- Pelatih muda dan prestasi... lelaki
- Dream Tim Terbaik Sepanja... diramto
- Jadwal tayangan Televisi ... lelaki
- Pemain Muda Paling Berbak... Il_Pinturicchio
- Inggris yang Tidak Lolos... Mr. Thinking
- Klub-klub terbaik di duni... Joel Milanisti
Berita Lain
- Sabtu, 11/10/2008 13:34 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Lippi: Waspadai Bulgaria - Sabtu, 11/10/2008 08:00 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Kaos Lampard & Rooney Diborong Pemain Lawan - Sabtu, 11/10/2008 02:04 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Kazakhstan Misteri Buat Capello - Jumat, 10/10/2008 22:26 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Terry Absen Lawan Kazakhstan - Jumat, 10/10/2008 19:26 WIB
Heskey: Denda Tak Cukup untuk Kroasia - Jumat, 10/10/2008 16:05 WIB
Ronaldo Segera Berlatih Lagi
Indeks Berita
Baca Juga
Klasemen Liga Champions, Klasemen Piala UEFA, Klasemen Belanda, Klasemen Portugal, Klasemen Prancis, Siaran Langsung
Kamis, 10/01/2008 00:52 WIB
Iran Beres, Indonesia Belum
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport
Teheran - Seperti halnya Indonesia, Iran juga sempat tersandung oleh aturan FIFA. Bedanya, Federasi Sepakbola Iran (IFF) sudah membereskan masalah itu, sementara PSSI belum.
Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Iran pada November 2006 karena keterlibatan pemerintah yang begitu besar terhadap federasi sepakbolanya. Hukumannya adalah sepakbola Iran diembargo dari semua aktivitas internasional.
Iran dianggap menyalahi artikel 17 peraturan FIFA mengenai kemandirian asosiasi sepakbola dari campur tangan pemerintah.
Sedangkan akar permasalahannya ada pada fakta terpilihnya kembali Mohammed Dagdan sebagai presiden IRIFF untuk kedua kalinya. Padahal FIFA sudah mengultimatum IRIFF dengan memberi deadline hingga pertengahan November untuk melakukan pemilihan ulang, yang mana perintah tersebut tidak digubris oleh IRIFF.
Namun embargo tersebut akhirnya dicabut FIFA dan Iran dinyatakan bebas dari sanksi, dengan catatan akan ada pembenahan dalam internal organisasi mereka.
Dan pembenahan yang diinginkan FIFA itu sudah dilakukan IFF. Dalam proses pemilihan yang berlangsung dengan pengawasan FIFA dan Federasi Sepakbola Asia (AFC) itu, Ali Kafashian akhirnya terpilih sebagai presiden IFF, menggantikan presiden sebelumnya, Mohammed Dagdan.
"Kafashian, sebagi kandidat tunggal, disetujui setelah kandidat yang pro-pemerintah lainnya (Mohammad Aliabadi dan Shahrokh Shahnazi) menarik diri dari bursa pencalonan," demikian seperti diwartakan kantor berita Iran ISNA, Kamis (10/1/2008).
Tugas pertama Kafashian adalah menunjuk pelatih untuk timnas-nya menjelang laga melawan Siria di Damaskus pada 6 Februari.
PSSI Kapan?
Aksi cepat IFF ini patut dicontoh oleh PSSI, yang hingga saat ini belum melakukan aksi nyata pascakeluarnya instruksi dari FIFA untuk mengubah pedoman dasarnya.
Hasil rapat EXCO dan tim bentukan PSSI Selasa malam di kantor PSSI lebih kepada pensosialisasian perubahan kepada anggota, bukan pada pembahasan mengenai pasal-pasal di AD/ART PSSI. Rencananya lanjutan rapat pembahasan baru akan dilakukan pada akhir Januari nanti.
( ian / din )
Iran Beres, Indonesia Belum
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport
Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Iran pada November 2006 karena keterlibatan pemerintah yang begitu besar terhadap federasi sepakbolanya. Hukumannya adalah sepakbola Iran diembargo dari semua aktivitas internasional.
Iran dianggap menyalahi artikel 17 peraturan FIFA mengenai kemandirian asosiasi sepakbola dari campur tangan pemerintah.
Sedangkan akar permasalahannya ada pada fakta terpilihnya kembali Mohammed Dagdan sebagai presiden IRIFF untuk kedua kalinya. Padahal FIFA sudah mengultimatum IRIFF dengan memberi deadline hingga pertengahan November untuk melakukan pemilihan ulang, yang mana perintah tersebut tidak digubris oleh IRIFF.
Namun embargo tersebut akhirnya dicabut FIFA dan Iran dinyatakan bebas dari sanksi, dengan catatan akan ada pembenahan dalam internal organisasi mereka.
Dan pembenahan yang diinginkan FIFA itu sudah dilakukan IFF. Dalam proses pemilihan yang berlangsung dengan pengawasan FIFA dan Federasi Sepakbola Asia (AFC) itu, Ali Kafashian akhirnya terpilih sebagai presiden IFF, menggantikan presiden sebelumnya, Mohammed Dagdan.
"Kafashian, sebagi kandidat tunggal, disetujui setelah kandidat yang pro-pemerintah lainnya (Mohammad Aliabadi dan Shahrokh Shahnazi) menarik diri dari bursa pencalonan," demikian seperti diwartakan kantor berita Iran ISNA, Kamis (10/1/2008).
Tugas pertama Kafashian adalah menunjuk pelatih untuk timnas-nya menjelang laga melawan Siria di Damaskus pada 6 Februari.
PSSI Kapan?
Aksi cepat IFF ini patut dicontoh oleh PSSI, yang hingga saat ini belum melakukan aksi nyata pascakeluarnya instruksi dari FIFA untuk mengubah pedoman dasarnya.
Hasil rapat EXCO dan tim bentukan PSSI Selasa malam di kantor PSSI lebih kepada pensosialisasian perubahan kepada anggota, bukan pada pembahasan mengenai pasal-pasal di AD/ART PSSI. Rencananya lanjutan rapat pembahasan baru akan dilakukan pada akhir Januari nanti.
( ian / din )
