Berita Lain

Indeks Berita

 
Sabtu, 13/09/2008 04:36 WIB

Paszek Sang Pembunuh Raksasa
Arya Perdhana - detiksport


detiksport/Arya Perdhana

Nusa Dua - Usianya baru 17 tahun, namun mentalnya seperti seorang petenis senior. Tamira Paszek sukses membuat kejutan di Bali dengan menyingkirkan petenis unggulan, Flavia Pennetta.

Tak ada yang istimewa dari Paszek ketika ia datang ke Commonwealth Bank Tennis Classic, selain statusnya sebagai kontestan termuda di turnamen Tier III ini (gelar petenis tertua dimiliki Jill Craybass, 34 tahun).

Dari segi sosok pun Paszek relatif kurang meyakinkan. Tingginya yang 'hanya' 165 cm dengan badan yang cukup subur tampak kurang ideal dibanding, misalnya, Daniela Hantuchova.

Namun di lapangan, langkah Paszek mantap. Setelah mengatasi petenis kualifikasi asal Afrika Selatan, Natalie Grandin, di babak pertama, Paszek yang lahir dari ayah dan ibu keturunan Tanzania dan Cile tersebut langsung membuat kejutan di babak kedua.

Petenis Italia Sara Errani menjadi korban kedua Paszek. Petenis berperingkat 41 dunia itu ditundukkan Paszek dengan skor yang juga cukup telak, 6-0, 7-6. Padahal, Errani menyandang posisi unggulan kelima.

Gelar pembunuh raksasa layak disematkan kepada Paszek ketika dengan gemilang ia mampu menundukkan unggulan ketiga, Flavia Pennetta, di babak perempatfinal sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Yang hebat dari cara Paszek menang adalah kekuatan mentalnya. Pennetta, petenis peringkat 16 dunia, menang di set pembuka 6-4, yang lantas dibalas Paszek dengan sempurna melalui kemenangan 6-0 di set kedua.

Di set ketiga, Pennetta mulai frustasi dengan permainannya yang tak kunjung membaik hingga sempat dua kali membanting raketnya ke lapangan. Paszek sukses memanfaatkan keadaan dan dengan dingin menang 6-2.

“Saya benar-benar senang bisa berada di semifinal,” komentar Paszek pasca pertandingan dengan raut muka berbinar-binar seperti layaknya seorang remaja kebanyakan.

“Di set pertama, saya sedikit malas bergerak dan Pennetta sangat agresif. Namun di set kedua, saya bergerak lebih banyak dan permainan saya meningkat,” lanjut petenis yang mengaku sering melek di malam hari dan banyak tidur di pagi hari tersebut.

Dengan hasil ini, Paszek menjadikan dirinya sebagai satu-satunya petenis non-unggulan yang sukses melangkah hingga empat besar di Bali. Selanjutnya ia akan berjumpa unggulan teratas, Hantuchova.

Setelah membuat dua kejutan, siapkah Paszek membuat kejutan selanjutnya dengan menundukkan Hantuchova sekaligus mencetak kejutan terbesar dalam turnamen berhadiah total AS$ 225 ribu ini?

“Daniela pemain yang bagus. Saya hanya akan berusaha yang terbaik,” pungkas dia.

( arp / ian )
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526