Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Kamis, 13/12/2007 23:18 WIB

Buah Sepakbola yang Dibangun Oleh Birokrasi
Samsul Hadi - detiksport


Kediri - Pencoretan tim-tim Indonesia dalam kancah Liga Champions Asia (LCA) musim 2008 memantik banyak reaksi keras dari pelatih-pelatih klub Liga Indonesia. Daniel Roekito dan Sartono Anwar menyebut pencoretan ini sebagai buah dari bobroknya kepengurusan PSSI.

Pendapat itu disampaikan oleh dua pelatih senior tersebut seusai pertandingan lanjutan Liga Indonesia antara Persik Kediri melawan PSIS Semarang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Kamis (13/12/2007), yang berkesudahan 2-0 untuk "Macan Putih".

"Ini seperti mengulang kesalahan yang sama. Sebelumnya hal ini pernah terjadi pada kasus Arema Malang. Dan seperti pepatah, hanya keledai yang mengulang kesalahan untuk kedua kalinya," kata Sartono Anwar, arsitek PSIS.

Sementara pendapat yang tak kalah pedas disampaikan koleganya, Daniel Roekito. Pelatih Persik ini mengatakan inilah hasil dari persepakbolaan Indonesia yang dibangun oleh birokrasi.

"Ibarat membangun rumah, 'kan perlu insinyur. Pelatih ini insinyur, tapi tak pernah didengar pendapatnya. Tapi PSSI canggih, mereka dapat membangun rumah hanya oleh birokrasi," sentil pria asal semarang ini.

Daniel Roekito menjelaskan jika pencoretan tim-tim sepakbola Indonesia di kancah LCA 2008 akan sangat berpengaruh terhadap persepakbolaan Indonesia ke depan. Menurutnya, sepakbola Indonesia kehilangan greget yang pantas untuk diperebutkan.

"Mau dibawa kemana juara Liga Indonesia nantinya. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal. Tapi saya nggak ingin berkomentar yang aneh-aneh, karena berkomentar pada orang pintar bisa berbahaya," imbuhnya.


Foto: Pertandingan dalam kompetisi Liga Indonesia. Tidak dibangun oleh profesional melainkan birokrasi. (detiksport/Bagus Kurniawan)

( ian / din )

Baca juga: