Forum detikSport
- Lewis meragukan... NosaAllonso
- Honda Mundur... Icarus
- Yang lainnya?... lonsohater
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Jumat, 09/01/2009 17:06 WIB
De La Rosa Masih Mencari Kokpitnya Sendiri - Jumat, 09/01/2009 09:30 WIB
Donington Park Siap Hajat F1 - Jumat, 09/01/2009 03:17 WIB
Raikkonen Jajal Reli - Kamis, 08/01/2009 03:18 WIB
Sirkuit Singapura akan Direvisi - Rabu, 07/01/2009 17:39 WIB
McLaren Tim Favorit 2008 - Rabu, 07/01/2009 05:36 WIB
Ferrari Siapkan Mesin untuk Honda
Indeks Berita
Baca Juga
Minggu, 10/02/2008 02:29 WIB
'Bukan Rasis, Cuma Karnaval'
Doni Wahyudi - detiksport

pitpass
Catalunya - Aksi menghitamkan kulit, memakai wig kribo dan mengenakan kostum bertuliskan "keluarga Lewis Hamilton" bukan tindakan rasisme. Menurut seorang pelaku, rangkaian tindakan tersebut cuma karnaval saja.
"Saya ingin meminta maaf pada Lewis Hamilton dan keluarganya atas aksi kami. Saya bukan seorang rasis dan kami tidak bermaksud menyerang siapapun. Lewis adalah pembalap fantastis dan saya sangat hormat padanya," ungkap Toni Calderon, salah seorang fans Spanyol yang menjadi "keluarga" Hamilton seperti diberitakan Crash.
Pekan lalu dunia F1 dikejutkan dengan aksi rasisme yang dilakukan fans Spanyol terhadap Hamilton di Sirkuit Catalunya. Memang ada yang terang-terangan menghina Hamilton atas dasar warna kulitnya melalui spanduk dan teriakan "puto negro (negro sialan) dan "negro de mierda" (black shit).
Namun di samping serangan itu ada pula penonton yang datang menggunakan dandanan negro dengan kulit dicat hitam, plus rambut kribo. Khusus aksi yang kedua itu, Calderon menolak kalau itu adalah tindakan rasis yang disengaja pada jagoan McLaren Mercedes itu.
"Kami tidak sedikitpun punya maksud menghina pembalap Inggris atas warna kulitnya atau menyerang orang lain. Pihak keamanan di pintu masuk malah menertawai (kami) dan membiarkan masuk. Faktanya, dari banyak orang yang berpapasan dengan kami setengahnya menduga kami adalah fans Hamilton. Banyak yang berfoto bersama," lanjut Calderon.
Komentar Calderon dibenarkan seorang sosiolog Spanyol bernama Juan Diez Nicolas. Menurutnya serangan terhadap Hamilton bukan di arahkan langsung pada warna kulitnya, tapi lebih karena hubungannya dengan Fernando Alonso di McLaren musim lalu.
"Itu adalah tindakan menyerang dan mengarah ke hal yang lain, tapi jelas sekali bukan sesuatu yang bisa dikaitkan dengan rasisme. Hamilton adalah rival Fernando Alonso, dan telah menjadi musuh serta tidak setia padanya musim lalu," ungkap Nicolas. ( din / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
'Bukan Rasis, Cuma Karnaval'
Doni Wahyudi - detiksport

pitpass
"Saya ingin meminta maaf pada Lewis Hamilton dan keluarganya atas aksi kami. Saya bukan seorang rasis dan kami tidak bermaksud menyerang siapapun. Lewis adalah pembalap fantastis dan saya sangat hormat padanya," ungkap Toni Calderon, salah seorang fans Spanyol yang menjadi "keluarga" Hamilton seperti diberitakan Crash.
Pekan lalu dunia F1 dikejutkan dengan aksi rasisme yang dilakukan fans Spanyol terhadap Hamilton di Sirkuit Catalunya. Memang ada yang terang-terangan menghina Hamilton atas dasar warna kulitnya melalui spanduk dan teriakan "puto negro (negro sialan) dan "negro de mierda" (black shit).
Namun di samping serangan itu ada pula penonton yang datang menggunakan dandanan negro dengan kulit dicat hitam, plus rambut kribo. Khusus aksi yang kedua itu, Calderon menolak kalau itu adalah tindakan rasis yang disengaja pada jagoan McLaren Mercedes itu.
"Kami tidak sedikitpun punya maksud menghina pembalap Inggris atas warna kulitnya atau menyerang orang lain. Pihak keamanan di pintu masuk malah menertawai (kami) dan membiarkan masuk. Faktanya, dari banyak orang yang berpapasan dengan kami setengahnya menduga kami adalah fans Hamilton. Banyak yang berfoto bersama," lanjut Calderon.
Komentar Calderon dibenarkan seorang sosiolog Spanyol bernama Juan Diez Nicolas. Menurutnya serangan terhadap Hamilton bukan di arahkan langsung pada warna kulitnya, tapi lebih karena hubungannya dengan Fernando Alonso di McLaren musim lalu.
"Itu adalah tindakan menyerang dan mengarah ke hal yang lain, tapi jelas sekali bukan sesuatu yang bisa dikaitkan dengan rasisme. Hamilton adalah rival Fernando Alonso, dan telah menjadi musuh serta tidak setia padanya musim lalu," ungkap Nicolas. ( din / arp )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
