Forum detikSport
- Nicole Pacaran Sama Radek... NemeSiSS_is_BacK
- wat para pecinta bulutang... anton hariyanto
- Games Pemain Badminton... el.nino
- On Going Tournament (Badm... MissUnderstanding
- [Edit Title] Beranda-nya ... begi.....tu
- Peluang Indonesia di Thom... beks
Berita Lain
- Sabtu, 05/07/2008 00:01 WIB
Wimbledon
Final Ketiga Nadal vs Federer - Jumat, 04/07/2008 21:35 WIB
Wimbledon
Federer Tunggu Lawan di Final - Jumat, 04/07/2008 03:18 WIB
Wimbledon
All Williams Final - Kamis, 03/07/2008 02:49 WIB
Wimbledon
Nadal Susul Federer ke Semifinal - Kamis, 03/07/2008 01:04 WIB
Wimbledon
Sempat Diganggu Hujan, Federer ke Semifinal
Indeks Berita
Baca Juga
Jumat, 16/05/2008 22:12 WIB
Piala Thomas
Taufik Minta Maaf
Arya Perdhana - detiksport

(detiksport/Rossi Finza Noor)
Jakarta - Tim Piala Thomas Indonesia gagal memenuhi ekspektasi pencinta bulutangkis nasional untuk melaju ke final karena ditekuk Korea Selatan 0-3. Taufik Hidayat pun minta maaf.
Permintaan maaf yang ditujukan untuk tim Indonesia dan segenap masyarakat penggemar bulutangkis ini diungkapkan Taufik di konferensi pers pasca pertandingan di Istora Senayan, Jumat (16/5/2008).
"Saya minta maaf untuk tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyesal sekali tidak bisa membawa Indonesia ke final," ucap tunggal kedua 'Merah Putih' ini dengan nada sesal.
"Sebenarnya saya merasa sudah meningkat dari pertandingan sebelumnya. Tapi kalah ya kalah. Saya tidak mau menyalahkan cedera atau apapun," lanjut Taufik kemudian.
Taufik mencoba menganalisis mengapa Indonesia gagal melaju ke partai puncak. "Tim ini bagus. Tapi tim bagus tanpa luck. Kami sudah berusaha keras sekali. Lihat tadi Sony (Dwi Kuncoro, tunggal pertama Indonesa) sudah berjuang mati-matian tapi tetap kalah," ujar Taufik.
"Saya tidak mau saling menyalahkan. Ini adalah tim. Tapi saya sebagai pemain siap bila harus menghadapi cercaan atau pertanyaan dari publik. Saya siap untuk itu," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Dukungan total yang diperlihatkan sekitar 7.500 penonton yang memadati Istora Senayan tak mampu mengubah peruntungan Indonesia. Padahal di babak-babak sebelumnya, sokongan ini cukup ampuh memberi semangat para pemain untuk meraih poin demi poin. Apakah para pemain terbebani?
"Tekanan dan beban itu pasti ada. Tapi saya senang dan bangga dengan dukungan penonton di sini. Meski kami kalah, mereka tetap memberi semangat. Sebelumnya, saya pernah dimaki penonton, tapi kini tidak. Saya bangga mereka bisa menerima kekalahan ini," tegas Taufik.
Ke depan, Taufik berharap dirinya tidak lagi menjadi ujung tombak di pergelaran Thomas Cup 2010. "Bukan saya tidak mau menjadi pemain Piala Thomas lagi. Tapi kalau bisa ada pengganti saya. Pengganti secara prestasi, pencapaiannya harus lebih baik dari saya. Malu kalau saya masih terpilih," tutup Taufik.
( arp / roz )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Piala Thomas
Taufik Minta Maaf
Arya Perdhana - detiksport
(detiksport/Rossi Finza Noor)
Permintaan maaf yang ditujukan untuk tim Indonesia dan segenap masyarakat penggemar bulutangkis ini diungkapkan Taufik di konferensi pers pasca pertandingan di Istora Senayan, Jumat (16/5/2008).
"Saya minta maaf untuk tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyesal sekali tidak bisa membawa Indonesia ke final," ucap tunggal kedua 'Merah Putih' ini dengan nada sesal.
"Sebenarnya saya merasa sudah meningkat dari pertandingan sebelumnya. Tapi kalah ya kalah. Saya tidak mau menyalahkan cedera atau apapun," lanjut Taufik kemudian.
Taufik mencoba menganalisis mengapa Indonesia gagal melaju ke partai puncak. "Tim ini bagus. Tapi tim bagus tanpa luck. Kami sudah berusaha keras sekali. Lihat tadi Sony (Dwi Kuncoro, tunggal pertama Indonesa) sudah berjuang mati-matian tapi tetap kalah," ujar Taufik.
"Saya tidak mau saling menyalahkan. Ini adalah tim. Tapi saya sebagai pemain siap bila harus menghadapi cercaan atau pertanyaan dari publik. Saya siap untuk itu," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Dukungan total yang diperlihatkan sekitar 7.500 penonton yang memadati Istora Senayan tak mampu mengubah peruntungan Indonesia. Padahal di babak-babak sebelumnya, sokongan ini cukup ampuh memberi semangat para pemain untuk meraih poin demi poin. Apakah para pemain terbebani?
"Tekanan dan beban itu pasti ada. Tapi saya senang dan bangga dengan dukungan penonton di sini. Meski kami kalah, mereka tetap memberi semangat. Sebelumnya, saya pernah dimaki penonton, tapi kini tidak. Saya bangga mereka bisa menerima kekalahan ini," tegas Taufik.
Ke depan, Taufik berharap dirinya tidak lagi menjadi ujung tombak di pergelaran Thomas Cup 2010. "Bukan saya tidak mau menjadi pemain Piala Thomas lagi. Tapi kalau bisa ada pengganti saya. Pengganti secara prestasi, pencapaiannya harus lebih baik dari saya. Malu kalau saya masih terpilih," tutup Taufik.
( arp / roz )
Komentar terkini (193 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526


