- Pelatih terhebat Dunia!!!... Shiyi lang
- komersial break yg lucu t... WalahBacoD
- Holland Eredivisie... OverHeadMachine
- Pemain Muda Paling Berbak... Il_Pinturicchio
- Inggris yang Tidak Lolos... Mr. Thinking
- Klub-klub terbaik di duni... Joel Milanisti
Berita Lain
- Sabtu, 05/07/2008 04:35 WIB
Zenit: Wenger Rubah Licik - Sabtu, 05/07/2008 00:23 WIB
Van Basten Pergi, Van Bommel Kembali - Jumat, 04/07/2008 11:15 WIB
Kewell Gabung Galatasaray - Jumat, 04/07/2008 03:26 WIB
Bintang Dunia dalam 'Goal4Africa' - Jumat, 04/07/2008 02:31 WIB
Rocchi Pimpin Azzurrini ke Olimpiade
Indeks Berita
Baca Juga
Klasemen Liga Champions, Klasemen Piala UEFA, Klasemen Belanda, Klasemen Portugal, Klasemen Prancis, Siaran Langsung
Rabu, 12/03/2008 05:36 WIB
Liga Champions
Kartu Merah, Momok bagi Inter
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Paul Ellis
Milan - Dalam dua laga Liga Champions melawan Liverpool, Inter Milan harus bermain dengan 10 orang. Setelah Marco Materazzi di leg I, giliran Nicolas Burdisso yang dikeluarkan oleh wasit di laga kedua.
Bak sebuah kutukan, Nerazzurri harus menutup dua laga mereka melawan The Reds dengan hanya 10 pemain. Uniknya, baik Materazzi maupun Burdisso berposisi sebagai bek, sebuah posisi yang bisa dibilang sangat sentral untuk pertandingan fase knock-out Liga Champions.
Sungguh sangat ironis jika akhirnya Inter harus kehilangan pemain di pos penting tersebut. Apalagi gol-gol Liverpool baik di laga pertama maupun kedua terjadi setelah wasit memberikan kartu merah kepada pemain mereka, artinya La Benamata harus menderita kebobolan ketika mereka tengah pincang.
Seberapa besar pengaruh kehilangan seorang pemain bagi permainan skuad Roberto Mancini itu? Menurut kapten Liverpool, Steven Gerrard, Inter merupakan tim yang sangat sulit dikalahkan jika mereka bermain dengan 11 orang. Ditambahkan olehnya, kemenangan 1-0 timnya baru bisa tercapai setelah Burdisso dikeluarkan wasit Tom Henning.
"Saya tidak bisa mengatakan ini (pertandingan) mudah, mereka adalah tim yang bagus. Sebelum terjadi kartu merah kami sangat kesulitan," ujar Gerrard seusai pertandingan seperti dilansir Goal.
Pernyataan Gerrard itu ternyata setali tiga uang dengan perkataan Mancini. Bagi Mancio perbedaan antara timnya dengan Liverpool hanyalah sebuah kartu merah. Kepada Football Italia, ia mengaku kecewa bahwa skuadnya harus tersingkir dengan cara seperti itu.
"Sangat jelas kami bisa mendapatkan sesuatu dari peluang yang kami punya, sebuah gol pasti bisa mengubah semuanya. Sayangnya, lagi-lagi kami harus bermain dengan 10 orang dan itu membuat pertandingan menjadi berbeda," tandasnya.
"Sangat menyakitkan harus tersingkir, tetapi setelah dua pertandingan saya menyadari perbedaan kami dengan Liverpool hanya berada di kartu merah," imbuh Mancini.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, apapun perasaan yang tengah menghinggapi skuad Inter mereka harus menerima kenyataan tersingkir dari Liga Champions. Mungkin ada baiknya bila rival AC Milan itu memberikan peringatan kepada para pemainnya untuk bermain lebih sabar di lain kesempatan karena hal tersebut terkadang bisa menentukan hasil akhir pertandingan.
"Faktanya, sekali lagi kami harus bermain dengan 10 orang dan Burdisso seharusnya memang bermain lebih hati-hati," sesal Mancini. ( din / ian )
Liga Champions
Kartu Merah, Momok bagi Inter
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Paul Ellis
Bak sebuah kutukan, Nerazzurri harus menutup dua laga mereka melawan The Reds dengan hanya 10 pemain. Uniknya, baik Materazzi maupun Burdisso berposisi sebagai bek, sebuah posisi yang bisa dibilang sangat sentral untuk pertandingan fase knock-out Liga Champions.
Sungguh sangat ironis jika akhirnya Inter harus kehilangan pemain di pos penting tersebut. Apalagi gol-gol Liverpool baik di laga pertama maupun kedua terjadi setelah wasit memberikan kartu merah kepada pemain mereka, artinya La Benamata harus menderita kebobolan ketika mereka tengah pincang.
Seberapa besar pengaruh kehilangan seorang pemain bagi permainan skuad Roberto Mancini itu? Menurut kapten Liverpool, Steven Gerrard, Inter merupakan tim yang sangat sulit dikalahkan jika mereka bermain dengan 11 orang. Ditambahkan olehnya, kemenangan 1-0 timnya baru bisa tercapai setelah Burdisso dikeluarkan wasit Tom Henning.
"Saya tidak bisa mengatakan ini (pertandingan) mudah, mereka adalah tim yang bagus. Sebelum terjadi kartu merah kami sangat kesulitan," ujar Gerrard seusai pertandingan seperti dilansir Goal.
Pernyataan Gerrard itu ternyata setali tiga uang dengan perkataan Mancini. Bagi Mancio perbedaan antara timnya dengan Liverpool hanyalah sebuah kartu merah. Kepada Football Italia, ia mengaku kecewa bahwa skuadnya harus tersingkir dengan cara seperti itu.
"Sangat jelas kami bisa mendapatkan sesuatu dari peluang yang kami punya, sebuah gol pasti bisa mengubah semuanya. Sayangnya, lagi-lagi kami harus bermain dengan 10 orang dan itu membuat pertandingan menjadi berbeda," tandasnya.
"Sangat menyakitkan harus tersingkir, tetapi setelah dua pertandingan saya menyadari perbedaan kami dengan Liverpool hanya berada di kartu merah," imbuh Mancini.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, apapun perasaan yang tengah menghinggapi skuad Inter mereka harus menerima kenyataan tersingkir dari Liga Champions. Mungkin ada baiknya bila rival AC Milan itu memberikan peringatan kepada para pemainnya untuk bermain lebih sabar di lain kesempatan karena hal tersebut terkadang bisa menentukan hasil akhir pertandingan.
"Faktanya, sekali lagi kami harus bermain dengan 10 orang dan Burdisso seharusnya memang bermain lebih hati-hati," sesal Mancini. ( din / ian )


