Forum detikSport
- fans valee... daitoe
- Posting Foto Member DF Mo... edhoys
- prestasi melandri tahun d... pehixiteba
- Tempat Ngobrol2nya Moto G... Gomes
- [Merge Threads] For Rossi... fitri2107
- Absen dulu yuk............. maungv
Berita Lain
- Sabtu, 30/08/2008 12:43 WIB
Rossi Ingin Sapu Bersih Seri Tersisa - Jumat, 29/08/2008 20:35 WIB
Free Practice II MotoGP San Marino
Masih Milik Stoner - Jumat, 29/08/2008 17:43 WIB
Stoner: Nyaris Mustahil Pertahankan Titel - Jumat, 29/08/2008 16:33 WIB
Free Practice I MotoGP San Marino
Stoner Tercepat, Rossi Kelima - Kamis, 28/08/2008 11:01 WIB
Jelang MotoGP San Marino
Rossi Kejar Rekor di Misano - Rabu, 27/08/2008 19:10 WIB
Jelang MotoGP San Marino
Hopkins Lebih Siap ke Misano
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit MotoGP 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender MotoGP 2008
Minggu, 13/04/2008 21:33 WIB
Dahsyatnya Jorge Lorenzo
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Miguel Riopa
Estoril - Sampai dengan seri ketiga, Jorge Lorenzo tampil gemilang. Tiga kali pole position dan tiga kali naik podium ditorehkan rookie yang membalap untuk Yamaha itu, di mana podium yang terakhir adalah yang teratas.
Lorenzo yang musim lalu masih berlaga di ajang 250 cc, memulai debutnya di MotoGP dengan menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Di sana dia juga mampu jadi runner-up dalam balapan.
Pada seri kedua di Jerez, posisi pole kembali ditempati pembalap Spanyol berusia 20 tahun tersebut, meski kali ini dalam balapan dia hanya mampu finis di posisi ketiga. Pole ketiga lantas dicatatkannya di Estoril, sebuah raihan yang disebut situs MotoGP sebagai "trinitas agung" pole position Lorenzo.
"Setiap pole position terasa seperti mimpi dan aku tak percaya aku ada di sini lagi. Saya sangat bangga memiliki catatan seperti ini dan faktanya aku sangat bahagia bisa lolos kualifikasi di tempat terdepan di sini karena trek ini selalu menyulitkan bagiku dan aku belum pernah pole di sini sebelumnya," tukas Lorenzo sebelum balapan, seperti dilansir MotoLive.
Rekan satu tim Valentino Rossi itu memang belum pernah bisa berjaya di Estoril ketika masih membalap untuk ajang di bawah MotoGP. Namun, kali ini jauh berbeda. Selain mencatatkan fastest lap dalam balapan, Minggu (13/4/2008), mahkota juara MotoGP Portugal juga diraih.
Sebelum memenangi balapan ini, Lorenzo acap merendah ketika ditanyai soal target. Maka, kenyataan kalau dirinya kemudian malah jadi juara, disambut penuh sukacita. "Itu luar biasa, itu sensasi yang tak bisa kugambarkan. Awalnya sedikit gila karena hujan, ada sedikit air (di trek). Lalu aku tak ingat apa-apa lagi," seru dia bahagia, seperti dilansir Autosport.
Lebih luar biasa lagi, Lorenzo mampu menyalip rekannya yang adalah juara dunia empat kali MotoGP, Rossi, lewat sebuah manuver dalam balapan. "Ada resiko, namun itu sudah waktunya melewati dia karena kupikir aku bisa lewat dan aku harus melewatinya," lugas Lorenzo.
Walau begitu, Lorenzo tetap merendah. Alih-alih memuji kemampuan diri sendiri yang sudah mampu memenangi balapan, dia justru melontarkan pujian buat pihak-pihak lain. "Pertama-tama aku ingin berterimakasih kepada Yamaha atas kepercayaan mereka kepadaku, dan kepada semua sponsorku, karena tanpa mereka aku takkan ada di sini."
Sejauh ini, keputusan Yamaha menggaet juara 250cc tahun 2006 dan 2007 itu memang terbukti tak keliru. "Itu adalah keputusan dini yang kami ambil lebih dari setahun lalu. Tapi Anda sudah lihat awal musim ini dia sudah begitu fenomenal: dia mencatatkan tiga pole position dan sebuah kemenangan, dan kini memimpin klasemen (bersama Dani Pedrossa), yang merupakan hal mengagumkan buat seorang rookie," puji bos tim Yamaha Lin Jarvis, kepada BBC.
Selamat, Lorenzo.
( krs / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Dahsyatnya Jorge Lorenzo
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Miguel Riopa
Lorenzo yang musim lalu masih berlaga di ajang 250 cc, memulai debutnya di MotoGP dengan menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Di sana dia juga mampu jadi runner-up dalam balapan.
Pada seri kedua di Jerez, posisi pole kembali ditempati pembalap Spanyol berusia 20 tahun tersebut, meski kali ini dalam balapan dia hanya mampu finis di posisi ketiga. Pole ketiga lantas dicatatkannya di Estoril, sebuah raihan yang disebut situs MotoGP sebagai "trinitas agung" pole position Lorenzo.
"Setiap pole position terasa seperti mimpi dan aku tak percaya aku ada di sini lagi. Saya sangat bangga memiliki catatan seperti ini dan faktanya aku sangat bahagia bisa lolos kualifikasi di tempat terdepan di sini karena trek ini selalu menyulitkan bagiku dan aku belum pernah pole di sini sebelumnya," tukas Lorenzo sebelum balapan, seperti dilansir MotoLive.
Rekan satu tim Valentino Rossi itu memang belum pernah bisa berjaya di Estoril ketika masih membalap untuk ajang di bawah MotoGP. Namun, kali ini jauh berbeda. Selain mencatatkan fastest lap dalam balapan, Minggu (13/4/2008), mahkota juara MotoGP Portugal juga diraih.
Sebelum memenangi balapan ini, Lorenzo acap merendah ketika ditanyai soal target. Maka, kenyataan kalau dirinya kemudian malah jadi juara, disambut penuh sukacita. "Itu luar biasa, itu sensasi yang tak bisa kugambarkan. Awalnya sedikit gila karena hujan, ada sedikit air (di trek). Lalu aku tak ingat apa-apa lagi," seru dia bahagia, seperti dilansir Autosport.
Lebih luar biasa lagi, Lorenzo mampu menyalip rekannya yang adalah juara dunia empat kali MotoGP, Rossi, lewat sebuah manuver dalam balapan. "Ada resiko, namun itu sudah waktunya melewati dia karena kupikir aku bisa lewat dan aku harus melewatinya," lugas Lorenzo.
Walau begitu, Lorenzo tetap merendah. Alih-alih memuji kemampuan diri sendiri yang sudah mampu memenangi balapan, dia justru melontarkan pujian buat pihak-pihak lain. "Pertama-tama aku ingin berterimakasih kepada Yamaha atas kepercayaan mereka kepadaku, dan kepada semua sponsorku, karena tanpa mereka aku takkan ada di sini."
Sejauh ini, keputusan Yamaha menggaet juara 250cc tahun 2006 dan 2007 itu memang terbukti tak keliru. "Itu adalah keputusan dini yang kami ambil lebih dari setahun lalu. Tapi Anda sudah lihat awal musim ini dia sudah begitu fenomenal: dia mencatatkan tiga pole position dan sebuah kemenangan, dan kini memimpin klasemen (bersama Dani Pedrossa), yang merupakan hal mengagumkan buat seorang rookie," puji bos tim Yamaha Lin Jarvis, kepada BBC.
Selamat, Lorenzo.
( krs / a2s )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
