Forum detikSport
- [Telkom Fiks 2008] Menera... telkomfiks
- Pertandingan Digelar Tan... missunderstandingnew
- Spirit dan masukan buat P... detektif_sableng
- [Edit Title] Beranda-nya ... begi.....tu
- On Going Tournament (Badm... MissUnderstanding
- "All abaut LIliana N... begi.....tu
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 05:10 WIB
Final Piala Davis
Verdasco/Lopez Bawa Spanyol Unggul 2-1 - Sabtu, 22/11/2008 06:41 WIB
Final Piala Davis
Lopez Bawa Spanyol Samakan Kedudukan - Sabtu, 22/11/2008 02:22 WIB
Final Piala Davis
Nalbandian Bawa Argentina Memimpin - Jumat, 21/11/2008 02:10 WIB
Final Piala Davis
Dibuka Nalbandian vs Ferrer - Kamis, 20/11/2008 19:25 WIB
Jelang Piala Davis
Argentina Bidik Kesuksesan Pertama - Kamis, 20/11/2008 17:00 WIB
China Terbuka Super Series
Taufik Kandas di Babak Kedua
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 18/08/2008 12:16 WIB
Olimpiade Beijing
Nadal, Perfeksionis tapi Rendah Hati
Arya Perdhana - detiksport

Reuters/Reinhard Krause
Beijing - Tahun 2008 tampaknya memang tahunnya Rafael Nadal. Meraih medali emas Olimpiade Beijing menjadi prestasi terbarunya. Namun Nadal tetap rendah hati dan mengaku belum puas.
Nadal sudah meraih dua titel Grand Slam, yakni Prancis Terbuka serta Wimbledon. Disambung kemenangan di sejumlah turnamen berperingkat tinggi, petenis Spanyol itu menggeser Roger Federer dari tahta petenis nomor satu dunia.
Medali emas Olimpiade bagai melengkapi pencapaian Nadal. Pemuda 22 tahun itu sukses menghentikan perlawanan petenis Chile Fernando Gonzalez dalam tiga set, 6-3, 7-6 (7-2), 6-3.
Puas tidak ada dalam kamus Nadal sang perfeksionis. Ia tak mau berlama-lama tenggelam dalam eforia medali emas dan langsung melayangkan pandangan ke AS Terbuka yang akan digelar Senin pekan depan.
"Saya tidak punya waktu untuk merayakan. Saya sudah harus fokus ke New York (tempat penyelanggaraan AS Terbuka--Red)," kata Nadal sebagaimana dilansir Reuters.
Nadal belum pernah menjuarai AS Terbuka. Sedikit yang meragukan petenis kelahiran Mallorca itu akan sukses melakukannya tahun ini mengingat ia sudah melakukan hal yang sama di Wimbledon.
Di AS Terbuka, Federer adalah penguasa. Petenis Swiss tersebut selalu sukses menjadi yang terbaik di sana semenjak 2004 hingga tahun lalu. Nadal pun tak malu mengakui bahwa Federer tetap yang terhebat.
"Bagi saya Federer secara teknis masih yang terbaik. Dia adalah petenis terbaik dalam sejarah tenis," ujar Nadal.
"Namun bila Federer bisa berkembang, saya pasti juga bisa. Saya bisa memperbaik servis 100 persen dan bisa memperbaiki voli saya. Saya senang, tetapi penting untuk tetap rendah hati bila Anda ingin terus berkembang," tutupnya.
( arp / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Olimpiade Beijing
Nadal, Perfeksionis tapi Rendah Hati
Arya Perdhana - detiksport

Reuters/Reinhard Krause
Foto Terkait
Nadal sudah meraih dua titel Grand Slam, yakni Prancis Terbuka serta Wimbledon. Disambung kemenangan di sejumlah turnamen berperingkat tinggi, petenis Spanyol itu menggeser Roger Federer dari tahta petenis nomor satu dunia.
Medali emas Olimpiade bagai melengkapi pencapaian Nadal. Pemuda 22 tahun itu sukses menghentikan perlawanan petenis Chile Fernando Gonzalez dalam tiga set, 6-3, 7-6 (7-2), 6-3.
Puas tidak ada dalam kamus Nadal sang perfeksionis. Ia tak mau berlama-lama tenggelam dalam eforia medali emas dan langsung melayangkan pandangan ke AS Terbuka yang akan digelar Senin pekan depan.
"Saya tidak punya waktu untuk merayakan. Saya sudah harus fokus ke New York (tempat penyelanggaraan AS Terbuka--Red)," kata Nadal sebagaimana dilansir Reuters.
Nadal belum pernah menjuarai AS Terbuka. Sedikit yang meragukan petenis kelahiran Mallorca itu akan sukses melakukannya tahun ini mengingat ia sudah melakukan hal yang sama di Wimbledon.
Di AS Terbuka, Federer adalah penguasa. Petenis Swiss tersebut selalu sukses menjadi yang terbaik di sana semenjak 2004 hingga tahun lalu. Nadal pun tak malu mengakui bahwa Federer tetap yang terhebat.
"Bagi saya Federer secara teknis masih yang terbaik. Dia adalah petenis terbaik dalam sejarah tenis," ujar Nadal.
"Namun bila Federer bisa berkembang, saya pasti juga bisa. Saya bisa memperbaik servis 100 persen dan bisa memperbaiki voli saya. Saya senang, tetapi penting untuk tetap rendah hati bila Anda ingin terus berkembang," tutupnya.
( arp / arp )
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
