Forum Sepakbola
- Berbatov VS Torres... bayuyuyayu
- [Big Match] Chelsea vs Li... Midnight_Blue
- Nonton Liga Inggris GRATI... success
- The New Social Thread... publica
- All About Liverpool part ... YNWA
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Rabu, 08/10/2008 03:09 WIB
Sepakbola Inggris Berutang Rp 50 T - Rabu, 08/10/2008 01:45 WIB
Ramos Masih Aman - Selasa, 07/10/2008 10:14 WIB
Tevez Mulai Resah di MU - Selasa, 07/10/2008 07:25 WIB
'MU Siapkan Rp 300 M untuk Bintang Wigan' - Selasa, 07/10/2008 03:00 WIB
'Owen Belum Habis' - Selasa, 07/10/2008 02:23 WIB
Blatter Soroti Banyaknya Investor Asing di Inggris
Indeks Berita
detikSport »
i
Kamis, 14/12/2006 13:56 WIB
Nonton Langsung Chelsea vs Arsenal (3)
Sepakbola yang Benar-benar Berbudaya
Salomo Sihombing - detiksport

Bermodalkan tiket Chelsea, kita menonton bersama pendukung fanatik The Blues. Berada di tengah-tengah budaya sepakbola yang tidak didapat di Indonesia, sungguh merupakan pengalaman yang sangat unik. Meski ternyata dari lima anggota rombongan hanya satu, yakni Moyo yang merupakan suporter Chelsea.
Beberapa acara digelar di luar stadion sebelum pertandingan, sementara bar di seberang jalan penuh sesak dengan member resmi Chelsea sedang "pemanasan" berpesta bir sebelum pertandingan.
Sebagian lagi mengantre di toko yang menjual atribut ofisial Chelsea, dengan harga "resmi" juga tentunya. Bagi Moyo, ini adalah kesempatan emasnya untuk mendapatkan pernak-pernik klub kesayangannya langsung dari Stamford Bridge.
Jika saat menonton pertandingan Liga Inggris di televisi terlihat barisan petugas keamanan, kenyataannya memang demikian. Sebelum pertandingan stewards yang berompi hijau itu sudah berjaga mulai dari stasiun kereta di sekitar Stamford Bridge. Ada yang berkuda, menggunakan mobil, motor juga berjalan. Perhatian mereka tentu saja untuk mengamankan dan membantu mereka yang butuh petunjuk, di samping merazia pasar gelap tiket pertandingan.
Saat pertandingan berlangsung, beberapa pria di baris belakang serta lorong seberang tempat duduk kami, digelandang petugas. Kemungkinan mereka membeli tiket palsu atau yang terkena hukuman larangan masuk stadion. Cukup mengesankan, karena ternyata di stadion berkapasitas 42.000-100.000 itu, petugas bisa mendeteksi oknum-oknum yang tidak seharusnya masuk. Meski tentu saja ada segelintir yang lolos.
Duel yang berakhir dengan skor 1-1, pun memberikan cukup rasa puas. Aksi teaterikal Jens Lehmann dan Didier Drogba, serta dua gol indah yang tercipta membuat kita meninggalkan stadion dengan wajah senyum, meski turun hujan.
Dalam perjalanan pulang di kereta, kita sempat melihat kejadian unik. Seorang fans Arsenal lengkap dengan atributnya duduk sendirian, dengan santai bertepuk-tepuk tangan sambil bersenandung memamerkan kebahagiannya karena Arsenal berhasil mencuri poin. Padahal di bangku depan serta kiri kanannya terdapat banyak fans Chelsea.
Sempat muncul rasa cemas, karena akan sangat mudah bagi beberapa fans Chelsea untuk membungkamnya jika mau, apalagi di dalam gerbong sudah terkontaminasi aroma alkohol. Namun sampai kami turun selang beberapa stasiun, pria tersebut tetap tidak ada yang mengusik. "Kalau di tempat kita sudah dihajar," ujar Thio dengan logat Semarangnya. Itulah alasannya mengapa tidak ada yang mau membelanjakan jutaan rupiah untuk menonton pertandingan Liga Indonesia, layaknya Liga Premier. ( lom / lom )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
