Forum detikSport
- Lewis meragukan... NosaAllonso
- Honda Mundur... Icarus
- Yang lainnya?... lonsohater
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Jumat, 09/01/2009 17:06 WIB
De La Rosa Masih Mencari Kokpitnya Sendiri - Jumat, 09/01/2009 09:30 WIB
Donington Park Siap Hajat F1 - Jumat, 09/01/2009 03:17 WIB
Raikkonen Jajal Reli - Kamis, 08/01/2009 03:18 WIB
Sirkuit Singapura akan Direvisi - Rabu, 07/01/2009 17:39 WIB
McLaren Tim Favorit 2008 - Rabu, 07/01/2009 05:36 WIB
Ferrari Siapkan Mesin untuk Honda
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 18/03/2008 15:00 WIB
Rencana Format Baru Penentuan Juara Dunia
Doni Wahyudi - detiksport

Jakarta - Dari tahun ke tahun selalu ada perubahan baik dalam aturan maupun format F1. Kini Bernie Ecclestone melemparkan ide baru terkait sistem penentuan juara dunia. Seperti apa?
Adalah penggunaan sistem poin dalam penentuan juara dunia yang ingin diubah Bernie. Menurutnya dengan sistem yang ada saat ini pembalap tidak punya hasrat besar untuk memenangi balapan, mengingat cuma dua poin yang membedakan sang juara dengan runner up.
Pria Inggris berusia 77 tahun itu merasa pemenang setiap seri berhak mengambil seluruh haknya. Dengan kata lain, Bernie menginginkan gelar juara dunia ditentukan oleh jumlah seri yang berhasil dimenangi.
"Apa yang ingin saya lihat adalah pembalap yang mengumpulkan paling banyak kemenangan akan menjadi juara dunia, dan posisi kedua hanya digunakan jika jika ada dua pembalap meraih jumlah kemenangan yang sama di akhir musim," ungkap Bernie di ITV.
Sejak musim 1990 pembalap yang kemudian menjadi juara dunia adalah mereka yang berhasil mengumpulkan kemenangan terbanyak, meski kasusnya tak selalu seperti itu. Tahun 1989 Ayrton Senna yang memenangi enam seri harus menyerahkan mahkota juara dunia pada Alain Prost yang cuma menang empat kali.
"Kunci dari menggelar balapan adalah 'membalap' dan sekarang tak banyak terjadi saling susul karena pembalap tak ingin mengambil risiko demi bisa berada di posisi dua karena hanya terpaut dua angka dari pemenang balapan," pungkas Ecclestone.
Kapan direalisasikan, Bernie?
Foto: Kimi Raikkonen saat memastikan menjadi juara dunia F1 di Sao Paolo musim lalu. ( din / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Rencana Format Baru Penentuan Juara Dunia
Doni Wahyudi - detiksport

Adalah penggunaan sistem poin dalam penentuan juara dunia yang ingin diubah Bernie. Menurutnya dengan sistem yang ada saat ini pembalap tidak punya hasrat besar untuk memenangi balapan, mengingat cuma dua poin yang membedakan sang juara dengan runner up.
Pria Inggris berusia 77 tahun itu merasa pemenang setiap seri berhak mengambil seluruh haknya. Dengan kata lain, Bernie menginginkan gelar juara dunia ditentukan oleh jumlah seri yang berhasil dimenangi.
"Apa yang ingin saya lihat adalah pembalap yang mengumpulkan paling banyak kemenangan akan menjadi juara dunia, dan posisi kedua hanya digunakan jika jika ada dua pembalap meraih jumlah kemenangan yang sama di akhir musim," ungkap Bernie di ITV.
Sejak musim 1990 pembalap yang kemudian menjadi juara dunia adalah mereka yang berhasil mengumpulkan kemenangan terbanyak, meski kasusnya tak selalu seperti itu. Tahun 1989 Ayrton Senna yang memenangi enam seri harus menyerahkan mahkota juara dunia pada Alain Prost yang cuma menang empat kali.
"Kunci dari menggelar balapan adalah 'membalap' dan sekarang tak banyak terjadi saling susul karena pembalap tak ingin mengambil risiko demi bisa berada di posisi dua karena hanya terpaut dua angka dari pemenang balapan," pungkas Ecclestone.
Kapan direalisasikan, Bernie?
Foto: Kimi Raikkonen saat memastikan menjadi juara dunia F1 di Sao Paolo musim lalu. ( din / arp )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
