- Pemain Muda Paling Berbak... Il_Pinturicchio
- Inggris yang Tidak Lolos... Mr. Thinking
- Tim Yang Paling Di Sayaan... langithitam
Berita Lain
- Rabu, 14/05/2008 11:10 WIB
Urusi Sepatu Berhadiah Mercy - Selasa, 13/05/2008 13:30 WIB
Ronaldo Hamili Pacar? - Minggu, 11/05/2008 12:35 WIB
Figo Diserang Isu Kucing - Minggu, 11/05/2008 09:20 WIB
Sepupu Rooney Pamer Dada Baru - Kamis, 08/05/2008 07:07 WIB
Koleksi Unik Wasit Purwanto
Indeks Berita
Selasa, 29/04/2008 11:57 WIB
Kisah Ronaldo yang Tertipu Waria
Kris Fathoni W - detiksport

AFP
Rio De Janeiro - Penyerang AC Milan Ronaldo tengah absen panjang dari lapangan karena cedera. Waktu pemulihan salah satunya juga diisi dia dengan "bersenang-senang", meski salah sasaran karena yang digaetnya ternyata waria!
Ronaldo kini tengah berada di negeri kelahirannya, Brasil, dalam rangka proses penyembuhan. Dalam waktu enam bulan ke depan, dia diperkirakan baru bisa kembali beraksi di lapangan.
Selama masa enam bulan tersebut, Ronaldo sepertinya enggan hanya terpekur di ranjang menekuri nasib. Berbagai aktivitas untuk membunuh waktu dijalani, salah satunya dengan pelesir cuci mata, seperti yang dilakukannya pada Minggu (27/4/2008) malam, di Rio de Janeiro, Brasil.
Entah memang sudah dari awal diniatkan atau timbul secara spontan, yang pasti Ronaldo saat itu ingin memuaskan hasrat kelakian-lakiannya. Alhasil, setelah sebelumnya menyetujui harga, beberapa kupu-kupu malam pun kemudian diboyongnya menuju sebuah motel.
Apa lacur, di sana baru ketahuan kalau sosok molek yang siap menemaninya di ranjang itu ternyata adalah waria. Ini jelas bukan keinginan Ronaldo. Kedua pihak pun kemudian bersitegang sehingga harus melibatkan aparat polisi setempat.
Kepada polisi, Ronaldo mengaku sudah menawarkan tetap membayar para waria tersebut kendati tak jadi memakai jasanya. Namun sebelum dia pergi, salah satu waria malah minta uang sebesar 30 ribu dolar (sekitar Rp 280 juta) untuk biaya tutup mulut agar kisah itu tak bocor ke media. Kubu waria juga menuding kalau Ronaldo memaksa mereka membeli obat-obatan terlarang.
Kedua pihak yang berselisih lantas secara sukarela menyambangi kantor polisi dan menjawab sederet pertanyaan-pertanyaan yang diajukan aparat. Namun pihak kepolisian, seperti dijelaskan Inspektur Carlos Augusto Nogueira, lebih percaya kepada versi si pemain bola karena para waria malah sudah angkat kaki sebelum pemeriksaan tuntas.
Walau sudah melibatkan polisi, Ronaldo tak bakal dikenai hukuman karena prostitusi di Brasil bukanlah sesuatu yang ilegal. "Dia mengakui semuanya, dia hanya ingin bersenang-senang. Tapi dia tak melakukan pelanggaran apapun, yah, paling hanya sekadar tindakan imoral," ujar Nogueira seperti dilansir AFP, Selasa (29/4/2008).
Praktis sudah tak ada masalah lagi kini, namun Ronaldo belum tenang. Pria 31 tahun itu bergegas mengeluarkan pernyataan resmi di TV Globo, di mana dia menyatakan telah jadi korban pemerasan dan menyanggah kalau dia pernah menggunakan obat-obatan terlarang.
Besok-besok, teliti dulu sebelum "membeli", Ronaldo.
( krs / key )
Kisah Ronaldo yang Tertipu Waria
Kris Fathoni W - detiksport

AFP
Ronaldo kini tengah berada di negeri kelahirannya, Brasil, dalam rangka proses penyembuhan. Dalam waktu enam bulan ke depan, dia diperkirakan baru bisa kembali beraksi di lapangan.
Selama masa enam bulan tersebut, Ronaldo sepertinya enggan hanya terpekur di ranjang menekuri nasib. Berbagai aktivitas untuk membunuh waktu dijalani, salah satunya dengan pelesir cuci mata, seperti yang dilakukannya pada Minggu (27/4/2008) malam, di Rio de Janeiro, Brasil.
Entah memang sudah dari awal diniatkan atau timbul secara spontan, yang pasti Ronaldo saat itu ingin memuaskan hasrat kelakian-lakiannya. Alhasil, setelah sebelumnya menyetujui harga, beberapa kupu-kupu malam pun kemudian diboyongnya menuju sebuah motel.
Apa lacur, di sana baru ketahuan kalau sosok molek yang siap menemaninya di ranjang itu ternyata adalah waria. Ini jelas bukan keinginan Ronaldo. Kedua pihak pun kemudian bersitegang sehingga harus melibatkan aparat polisi setempat.
Kepada polisi, Ronaldo mengaku sudah menawarkan tetap membayar para waria tersebut kendati tak jadi memakai jasanya. Namun sebelum dia pergi, salah satu waria malah minta uang sebesar 30 ribu dolar (sekitar Rp 280 juta) untuk biaya tutup mulut agar kisah itu tak bocor ke media. Kubu waria juga menuding kalau Ronaldo memaksa mereka membeli obat-obatan terlarang.
Kedua pihak yang berselisih lantas secara sukarela menyambangi kantor polisi dan menjawab sederet pertanyaan-pertanyaan yang diajukan aparat. Namun pihak kepolisian, seperti dijelaskan Inspektur Carlos Augusto Nogueira, lebih percaya kepada versi si pemain bola karena para waria malah sudah angkat kaki sebelum pemeriksaan tuntas.
Walau sudah melibatkan polisi, Ronaldo tak bakal dikenai hukuman karena prostitusi di Brasil bukanlah sesuatu yang ilegal. "Dia mengakui semuanya, dia hanya ingin bersenang-senang. Tapi dia tak melakukan pelanggaran apapun, yah, paling hanya sekadar tindakan imoral," ujar Nogueira seperti dilansir AFP, Selasa (29/4/2008).
Praktis sudah tak ada masalah lagi kini, namun Ronaldo belum tenang. Pria 31 tahun itu bergegas mengeluarkan pernyataan resmi di TV Globo, di mana dia menyatakan telah jadi korban pemerasan dan menyanggah kalau dia pernah menggunakan obat-obatan terlarang.
Besok-besok, teliti dulu sebelum "membeli", Ronaldo.
( krs / key )



