Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Selasa, 19/02/2008 01:12 WIB

FIFA Ancam Embargo Spanyol
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport


AFP/Gianluigi Guercia

Jakarta - Bagi FIFA, pengaruh pemerintah terhadap organisasi sepakbola di negaranya harus diusahakan seminimal mungkin. Jika tidak, maka siap-siaplah mendapat ancaman embargo kompetisi dari FIFA, seperti yang dihadapi Spanyol saat ini.

Ya, federasi sepakbola Spanyol (RFEF) mendapat ancaman dikartu merah FIFA dari semua kompetisi yang diikutinya. Gara-garanya adalah upaya pemaksaan kehendak oleh pemerintah, dalam hal ini aturan kementerian baru Spanyol, untuk absen di event Olimpiade Beijing dan menggelar pemilihan umum sebelum Agustus.

"Spanyol bakal menyadari bahwa dirinya dalam situasi yang tidak menguntungkan di masa mendatang," ujar presiden FIFA Sepp Blatter seperti dikutip Yahoosports.

"Sungguh mengejutkan saya bahwa pemerintah meloloskan aturan kementerian yang menyatakan bahwa federasi olahraga yang tidak terlibat Olimpiade haru menggelar pemilihan umum sebelumnya."

Blatter pun memperingatkan bahwa pemerintah spanyol tinggal mengambil sikap dengan memilih apakah mereka ingin sepakbola hanya dimainkan di dalam negeri saja dan tanpa laga internasional. "Atau mereka bersedia menerima peraturan internasional dan timnas Spanyol (juga klub-klub Spanyol) bisa mengikuti kompetisi Internasional," tukasnya.

"Berat memang, tapi hanya butuh waktu 6 jam untuk menghubungi dan mengumpulkan anggota komite FIFA menggelar rapat darurat, untuk mendengarkan dan memutuskan mengenai hukuman untuk Spanyol," imbuh Blatter.

Jika aturan tersebut tidak dicabut, maka timnas Spanyol harus rela kehilangan haknya tampil di putaran final Euro 2008. Selain itu, Barcelona dan Real Madrid juga menjadi korban karena peluangnya untuk terus maju ke putaran final Liga Champions menjadi sirna, demikian juga perwakilan "Matador" di ajang Piala UEFA.

Kondisi seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Blatter menyebutkan bahwa posisi Spanyol saat ini sama dengan Yunani di tahun 2006. "Saya harap solusi semua ini segera ditemukan dan secepatnya kami bisa menyatakan masalah ini sudah rampung," tutup Blatter.

( ian / krs )

Baca juga: