - detiksport
Simon & Wayne (detiksport/Arya)
Di Piala Thomas & Uber 2008, selain para hakim garis dari dalam negeri, ternyata ada pula mereka yang berasal dari negara asing. Seharusnya, ada 10 orang hakim garis dari luar, tapi hanya delapan yang bertugas karena satu orang dari Zambia dan satu lagi dari Nigeria tak datang ke Jakarta.
Ada dua orang line judge asing yang berhasil ditemui detiksport di Istora Senayan, Rabu (14/5/2008). Mereka adalah Simon Adams yang berasal dari Jerman dan Wayne Hendy yang berkebangsaan Wales.
Bagi Simon dan Wayne, ini adalah kali pertama mereka datang ke Indonesia, khususnya Jakarta. "Saya pernah datang ke Cina untuk menjadi hakim garis pertandingan Pra-Olimpiade," aku Wayne.
Lantas, apakah menjadi hakim garis adalah pekerjaan utama mereka? Ternyata tidak. Wayne adalah seorang teknisi yang bekerja di sebuah sekolah dan Simon bekerja di sebuah gudang.
"Tapi kami sudah menjadi line judge di sejumlah kejuaraan bulutangkis di Eropa. Kami secara rutin berkeliling di negara-negara Eropa," jawab Simon.
Proses mereka menjadi line judge Piala Thomas dan Uber ternyata cukup mudah. Karena sudah berpengalaman, maka mereka tak kesulitan saat harus mendaftar menjadi hakim garis ke federasi bulutangkis masing-masing negara.
Simon dan Wayne mengaku takjub dengan animo publik Jakarta yang sangat gila dalam mendukung tim kesayangannya. "Mereka sangat fantastis dan mereka juga sangat berisik. Kami pikir itu hal yang bagus," kata Simon.
Karena berkecimpung di dunia bulutangkis, baik Simon maupun Wayne mengaku juga bermain bulutangkis secara rutin. Namun hanya Simon yang mengaku menggemari olahraga selain bulutangkis. Pria asal Leverkusen itu mengaku penggemar berat Bayer Leverkusen, klub sepakbola kebanggaan kotanya.
"Saya berusaha untuk menyaksikan secara langsung setiap pertandingan Bayer Leverkusen," ucap Simon.
Bila Simon suka menyaksikan sepakbola, tidak demikian dengan Wayne. Pria berjenggot lebat ini mengaku lebih senang menonton olahraga rugby.
"Jika ditanya dari mana dan saya menjawab Wales, orang selalu bilang Ryan Giggs (pesepakbola dari klub Manchester United). Padahal saya tidak terlalu suka sepakbola. Saya lebih suka rugby," tukasnya.
( roz / a2s )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526


