Forum detikSport
- Pengaruh Krisis Global di... frenks
- Etihad Airways Abu Dhabi ... Zero99
- Prediksi Susunan Pembalap... dasawidyantara
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Kamis, 04/12/2008 02:24 WIB
Heikki: Jangan 'Kembungi' Tangkiku, McLaren - Rabu, 03/12/2008 19:32 WIB
R29 Debut di Trek 20 Januari - Rabu, 03/12/2008 12:16 WIB
16 Januari, McLaren Launching MP4-24 - Rabu, 03/12/2008 01:35 WIB
Schumi Balas Lagi Barrichello - Selasa, 02/12/2008 18:10 WIB
Tak Ada Tempat buat Rossi di F1 - Selasa, 02/12/2008 13:54 WIB
Hockenheim Terancam Hilang dari F1
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Rabu, 02/01/2008 19:08 WIB
'Mercedes Tak Nasionalis'
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Stuttgart - Bersanding dengan tim bagus, Mercedes-Benz dinilai tidak nasionalis karena tidak mengupayakan perekrutan pembalap asal Jerman yang saat ini jumlahnya cukup banyak.
Ironisnya, walaupun sudah berkiprah sangat lama di dunia Formula 1, dalam 50 tahun terakhir tidak pernah ada seorang pembalap Jerman pun yang mengendarai mobil bermesin Mercedes di ajang ini.
Kebijakan Mercedes amat kontras dengan rival Jerman-nya, BMW, yang di musim lalu memakai jasa Nick Heidfeld dan dua test driver lokal, Timo Glock dan Sebastian Vettel, meskipun yang terakhir kemudian digaet Scuderia Torro Rosso.
Mantan pembalap yang pernah membela tim Lotus di tahun 1991, Michael Bartels, mempertanyakan nasionalisme Mercedes tentang fenomena tersebut.
"Saya tak habis pikir kenapa sebuah pabrikan Jerman tak pernah memberi kesempatan kepada seorang pembalap Jerman," ujar pria berusia 39 tahun itu kepada kantor berita SID.
Keheranan Bartels agaknya memuncak setelah McLaren memilih Heikki Kovalainen yang berasal dari Finlandia untuk menggantikan Fernando Alonso (Spanyol) dan mendampingi Lewis Hamilton (Inggris).
"Nico Rosberg bisa dilepaskan dari kontraknya di Williams. Adrian Sutil juga salah satu kandidat buat saya," Bartels menambahkan. "Ralf (Schumacher) juga. Dia itu cepat dan punya pengalaman yang hebat."
( a2s / krs )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
'Mercedes Tak Nasionalis'
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Ironisnya, walaupun sudah berkiprah sangat lama di dunia Formula 1, dalam 50 tahun terakhir tidak pernah ada seorang pembalap Jerman pun yang mengendarai mobil bermesin Mercedes di ajang ini.
Kebijakan Mercedes amat kontras dengan rival Jerman-nya, BMW, yang di musim lalu memakai jasa Nick Heidfeld dan dua test driver lokal, Timo Glock dan Sebastian Vettel, meskipun yang terakhir kemudian digaet Scuderia Torro Rosso.
Mantan pembalap yang pernah membela tim Lotus di tahun 1991, Michael Bartels, mempertanyakan nasionalisme Mercedes tentang fenomena tersebut.
"Saya tak habis pikir kenapa sebuah pabrikan Jerman tak pernah memberi kesempatan kepada seorang pembalap Jerman," ujar pria berusia 39 tahun itu kepada kantor berita SID.
Keheranan Bartels agaknya memuncak setelah McLaren memilih Heikki Kovalainen yang berasal dari Finlandia untuk menggantikan Fernando Alonso (Spanyol) dan mendampingi Lewis Hamilton (Inggris).
"Nico Rosberg bisa dilepaskan dari kontraknya di Williams. Adrian Sutil juga salah satu kandidat buat saya," Bartels menambahkan. "Ralf (Schumacher) juga. Dia itu cepat dan punya pengalaman yang hebat."
( a2s / krs )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
