Forum detikSport
- Gina Carano... Kingindian
- Martial Artist... xuXux
- Model & Game Icon (P... iverson
Berita Lain
- Kamis, 04/09/2008 13:04 WIB
Trauma, Tarver Enggan Remehkan Lawan - Minggu, 31/08/2008 06:15 WIB
Valuev Raih Lagi Titel WBA - Jumat, 29/08/2008 02:53 WIB
6 Desember, De la Hoya vs Pacquiao
Indeks Berita
Baca Juga
Jumat, 18/04/2008 11:43 WIB
Calzaghe Buru Hopkins, Bukan Las Vegas
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Getty Images)
Las Vegas - Walaupun sudah menyandang predikat juara dunia selama satu dekade, tapi Joe Calzaghe belum sekalipun bertanding di Las Vegas. Tapi yang ia buru adalah Bernard Hopkins, bukan "ibukota" cabang tinju itu.
Calzaghe pada akhir pekan ini akan menorehkan sejarah tampil pertama kalinya di Negeri Paman Sama. Petinju Wales keturunan Italia itu, yang tak terkalahkan dalam 44 pertarungannya, akan menghadapi Hopkins di kelas berat ringan di Thomas and Mack Center, Minggu (20/4/2008) pagi WIB.
Ia datang ke AS dengan rekor 21 kali mempertahankan sabuk juara, sebagaimana ia adalah penguasa di kelas menengah super untuk versi WBO, WBC, dan WBA -- bahkan pernah pula merebut gelar IBF di tahun 2006 sebelum menanggalkannya hanya karena faktor non-teknis.
Meski memiliki catatan hebat, tapi nama Calzaghe relatif kurang populer di AS. Ia pernah ditawari meladeni Hopkins di Las Vegas di tahun 2001, tapi pertarungan tersebut urung terwujud.
"Aku akhirnya datang ke sini karena Hopkins tak mau ke Wales. Dan aku ingin membuktikan siapa aku ini. Sebenarnya aku tak harus ke Vegas," ujar petinju berusia 34 tahun itu seperti dikutip AFP.
"Waktu lebih muda pun aku tak pernah benar-benar memikirkan tampil di sini. Kalaupun tak pernah ada kesempatan datang ke Las Vegas dan bertarung, kekecewaan yang kurasakan tidaklah besar."
"Mungkin setelah karirku selesai, aku akan merefleksikan 11 tahunku sebagai juara, dan hal-hal tentang Vegas, dan mungkin aku akan lebih menghargainya. Tapi saat ini ring adalah ring, tak peduli di manapun itu," tuturnya.
Calzaghe juga sesumbar akan menjadi kenangan buruk bagi Hopkins, yang pernah 20 kali mempertahankan sabuk juara sejatinya di kelas menengah.
"Aku tak hanya ingin sekadar menang. Ini tidak cukup. Aku ingin meng-KO orang itu," sergahnya. "Dia takkan punya kesempatan. Dia takkan punya kans seperti yang ia miliki 10 tahun lalu. Menurutku ini bahkan takkan menjadi pertarungan terberat dalam karirku."
Hopkins pada Desember lalu pernah melontarkan kalimat tantangan berbau rasis kepada Calzaghe dengan mengatakan dirinya takkan pernah kalah dari seorang petinju kulit putih. Calzaghe menanggapinya dengan santai.
"Aku tersinggung? Tidak," tukasnya. "Aku malah tertawa, karena ... orang kulit hitam, putih, hijau, atau warna apapun, takkan bisa mengalahkan aku."
( a2s / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Calzaghe Buru Hopkins, Bukan Las Vegas
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Getty Images)
Calzaghe pada akhir pekan ini akan menorehkan sejarah tampil pertama kalinya di Negeri Paman Sama. Petinju Wales keturunan Italia itu, yang tak terkalahkan dalam 44 pertarungannya, akan menghadapi Hopkins di kelas berat ringan di Thomas and Mack Center, Minggu (20/4/2008) pagi WIB.
Ia datang ke AS dengan rekor 21 kali mempertahankan sabuk juara, sebagaimana ia adalah penguasa di kelas menengah super untuk versi WBO, WBC, dan WBA -- bahkan pernah pula merebut gelar IBF di tahun 2006 sebelum menanggalkannya hanya karena faktor non-teknis.
Meski memiliki catatan hebat, tapi nama Calzaghe relatif kurang populer di AS. Ia pernah ditawari meladeni Hopkins di Las Vegas di tahun 2001, tapi pertarungan tersebut urung terwujud.
"Aku akhirnya datang ke sini karena Hopkins tak mau ke Wales. Dan aku ingin membuktikan siapa aku ini. Sebenarnya aku tak harus ke Vegas," ujar petinju berusia 34 tahun itu seperti dikutip AFP.
"Waktu lebih muda pun aku tak pernah benar-benar memikirkan tampil di sini. Kalaupun tak pernah ada kesempatan datang ke Las Vegas dan bertarung, kekecewaan yang kurasakan tidaklah besar."
"Mungkin setelah karirku selesai, aku akan merefleksikan 11 tahunku sebagai juara, dan hal-hal tentang Vegas, dan mungkin aku akan lebih menghargainya. Tapi saat ini ring adalah ring, tak peduli di manapun itu," tuturnya.
Calzaghe juga sesumbar akan menjadi kenangan buruk bagi Hopkins, yang pernah 20 kali mempertahankan sabuk juara sejatinya di kelas menengah.
"Aku tak hanya ingin sekadar menang. Ini tidak cukup. Aku ingin meng-KO orang itu," sergahnya. "Dia takkan punya kesempatan. Dia takkan punya kans seperti yang ia miliki 10 tahun lalu. Menurutku ini bahkan takkan menjadi pertarungan terberat dalam karirku."
Hopkins pada Desember lalu pernah melontarkan kalimat tantangan berbau rasis kepada Calzaghe dengan mengatakan dirinya takkan pernah kalah dari seorang petinju kulit putih. Calzaghe menanggapinya dengan santai.
"Aku tersinggung? Tidak," tukasnya. "Aku malah tertawa, karena ... orang kulit hitam, putih, hijau, atau warna apapun, takkan bisa mengalahkan aku."
( a2s / arp )
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
