Forum detikSport
- Kalender Event Olahraga... japra_kece
- Keluarga Besar Perisai Pu... yon_doang
- Rumah Tiger Wood... dekil
- Horeee... WSBK ada di Tra... gozel
- bwat penggemar base ball ... 'Insan
- [Merged=KUNG FU]Yuk belaj... shiyilang
Berita Lain
- Jumat, 28/11/2008 06:51 WIB
Buat Onar, Jimmy Connors Dibui - Kamis, 27/11/2008 08:25 WIB
Hamilton Bersanding dengan Britney - Rabu, 26/11/2008 01:06 WIB
Tamara, 'Si Pembangkit' yang Tak Cengeng - Senin, 24/11/2008 19:30 WIB
Pensiun Sebagai Pembalap, DC Jadi Ayah - Jumat, 21/11/2008 19:58 WIB
Cerai, Bernie Terancam Kehilangan Rp 44 M
Indeks Berita
Senin, 29/09/2008 13:11 WIB
Perayaan Rossi Libatkan 'Pengacara'
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Toru Yamanaka
Motegi - Urusan selebrasi, Valentino Rossi memang jagonya. Sesaat setelah menobatkan diri sebagai juara dunia MotoGP, The Doctor pun meminta bantuan 'pengacara' untuk mengesahkan titelnya.
Rossi merengkuh titel juara dunia MotoGP keenamnya di MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9/2008). Titel ini sekaligus menjadi gelar juara dunia ke-8-nya, di mana satu titel direbut di kelas 125cc dan satunya lagi di kelas 250cc.
Beberapa saat setelah menyentuh garis finis di posisi terdepan, Rossi lantas menepikan motornya. Di sisi trek, sudah menunggu seorang 'pengacara' bernama Ottavio Ottaviani (otto dalam bahasa Italia berarti delapan--red) lengkap dengan meja kerjanya.
Rossi lalu menyodorkan sejumlah 'dokumen' dan helmnya kepada sang 'pengacara'. 'Pengacara' itu lantas membubuhkan sebuah cap di helm pembalap 29 tahun itu sebagai tanda pengesahan atas titel juara dunia kedelapannya. Di cap tersebut, ada figur angka delapan dalam ukuran yang cukup besar.
Belakangan di garasi Yamaha, helm tersebut turut ditandatangani oleh segenap kru tim berlambang garputala itu untuk kemudian akan disimpan di museum pribadi Rossi di kota Tavullia.
Selain membawa-bawa 'pengacara', Rossi juga menyampaikan permohonan maaf dengan tulisan 'sorry for the delay' alias 'maaf atas keterlambatannya' yang terpampang di kaos putih yang dikenakannya.
Maksudnya, Rossi ingin meminta maaf karena para penggemarnya harus menunggu lebih dari dua tahun untuk melihat Rossi bertahta lagi sebagai juara dunia untuk kali yang kedelapan.
Kali terakhir Rossi menjadi juara dunia adalah pada tahun 2005. Tahun 2006, titel juara dunia disabet pembalap Honda, Nicky Hayden. Di musim berikutnya, giliran Casey Stoner (Ducati) yang menggondol titel jawara sejagad.
Itu semua masih belum habis. Di sisi belakang kaos putih Rossi, ada gambar karikatur dirinya tengah memasak Zupa Mondiale alias sup juara dunia. Di sana terpampang bahan-bahan pembuatan sup istimewa tersebut.
150 kilogram Yamaha, 70 kg Rossi, 2 Bridgestone, daftar panjang para mekanik dan sahabat-sahabat adalah bahan-bahan yang tercantum di resep Zupa Mondiale itu.
( arp / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Perayaan Rossi Libatkan 'Pengacara'
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Toru Yamanaka
Rossi merengkuh titel juara dunia MotoGP keenamnya di MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9/2008). Titel ini sekaligus menjadi gelar juara dunia ke-8-nya, di mana satu titel direbut di kelas 125cc dan satunya lagi di kelas 250cc.
Beberapa saat setelah menyentuh garis finis di posisi terdepan, Rossi lantas menepikan motornya. Di sisi trek, sudah menunggu seorang 'pengacara' bernama Ottavio Ottaviani (otto dalam bahasa Italia berarti delapan--red) lengkap dengan meja kerjanya.
Rossi lalu menyodorkan sejumlah 'dokumen' dan helmnya kepada sang 'pengacara'. 'Pengacara' itu lantas membubuhkan sebuah cap di helm pembalap 29 tahun itu sebagai tanda pengesahan atas titel juara dunia kedelapannya. Di cap tersebut, ada figur angka delapan dalam ukuran yang cukup besar.
Belakangan di garasi Yamaha, helm tersebut turut ditandatangani oleh segenap kru tim berlambang garputala itu untuk kemudian akan disimpan di museum pribadi Rossi di kota Tavullia.
Selain membawa-bawa 'pengacara', Rossi juga menyampaikan permohonan maaf dengan tulisan 'sorry for the delay' alias 'maaf atas keterlambatannya' yang terpampang di kaos putih yang dikenakannya.
Maksudnya, Rossi ingin meminta maaf karena para penggemarnya harus menunggu lebih dari dua tahun untuk melihat Rossi bertahta lagi sebagai juara dunia untuk kali yang kedelapan.
Kali terakhir Rossi menjadi juara dunia adalah pada tahun 2005. Tahun 2006, titel juara dunia disabet pembalap Honda, Nicky Hayden. Di musim berikutnya, giliran Casey Stoner (Ducati) yang menggondol titel jawara sejagad.
Itu semua masih belum habis. Di sisi belakang kaos putih Rossi, ada gambar karikatur dirinya tengah memasak Zupa Mondiale alias sup juara dunia. Di sana terpampang bahan-bahan pembuatan sup istimewa tersebut.
150 kilogram Yamaha, 70 kg Rossi, 2 Bridgestone, daftar panjang para mekanik dan sahabat-sahabat adalah bahan-bahan yang tercantum di resep Zupa Mondiale itu.
( arp / arp )
Komentar terkini (21 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
