- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 02:16 WIB
Piala Konfederasi
Italia-Brasil Berat, Spanyol Mudah - Minggu, 23/11/2008 02:16 WIB
Piala Konfederasi
Italia-Brasil Berat, Spanyol Mudah - Jumat, 21/11/2008 04:15 WIB
Eriksson Didesak Mundur - Jumat, 21/11/2008 01:45 WIB
CAS: Atletico Tetap Tampil tanpa Penonton - Kamis, 20/11/2008 18:24 WIB
Berbatov Ancam Pensiun dari Timnas - Kamis, 20/11/2008 13:52 WIB
Lagi, Wasit Diancam Dibunuh
Indeks Berita
detikSport »
o
Kamis, 21/08/2008 01:16 WIB
Brasil Ditekuk Argentina
Presiden Pun Marah Besar
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Dunga (AFP/Manan Vatsyayana)
Seperti diketahui, "Tim Samba" ditekuk "Tim Tango" dengan skor 0-3, Selasa (19/8/2008), dan dipastikan tak mampu merebut medali emas. Hal terburuk dari kekalahan itu adalah skor tersebut dianggap sangat telak karena lawannya adalah rival utama dan musuh bebuyutan mereka.
Koran-koran Brasil langsung meradang. Dunga menjadi sasaran empuk dari kekalahan memalukan itu. Wacana dia harus dipecat pun dimunculkan.
Harian berpengaruh Globo, misalnya, melukiskan kekalahan itu dengan tragis dan satir, bahkan "kejam". "Sepakbola Brasil, juara dunia lima kali, menginformasikan kematian tim Dunga kemarin di Beijing, China," ulas harian tersebut.
Disebutkan pula bahwa "pemakaman massal" akan digelar hari Jumat lusa, merujuk pada kontes terakhir Brasil untuk memperebutkan medali perunggu melawan Belgia. Himbauan yang diusung Globo adalah "Jangan bawa bunga".
Tekanan moral pada Dunga adalah kabar bahwa Presiden Luiz Inacio Lula da Silva merasa tim Brasil telah "dipermalukan". Dilukiskan bahwa sang presiden "tak pernah sedemikian marahnya" dengan kejadian ini, melebihi kemarahan dia kalau klub favoritnya, Corinthians, dalam performa terburuk.
Harian lain, Estado De Sao Paulo, secara teknis menilai Dunga tidak memainkan sesuatu yang disebut sepakbola Brasil. Kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 itu dianggap menerapkan sepakbola pragmatis, bertahan, dan tanpa sesuatu yang brilian.
Lebih ketus lagi Globo mengatakan bahwa Dunga telah mengkhianati orang-orang Brasil dan semangat Olimpiade dengan pendekatan negatif timnya di ajang tersebut. Pendek kata, Dunga telah melakukan kesalahan besar dan harus "dihukum".
( a2s / key )
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
