Forum detikSport
- The Green Team Collapse... WASTUKANCANA
- kabar terbaru Rossi vs Ba... pilus_enak
- wallpaper doni tata 250 c... pilus_enak
- Tempat Ngobrol2nya Moto G... Gomes
- [Merge Threads] For Rossi... fitri2107
- Absen dulu yuk............. maungv
Berita Lain
- Jumat, 09/01/2009 14:02 WIB
Kawasaki Resmi Mundur dari MotoGP - Kamis, 08/01/2009 17:15 WIB
MotoGP Pertimbangkan Pemangkasan Biaya - Kamis, 08/01/2009 14:08 WIB
Dikutip Media Soal Kawasaki, Hopkins Bingung - Rabu, 07/01/2009 16:22 WIB
Lorenzo Mau Habiskan Karir di Yamaha - Senin, 05/01/2009 16:10 WIB
Schumacher Tantang Rossi Berduel - Senin, 05/01/2009 03:09 WIB
Melandri Hanya Bisa Pasrah
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 16/01/2008 12:12 WIB
Ducati Waspadai Honda
Arya Perdhana - detiksport

Pedrosa/Honda (BBC)
Roma - Ducati tampil sangat superior di MotoGP tahun lalu. Dalam mempertahankan supremasinya, bukan Yamaha dan Valentino Rossi-nya yang mereka waspadai, tapi justru Honda.
Tahun 2007 adalah masa jaya Ducati. Sebagai sebuah tim yang skalanya kalah jauh dibanding Honda atau Yamaha, pabrikan Italia itu memenangi 10 GP bersama Casey Stoner plus satu kemenangan sumbangan Loris Capirossi.
Sebagai juara bertahan, wajar bila kemudian Ducati jadi 'sasaran tembak' tahun ini. Semua tim mengincar posisi mereka. Lantas, siapa pesaing terberat mereka?
"Motor yang membuat kami sangat khawatir adalah Honda. Mereka punya kapasistas teknis yang tidak perlu dijelaskan," ujar CEO Ducati Corse, Claudio Domenicali, kepada situs web MotoGP dan disarikan Crash.
"Biasanya saat ada perubahan aturan, seperti tahun 2002, Honda-lah yang paling siap. Kecuali tahun 2007, mereka tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka sendiri," imbuh Domenicali.
Sebagai catatan, tahun 2002 adalah saat jenis motor di MotoGP diubah dari motor dua langkah 500 cc menjadi 990 cc empat langkah. Sedangkan tahun 2007, kapasitas mesin dikurangi hanya jadi 800 cc.
Tahun lalu, Honda memang tidak cukup berprestasi. Meski mengantar Dani Pedrosa menjadi runner-up dunia di bawah Stoner, secara keseluruhan pabrikan asal Jepang itu hanya memenangi dua seri, keduanya melalui upaya Pedrosa. Jumlah ini kalah satu seri dibanding yang dimenangi Yamaha.
"Honda membuat saya takut tahun ini. Saya pikir mereka bisa berbuat kesalahan sekali, tapi tidak dua kali," tuntas Domenicali seperti memberi peringatan kepada Ducati.
( arp / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Ducati Waspadai Honda
Arya Perdhana - detiksport

Pedrosa/Honda (BBC)
Tahun 2007 adalah masa jaya Ducati. Sebagai sebuah tim yang skalanya kalah jauh dibanding Honda atau Yamaha, pabrikan Italia itu memenangi 10 GP bersama Casey Stoner plus satu kemenangan sumbangan Loris Capirossi.
Sebagai juara bertahan, wajar bila kemudian Ducati jadi 'sasaran tembak' tahun ini. Semua tim mengincar posisi mereka. Lantas, siapa pesaing terberat mereka?
"Motor yang membuat kami sangat khawatir adalah Honda. Mereka punya kapasistas teknis yang tidak perlu dijelaskan," ujar CEO Ducati Corse, Claudio Domenicali, kepada situs web MotoGP dan disarikan Crash.
"Biasanya saat ada perubahan aturan, seperti tahun 2002, Honda-lah yang paling siap. Kecuali tahun 2007, mereka tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka sendiri," imbuh Domenicali.
Sebagai catatan, tahun 2002 adalah saat jenis motor di MotoGP diubah dari motor dua langkah 500 cc menjadi 990 cc empat langkah. Sedangkan tahun 2007, kapasitas mesin dikurangi hanya jadi 800 cc.
Tahun lalu, Honda memang tidak cukup berprestasi. Meski mengantar Dani Pedrosa menjadi runner-up dunia di bawah Stoner, secara keseluruhan pabrikan asal Jepang itu hanya memenangi dua seri, keduanya melalui upaya Pedrosa. Jumlah ini kalah satu seri dibanding yang dimenangi Yamaha.
"Honda membuat saya takut tahun ini. Saya pikir mereka bisa berbuat kesalahan sekali, tapi tidak dua kali," tuntas Domenicali seperti memberi peringatan kepada Ducati.
( arp / a2s )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
