Forum Sepakbola
- Berbatov VS Torres... bayuyuyayu
- [Big Match] Chelsea vs Li... Midnight_Blue
- Nonton Liga Inggris GRATI... success
- The New Social Thread... publica
- All About Liverpool part ... YNWA
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Rabu, 08/10/2008 03:09 WIB
Sepakbola Inggris Berutang Rp 50 T - Rabu, 08/10/2008 01:45 WIB
Ramos Masih Aman - Selasa, 07/10/2008 10:14 WIB
Tevez Mulai Resah di MU - Selasa, 07/10/2008 07:25 WIB
'MU Siapkan Rp 300 M untuk Bintang Wigan' - Selasa, 07/10/2008 03:00 WIB
'Owen Belum Habis' - Selasa, 07/10/2008 02:23 WIB
Blatter Soroti Banyaknya Investor Asing di Inggris
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 14/12/2006 17:18 WIB
Nonton Langsung Chelsea vs Arsenal (4-Habis)
Menjelajah Pusat Belanja
Salomo Sihombing - detiksport

Jakarta - Hari ketiga di London dihabiskan untuk menikmati uang saku yang diberikan kepada peserta. Beberapa tempat belanja kami kunjungi, mulai dari Harrods yang terkenal mahal, sampai ke Camden Town untuk yang bermodal pas-pasan.
Sebagai pusat perbelanjaan di tengah London, Harrods bisa dibilang paling lengkap. Mulai dari aneka makanan dari seluruh negara termasuk Indonesia, pakaian segala jenis, minuman ringan hingga alkohol serta barang-barang antik untuk hadiah. Karena memasuki bulan Natal, suasana di dalam gedung megah dengan motif kuno itu pun dihiasi pernak-pernik Natal.
Namun Harrods juga terkenal dengan mahalnya, meski rombongan pejabat negara sering datang ke tempat ini untuk mencari marcendise yang ingin dibawa saat kembali ke negara asal. "Rombongan dari kedutaan Indonesia, juga sering ke sini," jelas Liza Arifin, membuat kening-kening mengkerut menyertai kepala yang mengangguk-angguk.
Lantas bagaimana jika yang melancong memiliki dana sangat terbatas? Camden Town menjadi alternatif. Tempat ini seperti Cihampelas di Bandung, satu blok yang menampung ratusan pedagang. Barang-barang yang dijual dari impor juga. Namun telitilah memeriksanya, karena tidak mustahil barang yang dijual di sini berasal dari Indonesia.
Untuk belanja di Camden Town, jangan ragu menawar. Harga tawarannya pun silakan diajukan serendah mungkin. Sebab memang sangat sulit menebak nilai sebenarnya. Jika beruntung, barang yang ditawar 25 poundsterling bisa menjadi 15 bahkan 10 poundsterling saja. Salah satu trik yang mungkin berguna untuk memuluskan penawaran adalah, ajaklah si pedagang ngobrol-ngobrol sebentar, diselingi pujian-pujian terhadap dirinya saat menawar. Biasanya pedagang di sini khususnya wanita, sangat suka dipuji.
Usai berbelanja, rombongan menuju rumah keluarga Liza yang berdomisili di Charlton untuk menikmati jamuan malam yang sudah disiapkan. Di daerah ini, kembali rombongan mendapati kenyataan unik saat singgah di stadion The Valey markas Charlton Athletic. Lokasi stadion berada persis di tengah perumahan. Bagi yang punya rumah bersebelahan dengan dinding stadion, tinggal buka pintu belakang atau jendela, maka terlihatlah isi stadion. Karena fasilitas ini, harga tanah di sekitar stadion pun sangat tinggi.
Sekitar pukul 22.00 waktu London kami kembali ke penginapan, berbenah untuk kembali ke Jakarta, Selasa (12/12/2006). Tidak seperti saat berangkat, kepulangan rombongan berlangsung cukup lancar, dan tiba di Jakarta, Rabu (13/12/2006) sore.
Demikianlah segelintir cerita pengalaman rombongan pemenang kuis English Premier League 3845 edisi 2006. Ingin mendapat pengalaman serupa, makanya ikuti kuis serupa edisi selanjutnya!
Foto: Empat peserta rombongan dan Liza Arifin berfoto di kompleks Tower of London (detiksport/Salomo Sihombing). ( lom / lom )
Nonton Langsung Chelsea vs Arsenal (4-Habis)
Menjelajah Pusat Belanja
Salomo Sihombing - detiksport

Sebagai pusat perbelanjaan di tengah London, Harrods bisa dibilang paling lengkap. Mulai dari aneka makanan dari seluruh negara termasuk Indonesia, pakaian segala jenis, minuman ringan hingga alkohol serta barang-barang antik untuk hadiah. Karena memasuki bulan Natal, suasana di dalam gedung megah dengan motif kuno itu pun dihiasi pernak-pernik Natal.
Namun Harrods juga terkenal dengan mahalnya, meski rombongan pejabat negara sering datang ke tempat ini untuk mencari marcendise yang ingin dibawa saat kembali ke negara asal. "Rombongan dari kedutaan Indonesia, juga sering ke sini," jelas Liza Arifin, membuat kening-kening mengkerut menyertai kepala yang mengangguk-angguk.
Lantas bagaimana jika yang melancong memiliki dana sangat terbatas? Camden Town menjadi alternatif. Tempat ini seperti Cihampelas di Bandung, satu blok yang menampung ratusan pedagang. Barang-barang yang dijual dari impor juga. Namun telitilah memeriksanya, karena tidak mustahil barang yang dijual di sini berasal dari Indonesia.
Untuk belanja di Camden Town, jangan ragu menawar. Harga tawarannya pun silakan diajukan serendah mungkin. Sebab memang sangat sulit menebak nilai sebenarnya. Jika beruntung, barang yang ditawar 25 poundsterling bisa menjadi 15 bahkan 10 poundsterling saja. Salah satu trik yang mungkin berguna untuk memuluskan penawaran adalah, ajaklah si pedagang ngobrol-ngobrol sebentar, diselingi pujian-pujian terhadap dirinya saat menawar. Biasanya pedagang di sini khususnya wanita, sangat suka dipuji.
Usai berbelanja, rombongan menuju rumah keluarga Liza yang berdomisili di Charlton untuk menikmati jamuan malam yang sudah disiapkan. Di daerah ini, kembali rombongan mendapati kenyataan unik saat singgah di stadion The Valey markas Charlton Athletic. Lokasi stadion berada persis di tengah perumahan. Bagi yang punya rumah bersebelahan dengan dinding stadion, tinggal buka pintu belakang atau jendela, maka terlihatlah isi stadion. Karena fasilitas ini, harga tanah di sekitar stadion pun sangat tinggi.
Sekitar pukul 22.00 waktu London kami kembali ke penginapan, berbenah untuk kembali ke Jakarta, Selasa (12/12/2006). Tidak seperti saat berangkat, kepulangan rombongan berlangsung cukup lancar, dan tiba di Jakarta, Rabu (13/12/2006) sore.
Demikianlah segelintir cerita pengalaman rombongan pemenang kuis English Premier League 3845 edisi 2006. Ingin mendapat pengalaman serupa, makanya ikuti kuis serupa edisi selanjutnya!
Foto: Empat peserta rombongan dan Liza Arifin berfoto di kompleks Tower of London (detiksport/Salomo Sihombing). ( lom / lom )
