Forum detikSport
- Rumah Tiger Wood... dekil
- Goshinbudo Jujutsu Indone... john_lord_b3
- memancing [all about] by ... STAIRWAYtoHEAVEN
- Horeee... WSBK ada di Tra... gozel
- bwat penggemar base ball ... 'Insan
- [Merged=KUNG FU]Yuk belaj... shiyilang
Berita Lain
- Minggu, 16/11/2008 13:09 WIB
Taylor Kembali ke Jalur Juara Dunia - Jumat, 14/11/2008 02:01 WIB
Holyfield Hadapi Valuev - Minggu, 09/11/2008 13:24 WIB
Luar Biasa, Calzaghe Tundukkan Jones
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 29/07/2008 19:04 WIB
Adhyaksa Sebut Kontroversi Chris John Dagelan Amatir
Lily Indriyani - detiksport

Craig Christian & Chris John (detiksport)
Jakarta - Kisruh soal uang, lalu ujung-ujungnya batal tanding karena tidak timbang badan. Kontroversi pertarungan juara dunia kelas bulu WBA Chris John telah mencoreng muka Indonesia.
"Buat saya selaku penanggung jawab dunia olahraga di Indonesia, ini menjijikkan," tukas Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (29/7/2008).
Seperti diketahui, partai Chris John vs Jackson Asiku awalnya direcoki urusan pembayaran. Pihak penyelenggara, dalam hal ini promotor, dituding tidak siap menyediakan uang, dan si petinju mengancam menolak naik ring pada hari Minggu (27/7/2008) di Jakarta.
Lalu, setelah urusan tersebut terselesaikan, muncul kasus lain. Sehari menjelang pertandingan, Chris John tidak melakukan timbang badan karena masih overweight hingga 4 kilogram, sedangkan Asiku tidak muncul ke sesi tersebut. Pertarungan pun akhirnya urung digelar.
"Kalau kemarin ada yang mengatakan bahwa ini dagelan amatir, saya setuju," tandas Meneg Pora yang didampingi Ketua BadanBadan Pengawas dan Pengendalian Olahraga Profesional Indonesia (BP2OPI) , Haryo Yuniarto.
Kejadian ini juga jelas-jelas telah mempermalukan dunia tinju di Indonesia. Apalagi pernah terjadi pula kasus serupa, yakni saat Chris John bertanding melawan Jose 'Cheo' Rojas di Jakarta pada Maret 2007. Ketika itu promotor sempat membayar kedua petinju dengan cek kosong.
"Saya tidak masuk pada wilayah bisnis, tapi pada regulasinya. Saya (pemerintah) berbuat ini karena Chris John membawa bendera Indonesia, bukan Panama," ujar Adhyaksa lagi.
"Semua harus tunduk pada regulasi... Kita akan membentuk regulasi yang kuat biar nantinya penyelenggaraan olahraga Indonesia bisa lebih baik. Dan bagi mereka yang tidak mau ikut aturan, silakan keluar."
Meneg Pora juga akan memanggil Chris John dan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini.
Saat ditanya apakah ada kepentingan-kepentingan tertentu di balik kontroversi ini, Adhyaksa menjawab, "Saya belum mau berkomentar karena semuanya belum jelas. Tapi prinsipnya sedang kita amati. Dan kita akan perbaiki semua."
Tentang manajer Chris John yang berasal dari Australia, Craig Christian, Adhyaksa mengatakan masih mempelajarinya.
"Kita sudah punya beberapa data, tapi belum bisa diumumkan. Masih kita kaji soal bagaimana kredibilitas dia. Kalau sudah clear, nanti kita bicarakan," pungkas Menteri.
( a2s / key )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Adhyaksa Sebut Kontroversi Chris John Dagelan Amatir
Lily Indriyani - detiksport
Craig Christian & Chris John (detiksport)
"Buat saya selaku penanggung jawab dunia olahraga di Indonesia, ini menjijikkan," tukas Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (29/7/2008).
Seperti diketahui, partai Chris John vs Jackson Asiku awalnya direcoki urusan pembayaran. Pihak penyelenggara, dalam hal ini promotor, dituding tidak siap menyediakan uang, dan si petinju mengancam menolak naik ring pada hari Minggu (27/7/2008) di Jakarta.
Lalu, setelah urusan tersebut terselesaikan, muncul kasus lain. Sehari menjelang pertandingan, Chris John tidak melakukan timbang badan karena masih overweight hingga 4 kilogram, sedangkan Asiku tidak muncul ke sesi tersebut. Pertarungan pun akhirnya urung digelar.
"Kalau kemarin ada yang mengatakan bahwa ini dagelan amatir, saya setuju," tandas Meneg Pora yang didampingi Ketua BadanBadan Pengawas dan Pengendalian Olahraga Profesional Indonesia (BP2OPI) , Haryo Yuniarto.
Kejadian ini juga jelas-jelas telah mempermalukan dunia tinju di Indonesia. Apalagi pernah terjadi pula kasus serupa, yakni saat Chris John bertanding melawan Jose 'Cheo' Rojas di Jakarta pada Maret 2007. Ketika itu promotor sempat membayar kedua petinju dengan cek kosong.
"Saya tidak masuk pada wilayah bisnis, tapi pada regulasinya. Saya (pemerintah) berbuat ini karena Chris John membawa bendera Indonesia, bukan Panama," ujar Adhyaksa lagi.
"Semua harus tunduk pada regulasi... Kita akan membentuk regulasi yang kuat biar nantinya penyelenggaraan olahraga Indonesia bisa lebih baik. Dan bagi mereka yang tidak mau ikut aturan, silakan keluar."
Meneg Pora juga akan memanggil Chris John dan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini.
Saat ditanya apakah ada kepentingan-kepentingan tertentu di balik kontroversi ini, Adhyaksa menjawab, "Saya belum mau berkomentar karena semuanya belum jelas. Tapi prinsipnya sedang kita amati. Dan kita akan perbaiki semua."
Tentang manajer Chris John yang berasal dari Australia, Craig Christian, Adhyaksa mengatakan masih mempelajarinya.
"Kita sudah punya beberapa data, tapi belum bisa diumumkan. Masih kita kaji soal bagaimana kredibilitas dia. Kalau sudah clear, nanti kita bicarakan," pungkas Menteri.
( a2s / key )
Komentar terkini (41 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
