Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Rabu, 14/05/2008 13:10 WIB

Demi Fokus, Inter Membisu Dulu
Kris Fathoni W - detiksport


inter.it

Milan - Laga menghadapi Parma akhir pekan ini akan jadi partai penentu buat Inter Milan guna mempertahankan gelar. Demi berkonsenstrasi penuh, pemain Nerazzuri pun diimbau berdiam diri dulu.

Sejumlah hasil mengecewakan dicatatkan Inter dalam beberapa penampilan terakhirnya. Hal itu berimbas terhadap keunggulan poin "La Beneamata" atas AS Roma, yang kini sudah terpangkas jadi satu angka saja.

Dalam pertandingan terakhirnya di pekan lalu, sebuah insiden bahkan terjadi ketika Marco 'Matrix' Materazzi "mencuri" bola dari tangan Julio Cruz. Sontekan Matrix lantas gagal berbuah gol dan pertandingan berakhir 2-2, sehingga timnya gagal juara.

Kegagalan tersebut membuat Matrix jadi kambing hitam kegagalan walau sudah melontarkan penyesalan. Nada serupa dituliskannya lagi dalam situs pribadinya.

"Saya memulai blog ini untuk berdialog dengan fans tapi saya takkan melakukannya pekan ini. Bukan karena saya tak ada sesuatu untuk dikatakan atau karena ingin menyembunyikan wajah. Saya selalu melakukannya dan kembali minta maaf untuk kegagalan penalti itu dan mengatakan saya kembali akan mencoba mengangkat kepala dan melihat ke depan," tukas Materazzi seperti dilansir Channel 4.

Matrix sepertinya kini memang jadi sosok antagonis. Bukan tidak mungkin gelar jadi melayang karena kelakuannya di laga kontra Siena tersebut.

Namun demikian, Inter enggan terpekur memikirkan kegagalan, karena masih ada satu laga sisa untuk jadi jawara. Diarahkannya fokus pada partai tersebut membuat Inter untuk sementara takkan berkomentar kepada pers, sehingga Matrix pun enggan bertutur panjang-panjang dalam tulisannya.

"Saya hanya mengikuti arahan klub, yang memilih untuk menghindari komentar jenis apapun pekan ini. Itu adalah sebuah cara untuk berkonsentrasi seratus persen dan fokus ke hari Minggu," tandas bek Italia itu.

Aksi diam kepada pers sebelumnya juga sudah pernah dilakukan Inter musim ini. Ketika itu mereka bungkam sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan media yang dinilai kerap menyudutkan.


( krs / a2s )
Komentar terkini (18 Komentar)

Baca juga: