Forum Sepakbola
- Gaji Pesepakbola terbesar... heromorphosis
- Milan Is Very Good... adesmith
- kelakuan wasit serie A... lelaki
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Senin, 08/09/2008 06:47 WIB
Leonardo: Jangan Malas, Pato - Senin, 08/09/2008 04:23 WIB
'Dinho Tepat untuk Milan' - Senin, 08/09/2008 02:14 WIB
Berapapun Harganya, Buffon Takkan Dijual Juve - Minggu, 07/09/2008 19:47 WIB
Di Natale Menanjak di Usia Tua - Sabtu, 06/09/2008 21:19 WIB
Pendapatan Ibra Terbesar di Seri A - Sabtu, 06/09/2008 19:01 WIB
Ranieri: Uang Tak Cukup Gaet Buffon
Indeks Berita
detikSport »
i
Senin, 12/05/2008 01:40 WIB
Bukan Karena Penalti Matrix
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Alberto Pizzoli
Drama menegangkan untuk Inter tersebut terjadi di penghujung pertandingan. Wasit memberi penalti untuk La Beneamata setelah Christian Rigano dituduh menarik kaos Materazzi di kotak terlarang Atalanta. Matrix pun maju menjadi eksekutor dan akhirnya gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.
Akibatnya Inter bukan hanya gagal memetik poin penuh, melainkan juga semakin ketat ditempel AS Roma di klasemen sementara dengan selisih poin satu. Hasil akhir adalah 2-2 dan Materazzi pun meninggalkan lapangan dengan wajah sedikit menyesal.
Mancini pun mengungkapkan bek bernomor 23 itu sebenarnya bukanlah pilihan pertama dalam eksekusi penalti. Mancio sudah menetapkan bahwa eksekutor utama Nerrazzurri adalah Julio Cruz, kemudian Mario Balotelli, dan barulah Materazzi hadir sebagai pilihan ketiga.
Cruz masih berada di lapangan dan seharusnya ialah yang menjadi eksekutor. Namun, mantan pelatih Fiorentina itu mengatakan bahwa siapa pun yang menendangnya bisa saja menemui kesialan seperti halnya Materazzi.
"Urutan penendang penalti seharusnya Cruz, Balotelli, baru Materazzi. Sayangnya, siapa pun bisa saja gagal mengeksekusinya termasuk Julio (Cruz). Kita tak akan pernah tahu," ujarnya seperti dilansir Channel4.
"Kami bisa saja memenangi pertandingan ini tanpa insiden tersebut. Tetapi inilah sepakbola, segalanya bisa terjadi. Kekecewaan malam ini akan berlalu dan kami akan bersiap untuk menghadapi Parma," lanjutnya.
Meski demikian, pelatih berusia 43 tahun itu menambahkan bahwa hasil imbang yang diraih skuadnya bukan karena gagalnya penalti di menit akhir itu. Ia lebih menyorot banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan oleh anak-anak asuhnya.
"Kami bisa mencetak lima atau enam gol hari ini. Tetapi kami gagal menyelesaikannya dan begitulah sepakbola. Sekarang kami harus memenangi pertandingan melawan Parma," tukasnya.
( roz / a2s )
Komentar terkini (18 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
