Forum detikSport
- Etihad Airways Abu Dhabi ... Zero99
- Prediksi Susunan Pembalap... dasawidyantara
- Sistem Medali tidak efekt... frenks
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Scuderia Ferrari Marlboro... Joxhua
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
Berita Lain
- Selasa, 02/12/2008 05:20 WIB
Renault Bidik Juara Dunia Bersama Alonso - Selasa, 02/12/2008 01:42 WIB
Hamilton 'Rancang' Sirkuit Super - Senin, 01/12/2008 17:11 WIB
Impian Vettel Perkuat Ferrari - Senin, 01/12/2008 05:00 WIB
Go-Kart Challenge
Ngotot-nya Rubinho Coba Pikat Honda - Senin, 01/12/2008 03:18 WIB
Go-Kart Challenge
Barrichello Ungguli Massa & Schumi - Minggu, 30/11/2008 19:12 WIB
'Sistem Medali Merugikan Tim Kecil'
Indeks Berita
Baca Juga
Pit Stop, Yellow Flag, Paddock, Sirkuit F1 2008, Profil Tim, Klasemen Pembalap, Klasemen Konstruktor, Kalender F1 2008
Minggu, 12/10/2008 03:04 WIB
Kubica Serang Hamilton
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Kubica-Hamilton (AFP)
Fuji - Ron Dennis menganggap Lewis Hamilton memiliki kemampuan luar biasa dalam menyalip lawan-lawannya. Tapi Robert Kubica menilai pembalap Inggris itu "terlalu agresif" dan "berbahaya".
Yang dijadikan tolok ukur Kubica untuk memberi nilai negatif pada Hamilton adalah apa yang terjadi di GP Italia bulan lalu. Ketika itu pembalap Toyota Timo Glock terpaksa "mampir" ke trek rumput dan Mark Webber (Red Bull) mesti keluar dari lintasan demi menghindar dari kemungkinan buruk saat dibalap Hamilton.
Pembalap McLaren tersebut mampu finish di urutan ketujuh walaupun start dari posisi ke-15. Namun, Kubica beranggapan bahwa Hamilton lebih pantas diganjar penalti atas kecerobohan yang membahayakan pembalap lain.
"Apa yang dia lakukan terlalu berlebihan dan berbahaya,” cetus Kubica kepada Bild Zeitung. "Ini sebuah topik bahasan (dalam pertemuan pembalap) dan kebanyakan dari mereka punya pandangan serupa. Kalau seseorang diperbolehkan melakukan itu, berarti kami tak punya pengaruh."
Hamilton sudah mengetahui pernyataan Kubica dan menolak meladeni pembalap Polandia itu. Ia hanya mengatakan, "Aku hanya bicara di atas trek. Aku tidak tertarik membahasnya. Menurutku semua orang memiliki opini dan aku bisa menghormati itu."
Jika Hamilton "santai", tidak demikian dengan bosnya di McLaren, Ron Dennis. Ia membela pembalapnya itu dan menyerang balik Kubica.
"Sebaiknya dia fokus pada cara menyetir dia saja," sergahnya setelah Hamilton mencatat waktu terbaik dalam sesi kualifikasi untuk GP Jepang, Sabtu (11/10/2008).
"Urusan baik buruknya penampilan pembalap sudah ada yang bertanggung jawab. Sudah ada aturan yang jelas soal itu.
Dennis juga memuji kehebatan Hamilton saat menyalip lawan-lawannya, sementara hal itulah yang dikecam dari Kubica.
"Segar lagi rasanya punya seorang pembalap bertalenta yang memiliki kemampuan dalam melakukan overtake, serta membuat keputusan-keputusan yang berani dalam musim keduanya di Formula 1."
( a2s / arp )
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
Kubica Serang Hamilton
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Kubica-Hamilton (AFP)
Yang dijadikan tolok ukur Kubica untuk memberi nilai negatif pada Hamilton adalah apa yang terjadi di GP Italia bulan lalu. Ketika itu pembalap Toyota Timo Glock terpaksa "mampir" ke trek rumput dan Mark Webber (Red Bull) mesti keluar dari lintasan demi menghindar dari kemungkinan buruk saat dibalap Hamilton.
Pembalap McLaren tersebut mampu finish di urutan ketujuh walaupun start dari posisi ke-15. Namun, Kubica beranggapan bahwa Hamilton lebih pantas diganjar penalti atas kecerobohan yang membahayakan pembalap lain.
"Apa yang dia lakukan terlalu berlebihan dan berbahaya,” cetus Kubica kepada Bild Zeitung. "Ini sebuah topik bahasan (dalam pertemuan pembalap) dan kebanyakan dari mereka punya pandangan serupa. Kalau seseorang diperbolehkan melakukan itu, berarti kami tak punya pengaruh."
Hamilton sudah mengetahui pernyataan Kubica dan menolak meladeni pembalap Polandia itu. Ia hanya mengatakan, "Aku hanya bicara di atas trek. Aku tidak tertarik membahasnya. Menurutku semua orang memiliki opini dan aku bisa menghormati itu."
Jika Hamilton "santai", tidak demikian dengan bosnya di McLaren, Ron Dennis. Ia membela pembalapnya itu dan menyerang balik Kubica.
"Sebaiknya dia fokus pada cara menyetir dia saja," sergahnya setelah Hamilton mencatat waktu terbaik dalam sesi kualifikasi untuk GP Jepang, Sabtu (11/10/2008).
"Urusan baik buruknya penampilan pembalap sudah ada yang bertanggung jawab. Sudah ada aturan yang jelas soal itu.
Dennis juga memuji kehebatan Hamilton saat menyalip lawan-lawannya, sementara hal itulah yang dikecam dari Kubica.
"Segar lagi rasanya punya seorang pembalap bertalenta yang memiliki kemampuan dalam melakukan overtake, serta membuat keputusan-keputusan yang berani dalam musim keduanya di Formula 1."
( a2s / arp )
Komentar terkini (11 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.comKirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526
