Forum Sepakbola
- Jika APBD diutik2... sitambunsat
- Ayam Kinantan Ato Ayam Pe... brugsank
- Fans Persitara Tewas Dike... Ongko84
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Apa sih enaknya nonton se... Jack.set
Berita Lain
- Selasa, 07/10/2008 00:20 WIB
Pemain Persik Mulai Dilirik - Senin, 06/10/2008 19:29 WIB
Persiba Berburu Pelatih Lokal - Senin, 06/10/2008 18:54 WIB
Persiba Tundukkan Persitara 1-0 - Sabtu, 27/09/2008 00:05 WIB
Persik Bungkam Persija di GBK 3-1 - Jumat, 26/09/2008 14:43 WIB
Persik Sudah Ngos-ngosan - Jumat, 26/09/2008 01:33 WIB
Persiba Kalah, Pelatih Peter Terancam
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 12/09/2007 19:04 WIB
Persik Tertahan di Kandang
Samsul Hadi - detiksport
Kediri - "Macan Putih" Persik Kediri dipaksa bermain imbang 1-1 oleh "Macan Kemayoran" Persija Jakarta dalam pertandingan kandangnya di Stadion Brawijaya, Rabu (12/9/2007).
Hasil tidak maksimal ini sekaligus menjadi kegagalan Persik dalam membalaskan dendamnya dari tim yang sama, ketika kalah 1-2 di putaran pertama di Lebakbulus.
Gagal pula skuad Daniel Roekito masuk posisi empat besar di klasemen sementara Wilayah Barat, alias tetap di peringkat kelima dengan nilai 43. Adapun Persija menduduki tempat kedua dengan 47 poin, terpaut satu angka dengan Sriwijaya FC.
Sejak peluit ditiupkan wasit Madenuh dari Semarang, kedua tim tampak bermain hati-hati. Tuan rumah justru lebih banyak bertahan, tapi Persija pun enggan tergesa-gesa menyerang.
Persik unggul terlebih dahulu pada menit ke 27. Gol pembuka ini dicetak Cristian Gonzales setelah berhasil memanfaatklan bola muntah hasil tepisan penjaga gawang Persija, Eugin Khamaruk.
Di babak kedua Persik makin cenderung bertahan. Hanya sesekali mereka menyerang dengan mengandalkan serangan dari kedua sayapnya, Erol Iba, dan Khusnul Yuli Kurniawan.
Namun Persija jeli dalam menentukan strategi pertandingan. Memasuki pertengahan babak, melihat fisik tim lawan menurun, pelatih Sergei Dubrovin memasukkan Aliyuddin yang memiliki kecepatan dalam melakukan penyerangan.
Hasilnya di menit ke 85 penyerang dengan ciri khas bandana pada rambut gondrongnya itu berhasil melesakkan gol melalui tendangan datar yang gagal ditepis kiper Wahyudi.
"Sebenarnya anak-anak bermain maksimal, namun kelengahan di akhir babak kedua membuat Persija berhasil membuat gol," kata Daniel Roekito usai pertandingan.
Sementara asisten pelatih Persija Barry Sihotang menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai tidak tegas. "Persik lebih bermain fisik yang menjurus kasar, dan wasit tidak melihat itu dengan seksama," tukasnya.
( a2s / lom )
Persik Tertahan di Kandang
Samsul Hadi - detiksport
Hasil tidak maksimal ini sekaligus menjadi kegagalan Persik dalam membalaskan dendamnya dari tim yang sama, ketika kalah 1-2 di putaran pertama di Lebakbulus.
Gagal pula skuad Daniel Roekito masuk posisi empat besar di klasemen sementara Wilayah Barat, alias tetap di peringkat kelima dengan nilai 43. Adapun Persija menduduki tempat kedua dengan 47 poin, terpaut satu angka dengan Sriwijaya FC.
Sejak peluit ditiupkan wasit Madenuh dari Semarang, kedua tim tampak bermain hati-hati. Tuan rumah justru lebih banyak bertahan, tapi Persija pun enggan tergesa-gesa menyerang.
Persik unggul terlebih dahulu pada menit ke 27. Gol pembuka ini dicetak Cristian Gonzales setelah berhasil memanfaatklan bola muntah hasil tepisan penjaga gawang Persija, Eugin Khamaruk.
Di babak kedua Persik makin cenderung bertahan. Hanya sesekali mereka menyerang dengan mengandalkan serangan dari kedua sayapnya, Erol Iba, dan Khusnul Yuli Kurniawan.
Namun Persija jeli dalam menentukan strategi pertandingan. Memasuki pertengahan babak, melihat fisik tim lawan menurun, pelatih Sergei Dubrovin memasukkan Aliyuddin yang memiliki kecepatan dalam melakukan penyerangan.
Hasilnya di menit ke 85 penyerang dengan ciri khas bandana pada rambut gondrongnya itu berhasil melesakkan gol melalui tendangan datar yang gagal ditepis kiper Wahyudi.
"Sebenarnya anak-anak bermain maksimal, namun kelengahan di akhir babak kedua membuat Persija berhasil membuat gol," kata Daniel Roekito usai pertandingan.
Sementara asisten pelatih Persija Barry Sihotang menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai tidak tegas. "Persik lebih bermain fisik yang menjurus kasar, dan wasit tidak melihat itu dengan seksama," tukasnya.
( a2s / lom )
