Forum Sepakbola
- Seputar wasit... lelaki
- C. Ronaldo & S. Gerra... wahyu_rooney
- mana yang lebih baik..?... super_ranjero
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Sabtu, 30/08/2008 07:28 WIB
Berbatov (Sangat) Diharapkan Bertahan - Sabtu, 30/08/2008 04:52 WIB
Liverpool Segera Gaet Riera - Jumat, 29/08/2008 22:23 WIB
MU Lepas Saha ke Everton - Jumat, 29/08/2008 20:05 WIB
Astro Bisa Tetap Siarkan Liga Inggris? - Jumat, 29/08/2008 16:10 WIB
Satu Sesal Mourinho di Chelsea - Jumat, 29/08/2008 13:40 WIB
'Tunjuk Saja Pemain Incaranmu, Wenger'
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 27/12/2007 12:12 WIB
Lumayan, Sheva
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Carl de Souza)
Jakarta - Tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir. Ditambahkan dengan permainannya tadi malam, kiranya Andriy Shevchenko bolehlah dinilai "lumayan" untuk sebuah pembuktian eksistensi.
Shevchenko memang masih beredar di Stamford Bridge, tetap masuk line-up setiap kali Chelsea bertanding. Kalau Didier Drogba tidak punya halangan, minimal Sheva biasanya dimainkan di babak kedua.
Sejauh ini, biarpun pamornya makin redup, Pemain Terbaik Eropa 2004 itu tetap lebih beruntung dari aspek frekuensi bermain ketimbang dua striker pelapis lain yang dimiliki The Blues: Claudio Pizzaro dan Salomon Kalou.
Dengan cedera yang dialami Drogba dan bintang internasional Pantai Gading itu bakal absen maksimal hingga Februari -- mengikuti turnamen Piala Afrika bulan depan -- maka bola kini sepenuhnya berada di tangan Shevchenko. Ia punya kesempatan lebih besar untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis.
Dalam seminggu ini Sheva -- sapaan bapak dua anak itu -- berhasil. Ia mampu mengemas tiga gol dalam tiga aksi terakhirnya. Satu gol dibuat saat Chelsea mengalahkan Liverpool di Piala Carling, dua lainnya ia ukir ke gawang Aston Villa.
Bahkan penampilan Sheva dalam laga tadi malam, Rabu (26/12/2007), didaulat berbagai media massa Inggris sebagai aksi terbaik bintang berusia 31 tahun itu selama berkarir di Inggris. Dengan dua gol plus satu assist untuk gol yang dicetak Alex, Sheva terpilih sebagai Man of the Match.
Jika itu adalah penampilan terbaik Sheva, berarti ia memerlukan 68 pertandingan untuk menunjukkan kelasnya sebagai pemain hebat, semenjak pindah dari AC Milan pada musim panas 2006. Sebuah penantian yang lama.
Apapun, roda masih bergulir, kesempatan masih terbuka. Musim lalu Sheva hanya mencetak total 14 gol dari 51 game buat Chelsea. Di musim ini ia telah mengumpulkan tujuh gol dari 17 pertandingan di semua kompetisi. Artinya, sudah ada perbaikan dalam hal rata-rata produktivitas.
Bagaimana selanjutnya?
( a2s / ian )
Lumayan, Sheva
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Carl de Souza)
Shevchenko memang masih beredar di Stamford Bridge, tetap masuk line-up setiap kali Chelsea bertanding. Kalau Didier Drogba tidak punya halangan, minimal Sheva biasanya dimainkan di babak kedua.
Sejauh ini, biarpun pamornya makin redup, Pemain Terbaik Eropa 2004 itu tetap lebih beruntung dari aspek frekuensi bermain ketimbang dua striker pelapis lain yang dimiliki The Blues: Claudio Pizzaro dan Salomon Kalou.
Dengan cedera yang dialami Drogba dan bintang internasional Pantai Gading itu bakal absen maksimal hingga Februari -- mengikuti turnamen Piala Afrika bulan depan -- maka bola kini sepenuhnya berada di tangan Shevchenko. Ia punya kesempatan lebih besar untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis.
Dalam seminggu ini Sheva -- sapaan bapak dua anak itu -- berhasil. Ia mampu mengemas tiga gol dalam tiga aksi terakhirnya. Satu gol dibuat saat Chelsea mengalahkan Liverpool di Piala Carling, dua lainnya ia ukir ke gawang Aston Villa.
Bahkan penampilan Sheva dalam laga tadi malam, Rabu (26/12/2007), didaulat berbagai media massa Inggris sebagai aksi terbaik bintang berusia 31 tahun itu selama berkarir di Inggris. Dengan dua gol plus satu assist untuk gol yang dicetak Alex, Sheva terpilih sebagai Man of the Match.
Jika itu adalah penampilan terbaik Sheva, berarti ia memerlukan 68 pertandingan untuk menunjukkan kelasnya sebagai pemain hebat, semenjak pindah dari AC Milan pada musim panas 2006. Sebuah penantian yang lama.
Apapun, roda masih bergulir, kesempatan masih terbuka. Musim lalu Sheva hanya mencetak total 14 gol dari 51 game buat Chelsea. Di musim ini ia telah mengumpulkan tujuh gol dari 17 pertandingan di semua kompetisi. Artinya, sudah ada perbaikan dalam hal rata-rata produktivitas.
Bagaimana selanjutnya?
( a2s / ian )

