Forum detikSport
- Agostini Semangati Rossi ... maniak_punk
- fans valee... daitoe
- Posting Foto Member DF Mo... edhoys
- Tempat Ngobrol2nya Moto G... Gomes
- [Merge Threads] For Rossi... fitri2107
- Absen dulu yuk............. maungv
Berita Lain
- Kamis, 04/09/2008 00:07 WIB
Doohan Komentari Peralihan Ban Pedrosa - Rabu, 03/09/2008 01:21 WIB
Pedrosa Ingin Kembali Menang - Selasa, 02/09/2008 04:33 WIB
Awal Bagus Pedrosa dengan Bridgestone - Senin, 01/09/2008 19:21 WIB
Agostini Semangati Rossi Kejar Rekornya - Senin, 01/09/2008 05:25 WIB
Casey Terjengkang, Isyaratkan Menyerah - Senin, 01/09/2008 01:43 WIB
Rossi Soal Rekor Agostini
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit MotoGP 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender MotoGP 2008
Rabu, 12/03/2008 03:50 WIB
Balapan Malam Jangan Jadi Tren
Doni Wahyudi - detiksport

Losail - Sukses Qatar menggelar balapan malam membuat beberapa sirkuit berencana mengambil langkah serupa. Tapi Casey Stoner yang jadi juara di Losail justru berharap night race tidak terlalu banyak. Kenapa?
Sejarah baru MotoGP tercatat di Sirkuit Losail awal pekan ini saat balapan malam untuk kali pertama dihelat. Meski sempat memunculkan banyak kekhawatiran, ngebut di bawah sorotan lampu ternyata berlangsung sukses dan mendapat apresiasi positif dari banyak pihak.
Untuk musim ini memang baru MotoGP Qatar yang menggelar balapan non konvensional itu. Namun dengan Malaysia yang juga berencana menjadikan Sepang tuan rumah kedua balapan malam, muncul kekhawatiran kalau sirkuit lain bakal menapaki jejak Losail.
Meski mampu menjadi juara di balapan malam pertama, tapi Stoner ternyata tak setuju jika kemudian banyak sirkuit juga menggelar balapan malam. Hal itu disebutnya akan mengurangi tantangan beragam yang seharusnya ditemui setiap pembalap pada sirkuit yang berbeda.
Losail -- dan Sepang -- sebelumnya terkenal sebagai sirkuit yang menguras fisik pembalap karena temperatur lintasan yang sangat tinggi. Namun kini pembalap justru harus berhadapan dengan suhu dingin karena balapan dipindah ke malam hari, itu disebut Stoner mengurangi tantangan buat pembalap.
"Masalahnya, jika kita menggelar balapan malam di sini (Qatar) dan Malaysia, maka kita menghilangkan dua balapan panas yang ada. Dengan begitu tak ada lagi balapan (yang mengandalkan kondisi) fisik, kondisi tersebut membuat balap motor kehilangan sesuatu," ungkap Stoner di Autosport.
Meski begitu Stoner tak bisa memungkiri kalau balapan malam mampu memberi sesuatu yang sangat berbeda buat MotoGP dan seluruh pencintanya. Di tahun-tahun mendatang sang juara dunia itu penyelenggaran balapan malam bakal semakin baik dan meriah.
"Dipastikan kami akan bisa lebih baik dalam kondisi ini dengan menambahkan pencahayaan pada beberapa tikungan. Tapi itu sangat menyenangkan di malam hari dan buat penonton hal ini sangat berbeda," pungkas jagoan Ducati asal Australia itu. ( din / ian )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Balapan Malam Jangan Jadi Tren
Doni Wahyudi - detiksport

Sejarah baru MotoGP tercatat di Sirkuit Losail awal pekan ini saat balapan malam untuk kali pertama dihelat. Meski sempat memunculkan banyak kekhawatiran, ngebut di bawah sorotan lampu ternyata berlangsung sukses dan mendapat apresiasi positif dari banyak pihak.
Untuk musim ini memang baru MotoGP Qatar yang menggelar balapan non konvensional itu. Namun dengan Malaysia yang juga berencana menjadikan Sepang tuan rumah kedua balapan malam, muncul kekhawatiran kalau sirkuit lain bakal menapaki jejak Losail.
Meski mampu menjadi juara di balapan malam pertama, tapi Stoner ternyata tak setuju jika kemudian banyak sirkuit juga menggelar balapan malam. Hal itu disebutnya akan mengurangi tantangan beragam yang seharusnya ditemui setiap pembalap pada sirkuit yang berbeda.
Losail -- dan Sepang -- sebelumnya terkenal sebagai sirkuit yang menguras fisik pembalap karena temperatur lintasan yang sangat tinggi. Namun kini pembalap justru harus berhadapan dengan suhu dingin karena balapan dipindah ke malam hari, itu disebut Stoner mengurangi tantangan buat pembalap.
"Masalahnya, jika kita menggelar balapan malam di sini (Qatar) dan Malaysia, maka kita menghilangkan dua balapan panas yang ada. Dengan begitu tak ada lagi balapan (yang mengandalkan kondisi) fisik, kondisi tersebut membuat balap motor kehilangan sesuatu," ungkap Stoner di Autosport.
Meski begitu Stoner tak bisa memungkiri kalau balapan malam mampu memberi sesuatu yang sangat berbeda buat MotoGP dan seluruh pencintanya. Di tahun-tahun mendatang sang juara dunia itu penyelenggaran balapan malam bakal semakin baik dan meriah.
"Dipastikan kami akan bisa lebih baik dalam kondisi ini dengan menambahkan pencahayaan pada beberapa tikungan. Tapi itu sangat menyenangkan di malam hari dan buat penonton hal ini sangat berbeda," pungkas jagoan Ducati asal Australia itu. ( din / ian )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
