Berita Lain

Indeks Berita

 
Selasa, 26/02/2008 10:31 WIB

Adu Mulut Sengit Terry-Ten Cate
Doni Wahyudi - detiksport


Jakarta - Chlesea tumbang 1-2 oleh Tottenham Hotspur di final Piala Carling. Entah terkait atau tidak, yang pasti sehari sebelum pertandingan John Terry dan Henk Ten Cate terlibat adu mulut sengit.

Diberitakan TheSun, pertengkaran antara Terry dan Ten Cate terjadi pada latihan rutin hari Sabtu (23/2/2008). Sesi latihan sebenarnya tinggal menyisakan persiapan akhir untuk laga di Wembley, namun saat itulah perseteruan antara pelatih dan pemain tersebut terjadi.

Secara pasti tak diketahui apa yang menyulut perdebatan sengit itu. Yang kemudian terlihat adalah Terry dan Ten Cate saling bertukar cacian dan mengeluarkan kata-kata bernada hinaan. Saling lontar kata-kata kasar tersebut terjadi dengan keduanya saling berhadapan muka di jarak yang sangat dekat.

Pertengkaran tersebut baru berhenti setelah beberapa pemain Chelsea yang lain memisahkan mereka berdua.

"Itu harusnya menjadi sesi penutup (latihan) - tapi kemudian malah menjadi kekacauan besar. Seluruh pemain merasa kecewa dengan kondisi tersebut, mereka juga tak nyaman dan tak tahu bagaimana kondisi tim untuk pertandingan di Wembley," ungkap seorang sumber TheSun.

"Wajah John dan Ten Cate saling berhadap-hadapan, dan saat yang lain tahu kalau itu ternyata serius mereka segera memisahkan mereka berdua. Semua orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Tapi intensitas keributan tersebut benar-benar membuat orang terkejut," beber si sumber.

Entah bagaiamana reaksi Roman Abramovich menyaksikan kejadian tersebut. Saat insiden adu mulut itu terjadi, taipan Russia itu kebetulan sedang berada di lokasi untuk menyaksikan pemainnya mempersiapkan laga final Piala Carling.

"Untuk membuat masalah semakin buruk, saat itu Abramovich sedang mengunjungi pusat latihan dan melihat seluruh kejadian," kisah sumber yang sama.

Ten Cate masuk Stamford Bridge pada 11 Oktober 2007 lalu menyusul penunjukkan Avram Grant sebagai pelatih baru The Blues. Pria berpaspor Belanda itu disebut-sebut sebagai otak di balik revolusi Chelsea setelah era Jose Mourinho, eks pelatih Ajax Amsterdam malah diyakini sebagai pembuat keputusan siapa pemain yang cocok dengan sistem permainan Chelsea dan siapa yang tidak. ( din / ian )

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526