Forum detikSport
- Rumah Tiger Wood... dekil
- Goshinbudo Jujutsu Indone... john_lord_b3
- memancing [all about] by ... STAIRWAYtoHEAVEN
- Horeee... WSBK ada di Tra... gozel
- bwat penggemar base ball ... 'Insan
- [Merged=KUNG FU]Yuk belaj... shiyilang
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 00:39 WIB
Tour de France 2010 Dimulai di Belanda - Kamis, 20/11/2008 01:20 WIB
Olimpiade 2012
Venue Pindah Lokasi demi Penghematan
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 20/08/2008 14:52 WIB
Olimpiade Beijing
Debut BMX di Olimpiade
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters/Jacky Naegelen
Beijing - Olahraga di Olimpiade mungkin tak pernah seheboh dan seberbahaya ini sebelumnya. Suara musik cadas dan hip-hop berdentum keras saat BMX untuk kali pertama diperlombakan.
Kamis (20/8/2008) ini untuk kali pertama sepanjang sejarah Olimpiade, BMX dipentaskan di Olimpiade. Salah satu anak dari cabang bersepeda ini mungkin tak terlalu populer, namun kemeriahan yang terlihat di arena tempat digelarnya perlombaan sama sekali tak menunjukkan hal itu.
Ratusan orang yang umumnya berusia remaja berkumpul di sekitar arena. Sementara atlet-atlet yang berlaga juga tak kalah belia dengan tato dan tindik menjadi semacam hiasan wajib
Sesuai namanya, BMX alias Bycycle Motocross jelas tidak menggunakan lintasan konvensional. Trek dibuat menantang dengan gundukan-gundukan tinggi dan permukaan yang sama sekali tidak mulus.
Karena hanya memperebutkan dua medali emas dari nomor balap pria dan balap wanita dan tak diperlombakan nomor free style maka jangan harap akan ada aksi jungkir balik dari para persertanya. Tapi jangan pikir juga kalau balapan juga berjalan biasa karena lintasan dibuat benar-benar menantang.
"Kami semua sangat antusias berada di sini. Ini merupakan langkah besar buat BMX. Jika Anda bisa memilih langkah mana yang bisa dipilih, maka itu adalah Olimpiade. Saya sudah memikirkan hal ini sejak 3,5 tahun lalu," ungkap Mike Day, yang datang membawa panji-panji Amerika Serikat di Reuters.
Komite Olimpiade Internasional bukannya tanpa pertimbangan untuk menggelar olahraga ekstrim ini di Olimpiade. Dengan dimunculkannya BMX sebagai salah satu cabang olahraga, diharapkan minat remaja pada Olimpiade akan ikut terdongkrak.
Keinginan IOC itu sepertinya membuah hasil jika melihat antusiasme penonton. Sebagian dari mereka bahkan datang sejak pukul 8.00 waktu setempat, sementara seiring berlalunya waktu nyaris tak ada ruang kosong tersisa di tribun penonton. ( din / ian )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Olimpiade Beijing
Debut BMX di Olimpiade
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters/Jacky Naegelen
Foto Terkait
Kamis (20/8/2008) ini untuk kali pertama sepanjang sejarah Olimpiade, BMX dipentaskan di Olimpiade. Salah satu anak dari cabang bersepeda ini mungkin tak terlalu populer, namun kemeriahan yang terlihat di arena tempat digelarnya perlombaan sama sekali tak menunjukkan hal itu.
Ratusan orang yang umumnya berusia remaja berkumpul di sekitar arena. Sementara atlet-atlet yang berlaga juga tak kalah belia dengan tato dan tindik menjadi semacam hiasan wajib
Sesuai namanya, BMX alias Bycycle Motocross jelas tidak menggunakan lintasan konvensional. Trek dibuat menantang dengan gundukan-gundukan tinggi dan permukaan yang sama sekali tidak mulus.
Karena hanya memperebutkan dua medali emas dari nomor balap pria dan balap wanita dan tak diperlombakan nomor free style maka jangan harap akan ada aksi jungkir balik dari para persertanya. Tapi jangan pikir juga kalau balapan juga berjalan biasa karena lintasan dibuat benar-benar menantang.
"Kami semua sangat antusias berada di sini. Ini merupakan langkah besar buat BMX. Jika Anda bisa memilih langkah mana yang bisa dipilih, maka itu adalah Olimpiade. Saya sudah memikirkan hal ini sejak 3,5 tahun lalu," ungkap Mike Day, yang datang membawa panji-panji Amerika Serikat di Reuters.
Komite Olimpiade Internasional bukannya tanpa pertimbangan untuk menggelar olahraga ekstrim ini di Olimpiade. Dengan dimunculkannya BMX sebagai salah satu cabang olahraga, diharapkan minat remaja pada Olimpiade akan ikut terdongkrak.
Keinginan IOC itu sepertinya membuah hasil jika melihat antusiasme penonton. Sebagian dari mereka bahkan datang sejak pukul 8.00 waktu setempat, sementara seiring berlalunya waktu nyaris tak ada ruang kosong tersisa di tribun penonton. ( din / ian )
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
