Forum Sepakbola
- Liga inggris sepekann... lelaki
- Nontol EPL bakalan susah... aam93
- Absen The Blues Fans!!!!!... aira_earth
- The New Social Thread... publica
- All About Liverpool part ... YNWA
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Rabu, 20/08/2008 12:46 WIB
Wenger Tunggu 'Walcott yang Sesungguhnya' - Rabu, 20/08/2008 12:45 WIB
Tekad Sapu Bersih MU - Rabu, 20/08/2008 10:55 WIB
Istri Redknapp Bisa Beli Kaka Jika Ada Uang - Rabu, 20/08/2008 10:12 WIB
MU Lepas Silvestre ke Arsenal? - Rabu, 20/08/2008 08:55 WIB
Aora-TV Beli Hak Siar Liga Inggris USD 20 Juta - Rabu, 20/08/2008 04:42 WIB
Pompey Menyerah Buru SWP
Indeks Berita
detikSport »
i
Kamis, 15/05/2008 12:10 WIB
Jelang Final Piala FA
Romansa Cardiff Tantang Kemapanan Pompey
Kris Fathoni W - detiksport

Semenjak tahun 1991, Piala FA 2007/08 adalah kali pertama tak ada empat besar Liga Primer di partai puncaknya. Wajar kalau kemudian banyak yang berpaling dari final Sabtu (17/5/2008) dan lebih berkonsentrasi pada laga Chelsea kontra Manchester United di Liga Champions beberapa hari setelahnya.
Meski begitu, laga Cardiff versus Pompey di final kompetisi yang disebut-sebut paling tua di dunia tersebut tak otomatis jadi "partai basi" karena kedua tim punya kisah masing-masing dalam memenuhi misi jadi juara. Tengok kisah Cardiff, tim yang kini hanya menghuni urutan 12 klasemen Liga Championship --satu tingkat di bawah Liga Primer.
Cardiff, yang adalah klub Wales, pernah menjuarai Piala FA pada tahun 1927 silam. Kala itu mereka menundukkan Arsenal lewat gol tunggal Hughie Ferguson, sekaligus menjadi satu-satunya klub non-Inggris yang bisa jadi jawara.
Dibumbui romantisme masa silam, Cardiff sekarang pasti berharap bisa mengulangi kejayaan dalam penampilan terakhirnya di final Piala FA tersebut. Iming-iming tiket Piala UEFA jika juara pun jadi daya pikat lebih buat tim yang pernah mencapai semifinal Piala Winners tersebut.
Untuk menjadi jawara, tentu Jimmy Flloyd Hasselbaink dkk pertama-tama harus mampu mengatasi Pompey, klub yang baru saja mencatatkan finis terbaiknya di Liga Primer.
Semenjak mulai berkompetisi di Premiership tahun 2003/04 lalu, Pompey memang belum bisa jadi ancaman buat tim-tim besar bahkan acap dikejar-kejar jeratan degradasi. Namun, selain masih mampu berlaga di kompetisi paling atas Inggris tersebut, Nwankwo Kanu cs sudah mulai mapan di papan tengah pada dua musim terakhir. Kalau musim lalu mereka berakhir di posisi sembilan, kali ini mereka ada di peringkat delapan.
Perjalanan Pompey ke final Piala FA musim ini pun cukup dahsyat karena mampu menjungkalkan finalis tahun lalu Manchester United, yang juga adalah juara Premiership, di babak perempatfinal. Alhasil, Pompey yang ditangani oleh Harry Redknapp itu kini akan mencoba mengulangi prestasinya pada tahun 1939 silam, dengan jadi juara Piala FA. Inilah kesempatan emas membasuh dahaga akan gelar.
Tanpa kehadiran tim besar, final Piala FA tahun ini bisa jadi tak semenarik biasanya walau tak mustahil justru sebaliknya, mengingat kedua tim sama-sama membidik prestasi yang sudah lama tak diraih. Laga dipastikan berjalan alot.
"Kami ingin membuat sejarah kami sendiri. Mungkin beberapa tahun belakangan Piala FA sudah kehilangan sedikit daya magisnya karena timnya (yang berhadapan di final) itu-itu saja. Portsmouth dan kami sudah menghancurkan cetakan tersebut musim ini dan saya pikir itu takkan terjadi lagi untuk waktu yang amat, sangat lama," tegas Manajer Cardiff Dave Jones, seperti dilansir Reuters.
Inilah partai puncak Piala FA yang "menyegarkan" karena tiada nama tim-tim besar yang biasanya jadi langganan.
( krs / a2s )
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
