Forum detikSport
- Lewis meragukan... NosaAllonso
- Honda Mundur... Icarus
- Yang lainnya?... lonsohater
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Jumat, 09/01/2009 17:06 WIB
De La Rosa Masih Mencari Kokpitnya Sendiri - Jumat, 09/01/2009 09:30 WIB
Donington Park Siap Hajat F1 - Jumat, 09/01/2009 03:17 WIB
Raikkonen Jajal Reli - Kamis, 08/01/2009 03:18 WIB
Sirkuit Singapura akan Direvisi - Rabu, 07/01/2009 17:39 WIB
McLaren Tim Favorit 2008 - Rabu, 07/01/2009 05:36 WIB
Ferrari Siapkan Mesin untuk Honda
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 20/03/2008 11:40 WIB
Jelang GP Malaysia
Musuh Utama Pembalap: Panas
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Torsten Blackwood
Kuala Lumpur - Akhir pekan ini, sirkus Formula 1 akan menggelar hajatannya di Sirkuit Sepang, Malaysia. Di sebuah negara beriklim tropis, panas selalu jadi musuh utama para pembalap.
Berdasarkan ramalan cuaca di Yahoo, suhu di seputaran Kuala Lumpur (termasuk Sepang) pada akhir pekan nanti akan melebihi 30 derajat celcius. Kelembaban diperkirakan mencapai 90%. Panasnya GP Malaysia diramal akan melebihi panas GP Australia sepekan lalu.
"Malaysia adalah balapan yang berat. Suhunya akan lebih panas. Itu akan jadi tantangan yang besar," ungkap pembalap McLaren, Lewis Hamilton, seperti diwartakan Autosport, Kamis (20/3/2008).
"Itu adalah balapan terberat yang pernah saya ikuti tahun lalu. Anda pasti takkan bisa membayangkan betapa panasnya berada dalam mobil," lanjutnya.
Jarak dari GP Australia yang hanya satu minggu membuat Hamilton dan para pembalap lain memilih tiba lebih awal di Malaysia untuk menjalani aklimatisasi dengan suhu.
"Sangat sulit menyiapkan fisik untuk balapan. Tahun lalu, kami punya jeda beberapa minggu sebelum ke sini. Tapi tahun ini kami langsung dari Melbourne, di mana kami hanya punya beberapa hari untuk membiasakan diri dengan panas," papar pembalap Inggris tersebut.
"Kami fokus untuk menjaga hidrasi. Saya tahun lalu minum sampai empat liter per hari. Di awal, saya konsentrasi pada latihan dan penyesuaian diri. Juga menyesuaikan perbedaan waktu dan memastikan kami makan pada waktu yang tepat," imbuh sang runner-up dunia 2007.
Di Albert Park yang baru lalu, hanya tujuh pembalap sanggup menjejakkan bannya di garis finis. Sisanya, rontok karena berbagai sebab --entah tabrakan ataupun problem mekanikal.
"Sepang adalah trek yang fantastis, tapi faktor cuaca memainkan peran penting dan membuat balapan jadi sulit. Semua pembalap harus memacu diri hingga limitnya, demikian juga mobil," tuntas Hamilton.
( arp / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Jelang GP Malaysia
Musuh Utama Pembalap: Panas
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Torsten Blackwood
Berdasarkan ramalan cuaca di Yahoo, suhu di seputaran Kuala Lumpur (termasuk Sepang) pada akhir pekan nanti akan melebihi 30 derajat celcius. Kelembaban diperkirakan mencapai 90%. Panasnya GP Malaysia diramal akan melebihi panas GP Australia sepekan lalu.
"Malaysia adalah balapan yang berat. Suhunya akan lebih panas. Itu akan jadi tantangan yang besar," ungkap pembalap McLaren, Lewis Hamilton, seperti diwartakan Autosport, Kamis (20/3/2008).
"Itu adalah balapan terberat yang pernah saya ikuti tahun lalu. Anda pasti takkan bisa membayangkan betapa panasnya berada dalam mobil," lanjutnya.
Jarak dari GP Australia yang hanya satu minggu membuat Hamilton dan para pembalap lain memilih tiba lebih awal di Malaysia untuk menjalani aklimatisasi dengan suhu.
"Sangat sulit menyiapkan fisik untuk balapan. Tahun lalu, kami punya jeda beberapa minggu sebelum ke sini. Tapi tahun ini kami langsung dari Melbourne, di mana kami hanya punya beberapa hari untuk membiasakan diri dengan panas," papar pembalap Inggris tersebut.
"Kami fokus untuk menjaga hidrasi. Saya tahun lalu minum sampai empat liter per hari. Di awal, saya konsentrasi pada latihan dan penyesuaian diri. Juga menyesuaikan perbedaan waktu dan memastikan kami makan pada waktu yang tepat," imbuh sang runner-up dunia 2007.
Di Albert Park yang baru lalu, hanya tujuh pembalap sanggup menjejakkan bannya di garis finis. Sisanya, rontok karena berbagai sebab --entah tabrakan ataupun problem mekanikal.
"Sepang adalah trek yang fantastis, tapi faktor cuaca memainkan peran penting dan membuat balapan jadi sulit. Semua pembalap harus memacu diri hingga limitnya, demikian juga mobil," tuntas Hamilton.
( arp / a2s )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
