Forum detikSport
- Nicole Pacaran Sama Radek... NemeSiSS_is_BacK
- wat para pecinta bulutang... anton hariyanto
- Games Pemain Badminton... el.nino
- On Going Tournament (Badm... MissUnderstanding
- [Edit Title] Beranda-nya ... begi.....tu
- Peluang Indonesia di Thom... beks
Berita Lain
- Jumat, 04/07/2008 03:18 WIB
Wimbledon
All Williams Final - Kamis, 03/07/2008 02:49 WIB
Wimbledon
Nadal Susul Federer ke Semifinal - Kamis, 03/07/2008 01:04 WIB
Wimbledon
Sempat Diganggu Hujan, Federer ke Semifinal - Rabu, 02/07/2008 00:53 WIB
Wimbledon
Zheng vs Serena di Semifinal - Selasa, 01/07/2008 23:00 WIB
Wimbledon
Venus Hadapi Dementieva di Semifinal
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 15/05/2008 09:55 WIB
Henin Mendadak Gantung Raket
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Domique Faget)
Limelette - Kabar mengejutkan tentang Justine Henin. Petenis nomor satu dunia itu secara tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia yang telah membesarkan namanya itu dan gantung raket.
Pengumuman pensiun dilakukan Henin dalam jumpa pers di Limelette, Belgia, Rabu (14/5/2008) malam waktu setempat. "Saya telah memutuskan untuk berhenti membodohi diri sendiri dan menerima ini," ungkapnya.
Intinya ia mengatakan bahwa motivasi telah redup dalam dirinya. "Saya selalu mendasari segala sesuatunya pada motivasi -- api yang berkobar-kobar yang pernah ada dalam diri saya. Sekali saya kehilangan, saya pun kehilangan banyak, banyak hal."
Henin mundur dalam usia yang masih tergolong muda di dunia profesional saat ini, setelah lebih dari 100 minggu mendiami puncak teratas dalam daftar peringkat WTA. Bahkan ia pun menjadi petenis wanita pertama yang menyatakan mundur ketika masih menjadi pemain nomor wahid.
Sejak terjun ke arena pro pada Januari 1999, ia telah mengoleksi 41 titel juara, termasuk tujuh tropi Grand Slam. Wanita dengan tinggi badan 167 cm ini pamit kurang lebih satu setengah minggu sebelum Prancis Terbuka dimulai, sebagaimana turnamen itu telah ia menangi empat kali, termasuk dalam tiga musim terakhir berturut-turut.
Setelah mencapai final di setiap turnamen Grand Slam di tahun 2006, Henin memenangi 10 kejuaraan di tahun 2007 termasuk dua turnamen mayor. Tapi musim ini ia belum menunjukkan dominasi, ditambah beberapa cedera yang dialaminya.
Henin kalah 6-4, 6-0 dari Maria Sharapova di Australia Terbuka, lalu 6-2, 6-0 dari Serena Williams di Sony Ericsson Open pada April lalu, yang menjadikan catatan itu sebagai kekalahan terburuk seorang pemain peringkat satu dalam kurun waktu sembilan tahun.
Minggu lalu Henin tersingkir di babak ketiga Jerman Terbuka, kalah 5-7, 6-3, 6-1 dari Dinara Safina yang kemudian tampil sebagai juara. Kemudian ia menyatakan menarik diri dari Italia Terbuka minggu ini dengan alasan capek.
"Semuanya menjadi lebih berat," tuturnya seperti dikutip AFP. "Saya merasa, di dalam sini, sesuatu telah keluar dari pergulatan batinku."
"Di akhir pertandingan di Berlin, semua (pikiran untuk mundur) tiba-tiba seperti menampakkan diri," sambungnya atlet yang sepanjang karirnya telah mengumpulkan hadiah uang hampir 20 juta dolar AS itu.
Henin mundur sehari setelah salah satu pegolf wanita terbaik sepanjang massa, Annika Sorenstam, juga mundur dari dunianya.
"Saya telah melewati batasanku dan saya merasa kuat dan menyadari bahwa saya bisa membuat keputusan ini," tandas dia. "Ada banyak hal yang bisa saya lakukan. Tak ada penyesalan. Saya telah melakukan semua yang harus dilakukan di dunia tenis."
Hanya Wimbledon turnamen Grand Slam yang tak pernah dimenangi Henin. Prestasi terbaiknya hanya runner up di tahun 2001 dan 2006.
"Memenangi Wimbledon pun takkan membuat saya merasa lebih bahagia dari yang saya rasakan saat ini."
( a2s / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Henin Mendadak Gantung Raket
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Domique Faget)
Pengumuman pensiun dilakukan Henin dalam jumpa pers di Limelette, Belgia, Rabu (14/5/2008) malam waktu setempat. "Saya telah memutuskan untuk berhenti membodohi diri sendiri dan menerima ini," ungkapnya.
Intinya ia mengatakan bahwa motivasi telah redup dalam dirinya. "Saya selalu mendasari segala sesuatunya pada motivasi -- api yang berkobar-kobar yang pernah ada dalam diri saya. Sekali saya kehilangan, saya pun kehilangan banyak, banyak hal."
Henin mundur dalam usia yang masih tergolong muda di dunia profesional saat ini, setelah lebih dari 100 minggu mendiami puncak teratas dalam daftar peringkat WTA. Bahkan ia pun menjadi petenis wanita pertama yang menyatakan mundur ketika masih menjadi pemain nomor wahid.
Sejak terjun ke arena pro pada Januari 1999, ia telah mengoleksi 41 titel juara, termasuk tujuh tropi Grand Slam. Wanita dengan tinggi badan 167 cm ini pamit kurang lebih satu setengah minggu sebelum Prancis Terbuka dimulai, sebagaimana turnamen itu telah ia menangi empat kali, termasuk dalam tiga musim terakhir berturut-turut.
Setelah mencapai final di setiap turnamen Grand Slam di tahun 2006, Henin memenangi 10 kejuaraan di tahun 2007 termasuk dua turnamen mayor. Tapi musim ini ia belum menunjukkan dominasi, ditambah beberapa cedera yang dialaminya.
Henin kalah 6-4, 6-0 dari Maria Sharapova di Australia Terbuka, lalu 6-2, 6-0 dari Serena Williams di Sony Ericsson Open pada April lalu, yang menjadikan catatan itu sebagai kekalahan terburuk seorang pemain peringkat satu dalam kurun waktu sembilan tahun.
Minggu lalu Henin tersingkir di babak ketiga Jerman Terbuka, kalah 5-7, 6-3, 6-1 dari Dinara Safina yang kemudian tampil sebagai juara. Kemudian ia menyatakan menarik diri dari Italia Terbuka minggu ini dengan alasan capek.
"Semuanya menjadi lebih berat," tuturnya seperti dikutip AFP. "Saya merasa, di dalam sini, sesuatu telah keluar dari pergulatan batinku."
"Di akhir pertandingan di Berlin, semua (pikiran untuk mundur) tiba-tiba seperti menampakkan diri," sambungnya atlet yang sepanjang karirnya telah mengumpulkan hadiah uang hampir 20 juta dolar AS itu.
Henin mundur sehari setelah salah satu pegolf wanita terbaik sepanjang massa, Annika Sorenstam, juga mundur dari dunianya.
"Saya telah melewati batasanku dan saya merasa kuat dan menyadari bahwa saya bisa membuat keputusan ini," tandas dia. "Ada banyak hal yang bisa saya lakukan. Tak ada penyesalan. Saya telah melakukan semua yang harus dilakukan di dunia tenis."
Hanya Wimbledon turnamen Grand Slam yang tak pernah dimenangi Henin. Prestasi terbaiknya hanya runner up di tahun 2001 dan 2006.
"Memenangi Wimbledon pun takkan membuat saya merasa lebih bahagia dari yang saya rasakan saat ini."
( a2s / arp )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526


