Forum detikSport
- Lewis meragukan... NosaAllonso
- Honda Mundur... Icarus
- Yang lainnya?... lonsohater
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Jumat, 09/01/2009 17:06 WIB
De La Rosa Masih Mencari Kokpitnya Sendiri - Jumat, 09/01/2009 09:30 WIB
Donington Park Siap Hajat F1 - Jumat, 09/01/2009 03:17 WIB
Raikkonen Jajal Reli - Kamis, 08/01/2009 03:18 WIB
Sirkuit Singapura akan Direvisi - Rabu, 07/01/2009 17:39 WIB
McLaren Tim Favorit 2008 - Rabu, 07/01/2009 05:36 WIB
Ferrari Siapkan Mesin untuk Honda
Indeks Berita
Baca Juga
Minggu, 23/03/2008 20:30 WIB
Ancaman Serius dari BMW
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Jewel Samad
Sepang - BMW benar-benar menebar ancaman di musim 2008. Dari sua seri perdana musim ini, dua kali mereka menempatkan pembalapnya sebagai runner up. Saatnya McLaren dan Ferrari waspada?
Sudah sejak musim lalu BMW dianggap menjadi salah satu tim yang akan mampu menantang dominasi Ferrari dan McLaren. Keberhasilan mereka duduk di posisi dua klasemen pembalap -- terlepas dari hukuman terhadap McLaren -- adalah pembuktian awal mereka.
Faktanya musim ini mereka mampu menunjukkan kalau status penantang itu datang bukannya tanpa alasan. Duduk di posisi dua klasemen konstruktor usai GP Malaysia adalah raihan yang fantastis, apalagi di dua seri tersebut mereka mampu menempatkan pembalapnya sebagai runner up.
"Saya pikir ini hasil yang fantastis buat tim. Dua kali berturut-turut duduk di posisi dua. Setelah ketidakberuntungan di GP Australia saya akhirnya naik podium sejak yang terakhir di Monza 2006... Saya berbahagia untuk diri sendiri dan tim ini," ungkap Robert Kubica di Autosport.
Kalau pada seri perdana lalu Nick Heidfeld duduk di posisi dua sementara Kubica gagal finish, kali ini duo pembalap itu menyumbang poin setelah Heidfeld menyelesaikan balapan di urutan enam.
Dengan masih 16 seri yang akan digelar, tantangan yang bakal dihadapi BMW jelas makin beragam. Tapi dengan start yang sangat baik, nilai 101 poin di klasemen konstruktor musim lalu harusnya bisa mereka lewati, dan bukan tak mungkin menjadi penantang McLaren dan Ferrari.
"Yang pertama jelas kami sangat berbahagia dengan hasil ini. Kami mengawali musim tidak dengan baik, dan sulit untuk mengetahui di mana posisi kami. Kami kurang punya kecepatan, itu juga membuat balapan menjadi berat karena kami harus maksimal di tikungan," pungkas pembalap Polandia itu. ( din / din )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Ancaman Serius dari BMW
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Jewel Samad
Sudah sejak musim lalu BMW dianggap menjadi salah satu tim yang akan mampu menantang dominasi Ferrari dan McLaren. Keberhasilan mereka duduk di posisi dua klasemen pembalap -- terlepas dari hukuman terhadap McLaren -- adalah pembuktian awal mereka.
Faktanya musim ini mereka mampu menunjukkan kalau status penantang itu datang bukannya tanpa alasan. Duduk di posisi dua klasemen konstruktor usai GP Malaysia adalah raihan yang fantastis, apalagi di dua seri tersebut mereka mampu menempatkan pembalapnya sebagai runner up.
"Saya pikir ini hasil yang fantastis buat tim. Dua kali berturut-turut duduk di posisi dua. Setelah ketidakberuntungan di GP Australia saya akhirnya naik podium sejak yang terakhir di Monza 2006... Saya berbahagia untuk diri sendiri dan tim ini," ungkap Robert Kubica di Autosport.
Kalau pada seri perdana lalu Nick Heidfeld duduk di posisi dua sementara Kubica gagal finish, kali ini duo pembalap itu menyumbang poin setelah Heidfeld menyelesaikan balapan di urutan enam.
Dengan masih 16 seri yang akan digelar, tantangan yang bakal dihadapi BMW jelas makin beragam. Tapi dengan start yang sangat baik, nilai 101 poin di klasemen konstruktor musim lalu harusnya bisa mereka lewati, dan bukan tak mungkin menjadi penantang McLaren dan Ferrari.
"Yang pertama jelas kami sangat berbahagia dengan hasil ini. Kami mengawali musim tidak dengan baik, dan sulit untuk mengetahui di mana posisi kami. Kami kurang punya kecepatan, itu juga membuat balapan menjadi berat karena kami harus maksimal di tikungan," pungkas pembalap Polandia itu. ( din / din )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
