Forum detikSport
- ALL about Andy Murray... ROMEO_MANIA
- Hendra Setiawan Lucu Ya... gatudu_GaTauDeh_Patudu
- Index Thread Subforum Rak... siapa_sech_lo
- [Edit Title] Beranda-nya ... begi.....tu
- On Going Tournament (Badm... MissUnderstanding
- "All abaut LIliana N... begi.....tu
Berita Lain
- Minggu, 05/10/2008 21:34 WIB
Nomor 1 Lagi, Jankovic Juara di Stuttgart - Minggu, 05/10/2008 20:30 WIB
Macao Grand Prix Gold 2008
Taufik Akhirnya Juara - Selasa, 30/09/2008 01:25 WIB
Paradorn Siap Ganti Haluan - Minggu, 28/09/2008 17:00 WIB
China Master Super Series
Sony Juara Lagi, INA Raih 2 Gelar - Sabtu, 27/09/2008 16:28 WIB
China Master Super Series
Sony Lawan Chen Jin di Final - Sabtu, 27/09/2008 15:17 WIB
China Master Super Series
Markis/Hendra dan Nova/Lily ke Final
Indeks Berita
Baca Juga
Jumat, 01/02/2008 15:00 WIB
Federer Tatap Prancis Terbuka
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Romeo Gacad
Jakarta - Kekalahan di Australia Terbuka memang menyisakan penyesalan Roger Federer. Tapi sang petenis nomor satu sudah melupakannya dan kini menatap Grand Slam berikut: Prancis Terbuka.
Pekan lalu Federer memang gagal mendulang hat-trick gelar juara di Melbourne. Federer Express --julukan Federer-- ditaklukkan oleh Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka
Federer pun mengambil hikmah dari kekalahannya tersebut. "Penting untuk selalu melihat ke depan. Gambar besarnya adalah, saya harus berhadapan dengan jadwal yang sangat ketat, Prancis Terbuka, Wimbledon, Olimpiade dan AS Terbuka," ujar Federer seperti dilansir YahooSports.
"Kejuaraan-kejuaraan itu akan sangat menarik. Saya ingin menyimpan energi saya sekarang. Kembali latihan dan menyiapkan diri," lanjut pria asal Swiss berusia 26 tahun tersebut.
Yang terdekat dari tiga Grand Slam tersisa adalah Prancis Terbuka. Turnamen yang berlangsung di atas lapangan tanah liat itu adalah satu-satunya Grand Slam yang belum pernah dimenangi Federer.
Selain belum pernah memenangi Prancis Terbuka, Federer juga hanya perlu memenangi dua gelar Grand Slam lagi untuk menyamai rekor 14 gelar yang dimiliki Pete Sampras.
Mungkin saking penasarannya dengan Prancis Terbuka, Federer memberi isyarat akan menyewa pelatih baru. Petenis nomor satu dunia itu menang tak berpelatih semenjak berpisah dengan Tony Roche beberapa waktu lalu.
Berdasar kebiasaan saat ini, Federer selalu membawa Serevin Luethi, kapten tim Piala Davis Swiss, ke manapun ia bertanding. Namun kebutuhan pelatih permanen tampaknya tak terelakkan.
"Saya pikir saya tidak bisa mengubah permainan saya dengan drastis. Saya pikir juga tidak harus. Pada masa kini, yang penting adalah detil permainan. Itu mungkin adalah alasan utama mengapa saya harus mulai mencari orang lain untuk bekerjasama," papar Federer.
Federer saat ini tengah mengadakan promosi untuk pertarungan eksebisi antargenerasi melawan Sampras di New York, 10 Maret nanti. Ini adalah pertandingan Federer vs Sampras yang keempat, di mana Federer unggul 2-1 di tiga laga sebelumnya.
( arp / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Federer Tatap Prancis Terbuka
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Romeo Gacad
Pekan lalu Federer memang gagal mendulang hat-trick gelar juara di Melbourne. Federer Express --julukan Federer-- ditaklukkan oleh Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka
Federer pun mengambil hikmah dari kekalahannya tersebut. "Penting untuk selalu melihat ke depan. Gambar besarnya adalah, saya harus berhadapan dengan jadwal yang sangat ketat, Prancis Terbuka, Wimbledon, Olimpiade dan AS Terbuka," ujar Federer seperti dilansir YahooSports.
"Kejuaraan-kejuaraan itu akan sangat menarik. Saya ingin menyimpan energi saya sekarang. Kembali latihan dan menyiapkan diri," lanjut pria asal Swiss berusia 26 tahun tersebut.
Yang terdekat dari tiga Grand Slam tersisa adalah Prancis Terbuka. Turnamen yang berlangsung di atas lapangan tanah liat itu adalah satu-satunya Grand Slam yang belum pernah dimenangi Federer.
Selain belum pernah memenangi Prancis Terbuka, Federer juga hanya perlu memenangi dua gelar Grand Slam lagi untuk menyamai rekor 14 gelar yang dimiliki Pete Sampras.
Mungkin saking penasarannya dengan Prancis Terbuka, Federer memberi isyarat akan menyewa pelatih baru. Petenis nomor satu dunia itu menang tak berpelatih semenjak berpisah dengan Tony Roche beberapa waktu lalu.
Berdasar kebiasaan saat ini, Federer selalu membawa Serevin Luethi, kapten tim Piala Davis Swiss, ke manapun ia bertanding. Namun kebutuhan pelatih permanen tampaknya tak terelakkan.
"Saya pikir saya tidak bisa mengubah permainan saya dengan drastis. Saya pikir juga tidak harus. Pada masa kini, yang penting adalah detil permainan. Itu mungkin adalah alasan utama mengapa saya harus mulai mencari orang lain untuk bekerjasama," papar Federer.
Federer saat ini tengah mengadakan promosi untuk pertarungan eksebisi antargenerasi melawan Sampras di New York, 10 Maret nanti. Ini adalah pertandingan Federer vs Sampras yang keempat, di mana Federer unggul 2-1 di tiga laga sebelumnya.
( arp / a2s )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
