Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

 
Minggu, 16/03/2008 17:15 WIB

McLaren Lupakan Masa Lalu
Arya Perdhana - detiksport


AFP/Torsten Blackwood

Melbourne - Tahun 2007 pasti akan jadi musim yang ingin dilupakan McLaren karena keterlibatan mereka dalam skandal pencurian data. Memasuki musim baru, McLaren menapaki sebuah fase baru.

Terhukum dan malu. Itulah kondisi McLaren setelah mereka terbukti mencuri data milik pesaing mereka, Ferrari. Meski poin pembalap mereka tidak dihapus, tim asal Inggris itu tak berhak memperoleh sebiji pun nilai yang mereka kumpulkan selaku konstruktor.

Kemenangan Lewis Hamilton dan ditambah peringkat lima yang dihuni Heikki Kovalainen di GP Australia, Minggu (16/3/2008) adalah cara sempurna bagi The Silver Arrows meninggalkan luka masa lalu.

Hasil itu pun disambut dengan sukacita oleh team principal McLaren, Ron Dennis. "Itu adalah sebuah balapan yang hebat, di tengah-tengah beberapa bulan yang terasa sulit," girang Dennis seperti dilansir ITV.

Meski sudah cukup senang dengan hasil gemilang yang didapat Hamilton, apalagi diraih dengan cara tanpa cacat, Dennis masih menyayangkan kegagalan Kovalainen menyabet podium kedua.

"Sangat mengecewakan tidak meraih peringkat dua. Safety car membuat kami sedikit tersendat," sambung pria kelahiran 60 tahun lalu tersebut.

Saat sedang menang, semua memang tampak indah. Aturan ini juga berlaku bagi Dennis. Tanpa tedeng aling-aling lelaki Inggris itu melontarkan pujian bagi dua pembalapnya dan juga mobilnya.

"Heikki melakukan pekerjaan yang luar biasa, tapi itu juga sebuah cara mengemudi yang sangat indah dari Lewis. Balapan yang sangat disiplin. Kami sangat bahagia dengan kompetitifnya mobil-mobil kami," serunya.

( arp / key )

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526