Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Jumat, 10/07/2009 22:57 WIB
Edu Berharap Komdis Bisa Bijak
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Jakarta - Sebagai kapten tim Persipura Jayapura, Eduard Ivak Dalam, mengaku siap menerima sanksi yang akan diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tapi ia berharap agar Komdis lebih bijak dalam menentukan hukumannya. ( mrp / roz )

Komentar terkini (5 Komentar)
    thecat, Apa beda BIJAK dan Pintar? Pintar melihat berbagai alternatip keputusan dan konsekuensinya, lalu memilih alternatip terbaik sesuai kriteria yg dinginkan. Bijak mampu merasakan dan menyadari yg baik dan yg buruk, dan mampu menjauhkan diri dan lepas dari yg buruk. Sehingga ybs senantiasa berada pada pihak yg beruntung dan berkembang maju. PSSI bagaimana? Apa menyukai keburukan atau kebaikan? Keadilan atau kebatilan? Heeei, percayalah. Waktumu akan segera tiba. Menyukai kebatilan dan menista korban kebatilan. Kau kira alam ini berdiam saja atas ketidak-seimbangan yg kau lakukan? Kau tdk bisa melawan hukum alam. Kau boleh tengil, sampai tdk sadar, jika kelakuanmu sdh melewati batas hk alam. Dan kau kena ajabnya. Sadarlah
    thecat, Apa beda BIJAK dan Pintar? Pintar melihat berbagai alternatip keputusan dan konsekuensinya, lalu memilih alternatip terbaik sesuai kriteria yg dinginkan. Bijak mampu merasakan dan menyadari yg baik dan yg buruk, dan mampu menjauhkan diri dan lepas dari yg buruk. Sehingga ybs senantiasa berada pada pihak yg beruntung dan berkembang maju. PSSI bagaimana? Apa menyukai keburukan atau kebaikan? Keadilan atau kebatilan? Heeei, percayalah. Waktumu akan segera tiba. Menyukai kebatilan dan menista korban kebatilan. Kau kira alam ini berdiam saja atas ketidak-seimbangan yg kau lakukan? Kau tdk bisa melawan hukum alam. Kau boleh tengil, sampai tdk sadar, jika kelakuanmu sdh melewati batas hk alam. Dan kau kena ajabnya. Sadarlah
    thecat, Apa beda BIJAK dan Pintar? Pintar melihat berbagai alternatip keputusan dan konsekuensinya, lalu memilih alternatip terbaik sesuai kriteria yg dinginkan. Bijak mampu merasakan dan menyadari yg baik dan yg buruk, dan mampu menjauhkan diri dan lepas dari yg buruk. Sehingga ybs senantiasa berada pada pihak yg beruntung dan berkembang maju. PSSI bagaimana? Apa menyukai keburukan atau kebaikan? Keadilan atau kebatilan? Heeei, percayalah. Waktumu akan segera tiba. Menyukai kebatilan dan menista korban kebatilan. Kau kira alam ini berdiam saja atas ketidak-seimbangan yg kau lakukan? Kau tdk bisa melawan hukum alam. Kau boleh tengil, sampai tdk sadar, jika kelakuanmu sdh melewati batas hk alam. Dan kau kena ajabnya. Sadarlah
    Persipura, tetap akan seperti ini, jika pengurus tidak professional mengurus anak didiknya. kalo ngambekan terus di tingkat nasional divisi I, turunkan saja ke divisi II dan III kalau perlu. Harus belajar lagi dari awal untuk bisa jadi kesebelasan tingkat nasional. Ntar di tingkat laga internasional, kalau WO mo dikemanakan muka mu nak. miris banget deh
    art, alaahh... udah, mental anak kemarin sore aja mau maen sepakbola profesional.. Gaji minta level Piala Dunia, sikap n tingkah laku level tarkam... Ngeles aja jago.. Yang kaya gini ngomong soal bijak g bijak.?? duhh.. capek deh..

1





Baca juga: