Forum detikSport
- Berita Duka... Hideki2905
- Apa kabar doni tata??... frenks
- coment lw tentang moto gp... pemuLa
- Tempat Ngobrol2nya Moto G... Gomes
- [Merge Threads] For Rossi... fitri2107
- Absen dulu yuk............. maungv
Berita Lain
- Senin, 01/12/2008 18:10 WIB
Rossi Tantang Bayliss Balapan Superbike - Sabtu, 29/11/2008 17:38 WIB
Kalahkan Pedrosa, Penting bagi Rossi - Jumat, 28/11/2008 03:03 WIB
Ujicoba Jerez
Rossi Tercepat di Akhir 2008 - Kamis, 27/11/2008 19:12 WIB
Dua Pekan Lagi Stoner Mulai Berlatih - Kamis, 27/11/2008 04:41 WIB
Ujicoba Jerez
Pedrosa Tercepat, Rossi Kedua
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit MotoGP 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender MotoGP 2008
Rabu, 08/10/2008 00:06 WIB
Nasib Stoner Bisa Seperti Kevin Schwantz
Kris Fathoni W - detiksport

Jakarta - Kevin Schwantz terpaksa meninggalkan ajang balap motor tahun 1995, setelah dua tahun sebelumnya jadi juara dunia 500cc, dikarenakan cedera. Hal yang sama bisa saja menimpa juara dunia MotoGP 2007 Casey Stoner.
Cedera lama di bagian pergelangan tangan belakangan ini menghinggapi Stoner lagi. Pembalap Ducati itu lantas telah disarankan untuk segera naik meja operasi, meski dia masih ingin menundanya sampai akhir musim.
Proses operasi tersebut dikatakan Stoner harus dilakukan untuk menyelamatkan karir membalapnya. Dia menambahkan bahwa tiga orang dokter di tiga buah negara sudah menyatakan bahwa operasi adalah hal yang tak terelakkan.
Namun demikian, dokter MotoGP Claudio Costa punya penilaian lain. Menilik dari penampilan Stoner yang tampak tak terhambat cedera saat meraja di Australia akhir pekan lalu, menurut Costa operasi malah jadi langkah riskan.
"Kalau Stoner bisa berkendara sebagaimana yang dilakukannya di hari Minggu, maka operasi bisa berbahaya. Itu dikarenakan letaknya ada di area di mana persediaan darah tidaklah banyak, dan ada kemungkinan tulangnya takkan pulih terbentuk lagi," analisa Costa kepada Gazzetta dello Sport yang diwartakan Autosport.
Dampak terburuk akibat hal tersebut, imbuh Costa, adalah Stoner nantinya harus pensiun sebagai pembalap. "Hal semacam itulah yang memaksa Kevin Schwantz dan Doriano Romboni untuk mundur."
Setelah mengalami sejumlah crash di musim 1994, Schwantz yang adalah salah satu pembalap motor legendaris Amerika Serikat tersebut terpaksa pensiun di awal musim 1995.
Hal serupa dialami oleh Ramboni yang pada awal musim 1999 tampil apik di ajang Superbike. Laju positif pembalap Italia yang saat itu menunggangi Ducati tersebut harus berakhir dengan tragedi setelah bertabrakan dengan Aaron Slight sehingga mendapat cedera kaki. Karir Ramboni langsung redup kendati sempat kembali sesaat tahun 2000 dan 2004.
( krs / a2s )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Nasib Stoner Bisa Seperti Kevin Schwantz
Kris Fathoni W - detiksport

Cedera lama di bagian pergelangan tangan belakangan ini menghinggapi Stoner lagi. Pembalap Ducati itu lantas telah disarankan untuk segera naik meja operasi, meski dia masih ingin menundanya sampai akhir musim.
Proses operasi tersebut dikatakan Stoner harus dilakukan untuk menyelamatkan karir membalapnya. Dia menambahkan bahwa tiga orang dokter di tiga buah negara sudah menyatakan bahwa operasi adalah hal yang tak terelakkan.
Namun demikian, dokter MotoGP Claudio Costa punya penilaian lain. Menilik dari penampilan Stoner yang tampak tak terhambat cedera saat meraja di Australia akhir pekan lalu, menurut Costa operasi malah jadi langkah riskan.
"Kalau Stoner bisa berkendara sebagaimana yang dilakukannya di hari Minggu, maka operasi bisa berbahaya. Itu dikarenakan letaknya ada di area di mana persediaan darah tidaklah banyak, dan ada kemungkinan tulangnya takkan pulih terbentuk lagi," analisa Costa kepada Gazzetta dello Sport yang diwartakan Autosport.
Dampak terburuk akibat hal tersebut, imbuh Costa, adalah Stoner nantinya harus pensiun sebagai pembalap. "Hal semacam itulah yang memaksa Kevin Schwantz dan Doriano Romboni untuk mundur."
Setelah mengalami sejumlah crash di musim 1994, Schwantz yang adalah salah satu pembalap motor legendaris Amerika Serikat tersebut terpaksa pensiun di awal musim 1995.
Hal serupa dialami oleh Ramboni yang pada awal musim 1999 tampil apik di ajang Superbike. Laju positif pembalap Italia yang saat itu menunggangi Ducati tersebut harus berakhir dengan tragedi setelah bertabrakan dengan Aaron Slight sehingga mendapat cedera kaki. Karir Ramboni langsung redup kendati sempat kembali sesaat tahun 2000 dan 2004.
( krs / a2s )
Komentar terkini (32 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
