Forum detikSport
- Etihad Airways Abu Dhabi ... Zero99
- Prediksi Susunan Pembalap... dasawidyantara
- Sistem Medali tidak efekt... frenks
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Selasa, 02/12/2008 05:20 WIB
Renault Bidik Juara Dunia Bersama Alonso - Selasa, 02/12/2008 01:42 WIB
Hamilton 'Rancang' Sirkuit Super - Senin, 01/12/2008 17:11 WIB
Impian Vettel Perkuat Ferrari - Senin, 01/12/2008 05:00 WIB
Go-Kart Challenge
Ngotot-nya Rubinho Coba Pikat Honda - Senin, 01/12/2008 03:18 WIB
Go-Kart Challenge
Barrichello Ungguli Massa & Schumi - Minggu, 30/11/2008 19:12 WIB
'Sistem Medali Merugikan Tim Kecil'
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Senin, 06/10/2008 17:40 WIB
Jelang GP Jepang
Hamilton Kini Lebih Berhati-hati
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters
Jakarta - GP Singapura diakui Lewis Hamilton mengajarkannya banyak hal demi meraih titel juara dunia. Pengalaman terbaik yang dia dapat dari balapan malam di jalan raya itu adalah untuk lebih berhati-hati.
Hamilton sempat dikritik lantaran gaya membalapnya yang terlalu agresif. Di GP Singapura lalu dia sempat melakukan hal yang sama saat berusaha menyalip David Couldhard, tindakan yang berisiko besar mengingat keunggulan poin atas Felipe Massa yang sangat tipis dan balapan yang tinggal menysiakan beberapa seri lagi.
Kondisi tersebut disadari betul oleh Hamilton masih di balapan yang sama. Jagoan McLaren Mercedes itu terlihat tak terlalu bernafsu menyerang Nico Rosberg untuk meraih posisi dua saat balapan tinggal menyisakan beberapa lap.
"Saya berpikir kalau Singapura menjadi pelajaran sekaligus pengalaman berharga. Saya benci membalap demi mendapatkan poin, tapi kita semua melihat keuntungan melakukan pendekatan tersebut di saat seperti ini," ungkap Hamilton seperti diberitakan BBC.
Dengan tiga seri tersisa, termasuk GP Jepang akhir pekan ini, peluang Hamilton merengkuh titel juara dunianya terbuka lebar. Dan pelajaran untuk lebih berhati-hati mungkin benar akan menjadi senjata utamanya menjadi kampiun F1.
Tahun lalu saat memasuki GP Jepang Hamilton dalam posisi memimpin klasemen dengan poin 97, unggul 13 poin atas Kimi Raikkonen di posisi kedua. Namun akibat kesalahan fatal yang dia lakukan di pit lane GP Cina dan cuma finis di posisi tujuh pada seri terakhir di Interlagos, Hamilton akhirnya cuma duduk di posisi dua klasemen akhir dan hanya kalah satu angka dari Kimi yang menjadi juara dunia. ( din / din )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Jelang GP Jepang
Hamilton Kini Lebih Berhati-hati
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters
Hamilton sempat dikritik lantaran gaya membalapnya yang terlalu agresif. Di GP Singapura lalu dia sempat melakukan hal yang sama saat berusaha menyalip David Couldhard, tindakan yang berisiko besar mengingat keunggulan poin atas Felipe Massa yang sangat tipis dan balapan yang tinggal menysiakan beberapa seri lagi.
Kondisi tersebut disadari betul oleh Hamilton masih di balapan yang sama. Jagoan McLaren Mercedes itu terlihat tak terlalu bernafsu menyerang Nico Rosberg untuk meraih posisi dua saat balapan tinggal menyisakan beberapa lap.
"Saya berpikir kalau Singapura menjadi pelajaran sekaligus pengalaman berharga. Saya benci membalap demi mendapatkan poin, tapi kita semua melihat keuntungan melakukan pendekatan tersebut di saat seperti ini," ungkap Hamilton seperti diberitakan BBC.
Dengan tiga seri tersisa, termasuk GP Jepang akhir pekan ini, peluang Hamilton merengkuh titel juara dunianya terbuka lebar. Dan pelajaran untuk lebih berhati-hati mungkin benar akan menjadi senjata utamanya menjadi kampiun F1.
Tahun lalu saat memasuki GP Jepang Hamilton dalam posisi memimpin klasemen dengan poin 97, unggul 13 poin atas Kimi Raikkonen di posisi kedua. Namun akibat kesalahan fatal yang dia lakukan di pit lane GP Cina dan cuma finis di posisi tujuh pada seri terakhir di Interlagos, Hamilton akhirnya cuma duduk di posisi dua klasemen akhir dan hanya kalah satu angka dari Kimi yang menjadi juara dunia. ( din / din )
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
