Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

 
Jumat, 05/09/2008 15:47 WIB

Klitschko Diladeni Dulu Manajer Peter
Andi Abdullah Sururi - detiksport


Peter-Klitschko (Reuters/Fabrizio Bensch)

Berlin - Bulan depan Vitali Klitschko melakoni partai comeback-nya melawan Samuel Peter di Berlin. Tapi sebelumnya ia lebih dulu "diladeni" manajer Peter, Ivaylo Gotsev.

"Duel" Klistchko versus Gotsev tentu saja tidak secara fisik melainkan sebatas lewat kata-kata. Perang urat syaraf itu terjadi dalam konferensi pers di O2 World arena, Berlin, Jerman, Kamis (4/9/2008).

Adalah Klitschko yang memulainya. Dengan enteng ia menyindir petinju Nigeria yang menyandang status juara kelas berat WBC tersebut.

"Anda tampak agak tegang karena Anda mengikuti jumpa pers ini dengan body guard yang besar-besar. Jangan cemas, kami takkan bertarung sampai saatnya tiba. Aku takkan menyerang Anda."

Jika Samuel tidak terusik dengan ejekan tersebut, Gotsev tidak demikian. Untuk anak buahnya itu menjawab, "Tak seorang pun akan mengalahkanmu sebelum pertandingan. Yang harus Anda cemaskan adalah satu pertandingan, dan itu akan datang pada 11 Oktober. Ini janji."

Partai melawan Peter adalah momentum kembalinya Klitschko ke atas ring. Petinju Ukraina itu vakum selama empat tahun, setelah kali terakhir ia naik pentas adalah saat mengalahkan Danny Williams dengan TKO ronde kedelapan pada 11 Desember 2004.

Klistchko (35-2, 34 KO) pensiun di tahun 2005 setelah kehilangan sabuk WBC-nya gara-gara batal bertanding karena mengalami cedera lutut.

Sementara itu Peter (30-1, 23 KO) mengambil titel interim WBC dengan menundukkan Jameel McCline pada September 2007. Di awal tahun ini pria yang berdomisili di Las Vegas itu meng-KO Oleg Maskaeev di ronde keenam, untuk memastikan gelar tersebut lebih sah di pinggangnya.

Setelah kemenangan itu Peter menantang ulang Wladimir Klitschko, adik Vitali yang menyandang sabuk IBF, WBO, dan IBO. Wladimir adalah satu-satunya petinju yang pernah mengalahkan Peter, yakni dalam duel 12 ronde pada 24 September 2005. Namun sebelum tantangannya terpenuhi, ia terlebih dulu dihadapkan pada Vitali.

Sementara itu Vitali Kliscthko comeback untuk mewujudkan mimpi lamanya, yakni menggabungkan sabuk-sabuk juara di kelas berat dengan sang adik.

"Tanpa mimpi, hidup ini membosankan," cetusnya dikutip AP. "Bertahun-tahun aku memimpikan jadi juara dunia di waktu yang bersamaan dengan saudaraku." ( a2s / key )

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526