Berita Lain

Indeks Berita

Rabu, 30/04/2008 01:45 WIB

'Treble Horror' Leverkusen
Andi Abdullah Sururi - detiksport


Michael Ballack (ist)

Jakarta - Sudah berusia 100 tahun lebih tapi Bayer Leverkusen belum pernah sekalipun menjadi tim terbaik di negerinya sendiri. Mereka baru sekadar "nyaris juara" dan pernah mengalami keadaan 'Treble Horror' di musim 2001/2002.

Sejak berdiri di tahun 1904, baru dua piala tersimpan di lemari tropi mereka, yaitu Piala Jerman (1993) dan Piala UEFA (1988). Catatan terbaik mereka di Baundesliga adalah runner up 1997, 1999, 2000, dan 2002.

Musim 1999/2000 boleh jadi amat ditangisi fans klub berjulukan Werkself ("Factory Squad") itu. Di pertandingan terakhir mereka hanya butuh hasil seri melawan tim gurem Unterhaching untuk mememenangi titel pertamanya.

Apa yang terjadi? Leverkusen malah kalah 0-2 -- Michael Ballack membuat satu gol bunuh diri. Di pertandingan lain Bayern Munich menang 3-1 atas Werder Bremen sehingga berhasil menyalip Leverkusen dan tampil sebagai juara.

Dua tahun kemudian Leverkusen juga kehilangan gelar juara di pekan-pekan terakhir kompetisi. Gara-garanya mereka kalah dua kali dari tiga laga terakhirnya, sementara Borussia Dortmund memenangi tiga partai pamungkasnya sehingga berhak meraih tropi juara.

Tidak hanya Bundesliga, Leverkusen juga kehilangan dua kesempatan besar lain untuk merengkuh piala di musim ini. Mereka kalah 2-4 dari Schalke di final Piala Jerman, serta menyerah 1-2 dari Real Madrid di partai puncak Liga Champions.

Alhasil, alih-alih menjadi Treble Winner, Leverkusen malah mengalami horor tiga kali (Treble Horror) di musim itu (2001/2002). Meski begitu mereka menorehkan satu rekor yaitu tim pertama yang tak pernah juara di negaranya tapi mampu melaju ke final Liga Champions. ( a2s / din )

Baca juga: