Forum Sepakbola
- Winger yg pas untuk Inter... supredi
- pembelian terbaik di liga... babaL
- Siapa yang menjadi debuta... jamily10
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- Tempat Nongkrong Ngobrol ... maskiko
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Sabtu, 05/07/2008 04:28 WIB
Lima Pemain Terlibat Pengaturan Skor Seri A - Sabtu, 05/07/2008 02:03 WIB
Ranieri: Target Tak Tinggi, Hanya 'Berkembang' - Jumat, 04/07/2008 19:17 WIB
Mourinho: Arshavin Belum Matang - Jumat, 04/07/2008 10:30 WIB
Riise Merasa Cocok di Roma - Jumat, 04/07/2008 06:13 WIB
'Dinho 90 Persen ke Milan'
Indeks Berita
Baca Juga
Sabtu, 17/05/2008 18:00 WIB
'Inter Acap Panikan'
Kris Fathoni W - detiksport

inter.it
Milan - Rasa panik diakui mantan Pelatih Inter Milan Gigi Simoni acap menghantui dan jadi musuh besar "Nerazzuri". Namun, Inter dinilai tetap akan jadi jawara Seri A musim ini, pun jika tak tampil maksimal lawan Parma. Syaratnya: santai saja.
Sebelum Roberto Mancini menangani "La Beneamata", Simoni adalah pelatih yang paling nyaris membawa gelar Seri A ke Giuseppe Meazza di bawah periode kepemimpinan Massimo Moratti. Sayang saat itu, tahun 1998, Inter kehilangan gelar yang digondol Juventus dengan kontroversial.
Saat ini Inter sedang diambang meraih gelar untuk kali ketiga, namun mereka kian ditempel AS Roma yang kini hanya berjarak satu angka. Laga terakhir Seri A akhir pekan ini pun akan jadi penentu titel juara.
"Saya pikir Inter dan Roma akan sama-sama memenangi pertandingan mereka dan Nerazzuri akan jadi juara. Keduanya harus mendapat pujian setelah menjalani musim dengan bagus, karena hanya ada selisih tipis di antara keduanya," ceplos Simoni seperti dilansir Channel 4, Sabtu (17/5/2008).
Sebenarnya, Inter bisa memastikan titel lebih segera karena pada bulan Februari lalu sudah bisa unggul 11 angka. Namun mereka banyak terpeleset di beberapa laga, pada pekan 37 kontra Siena, misalnya. Fenomena ini, analisa Simoni, bukan hal baru buat Inter.
"Itu sudah terjadi beberapa kali. Kepanikan melanda dan itu menyelubungi klub, dari tim sampai pendukung, yang menyadari kalau pihaknya sedang kesulitan."
"Apapun juga, pekerjaan praktis sudah selesai sekarang. Parma (lawan Inter di pekan terakhir) harus dihormati, tapi bahkan skuad Inter yang bermain dengan kemampuan 60 persen seharusnya tetap bisa memenangi pertandingan itu. Mereka hanya harus rileks dan sadar kalau mereka jelas-jelas lebih kuat," tandas Simoni mendukung bekas timnya.
Simoni menangani Inter dari tahun 1997 sebelum akhirnya dipecat pada tahun 1999. Saat ini dia tengah membesut Lucchese, tim seri C1 Italia.
Di pekan terakhir Seri A, Inter akan dijamu Parma sementara Roma melawat ke Stadio Angelo Massimino markas Catania.
( krs / krs )
'Inter Acap Panikan'
Kris Fathoni W - detiksport

inter.it
Sebelum Roberto Mancini menangani "La Beneamata", Simoni adalah pelatih yang paling nyaris membawa gelar Seri A ke Giuseppe Meazza di bawah periode kepemimpinan Massimo Moratti. Sayang saat itu, tahun 1998, Inter kehilangan gelar yang digondol Juventus dengan kontroversial.
Saat ini Inter sedang diambang meraih gelar untuk kali ketiga, namun mereka kian ditempel AS Roma yang kini hanya berjarak satu angka. Laga terakhir Seri A akhir pekan ini pun akan jadi penentu titel juara.
"Saya pikir Inter dan Roma akan sama-sama memenangi pertandingan mereka dan Nerazzuri akan jadi juara. Keduanya harus mendapat pujian setelah menjalani musim dengan bagus, karena hanya ada selisih tipis di antara keduanya," ceplos Simoni seperti dilansir Channel 4, Sabtu (17/5/2008).
Sebenarnya, Inter bisa memastikan titel lebih segera karena pada bulan Februari lalu sudah bisa unggul 11 angka. Namun mereka banyak terpeleset di beberapa laga, pada pekan 37 kontra Siena, misalnya. Fenomena ini, analisa Simoni, bukan hal baru buat Inter.
"Itu sudah terjadi beberapa kali. Kepanikan melanda dan itu menyelubungi klub, dari tim sampai pendukung, yang menyadari kalau pihaknya sedang kesulitan."
"Apapun juga, pekerjaan praktis sudah selesai sekarang. Parma (lawan Inter di pekan terakhir) harus dihormati, tapi bahkan skuad Inter yang bermain dengan kemampuan 60 persen seharusnya tetap bisa memenangi pertandingan itu. Mereka hanya harus rileks dan sadar kalau mereka jelas-jelas lebih kuat," tandas Simoni mendukung bekas timnya.
Simoni menangani Inter dari tahun 1997 sebelum akhirnya dipecat pada tahun 1999. Saat ini dia tengah membesut Lucchese, tim seri C1 Italia.
Di pekan terakhir Seri A, Inter akan dijamu Parma sementara Roma melawat ke Stadio Angelo Massimino markas Catania.
( krs / krs )
Komentar terkini (12 Komentar)


