Forum detikSport
- Rumah Tiger Wood... dekil
- Goshinbudo Jujutsu Indone... john_lord_b3
- memancing [all about] by ... STAIRWAYtoHEAVEN
- Horeee... WSBK ada di Tra... gozel
- bwat penggemar base ball ... 'Insan
- [Merged=KUNG FU]Yuk belaj... shiyilang
Berita Lain
- Minggu, 16/11/2008 13:09 WIB
Taylor Kembali ke Jalur Juara Dunia - Jumat, 14/11/2008 02:01 WIB
Holyfield Hadapi Valuev - Minggu, 09/11/2008 13:24 WIB
Luar Biasa, Calzaghe Tundukkan Jones
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 04/09/2008 13:04 WIB
Trauma, Tarver Enggan Remehkan Lawan
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Al Bello
Los Angeles - Juara dunia kelas berat ringan versi IBF dan IBO, Antonio Tarver, menolak menganggap remeh lawan tandingnya dalam laga perebutan gelar, Chad Dawson. Hal itu ia lakukan karena trauma menganggap enteng lawan.
"Saya melihat orang ini sebagai ancaman serius," ujar Tarver seperti dilansir Yahoosports. "Terakhir kali saya menganggap remeh seseorang, rahang saya patah," imbuhnya.
"Terakhir kali" yang ia maksud adalah ketika bertanding melawan Eric Harding pada tahun 2000. Ketika itu Tarver telah menjalani 12 laga dan belum pernah sekalipun mengalami kekalahan.
Namun, ketika berhadapan dengan Harding pada 23 Juni 2000, ia harus menerima tubuhnya membentur kanvas pada ronde ke-11. Akhirnya, Harding pun dinyatakan menang melalui unanimous decisions.
11 Oktober 2008 di Palm Casino Resort, petinju berusia 39 tahun ini enggan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang ia lakukan delapan tahun lalu. Oleh karena itu ia lebih memilih untuk tak menganggap enteng Dawson, apalagi ini merupakan pertarungan yang mempertaruhkan titel juaranya.
Dawson, 26 tahun, sendiri juga memiliki pengalaman bertarung dengan Harding, tepatnya pada 2 Juni 2006. Namun, berbeda dengan Tarver, saat itu Dawson menang unanimous decisions sekaligus meraih titel juara kelas berat ringan versi NABF.
( roz / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Trauma, Tarver Enggan Remehkan Lawan
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Al Bello
"Saya melihat orang ini sebagai ancaman serius," ujar Tarver seperti dilansir Yahoosports. "Terakhir kali saya menganggap remeh seseorang, rahang saya patah," imbuhnya.
"Terakhir kali" yang ia maksud adalah ketika bertanding melawan Eric Harding pada tahun 2000. Ketika itu Tarver telah menjalani 12 laga dan belum pernah sekalipun mengalami kekalahan.
Namun, ketika berhadapan dengan Harding pada 23 Juni 2000, ia harus menerima tubuhnya membentur kanvas pada ronde ke-11. Akhirnya, Harding pun dinyatakan menang melalui unanimous decisions.
11 Oktober 2008 di Palm Casino Resort, petinju berusia 39 tahun ini enggan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang ia lakukan delapan tahun lalu. Oleh karena itu ia lebih memilih untuk tak menganggap enteng Dawson, apalagi ini merupakan pertarungan yang mempertaruhkan titel juaranya.
Dawson, 26 tahun, sendiri juga memiliki pengalaman bertarung dengan Harding, tepatnya pada 2 Juni 2006. Namun, berbeda dengan Tarver, saat itu Dawson menang unanimous decisions sekaligus meraih titel juara kelas berat ringan versi NABF.
( roz / a2s )
Komentar terkini (1 Komentar)
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
