Forum Sepakbola
- Siapakah juara pertengaha... galauman
- mourinho vs pers italia... jamily10
- Special Derby d'Italia te... GIOVINCO
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Sabtu, 22/11/2008 03:49 WIB
Jelang Derby d'Italia
Adriano Kembali Perkuat Inter - Jumat, 21/11/2008 18:25 WIB
Jelang Derby d'Italia
Ketimbang Ibra, Gigi Riva Suka Amauri - Jumat, 21/11/2008 14:31 WIB
Jelang Liga Italia
Roma Mulai Menuju Ekstrimisme Berbeda? - Jumat, 21/11/2008 14:04 WIB
Jelang Derby d'Italia
Amauri: Mau Menang? Duetkan Saya dengan Alex - Jumat, 21/11/2008 11:45 WIB
Jelang Liga Italia
Awas Diseruduk Banteng, Milan! - Jumat, 21/11/2008 10:58 WIB
Liga Italia Pekan Ini
Dua Edisi Duel Milan-Turin
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 25/02/2008 13:13 WIB
Cerita Indah Borriello di Genoa
Rossi Finza Noor - detiksport

corrieredellosport.it
Jakarta - Sempat berkelana ke berbagai klub, Marco Borriello akhirnya menemukan "rumah" terbaik di Genoa. Bersama klub barunya itu, ia menemukan tajinya sebagai seorang striker.
Borriello direkrut Il Grifone di awal musim 2007/2008 dari AC Milan dengan status co-ownership. Bisa jadi itu merupakan deal terbaik Genoa musim ini karena penyerang berusia 25 tahun itu akhirnya menjelma menjadi goal getter menakutkan dengan memuncaki daftar top skorer Seri A bersama David Trezeguet dengan 15 gol.
Tetapi masa-masa awal karir Borriello tidaklah seindah kisah ketajamannya musim ini. Terhitung ia pernah memperkuat enam tim sebelum Genoa. Triestina, Treviso, Empoli, AC Milan, Reggina, dan Sampdoria adalah klub-klub yang pernah memakai jasanya.
Selama membela mereka, kesuburan merupakan barang yang langka bagi Borriello. Catatan paling baik hanyalah 10 gol yang ia berikan kepada Treviso pada musim 2001/2002. Setelahnya torehan gol terbanyak pemain kelahiran kota Naples itu hanya lima, yaitu ketika kembali membela Treviso di tahun 2006.
Cerita pahit kembali terulang musim lalu ketika ia membela Milan. Pada tanggal 21 Desember 2006, Borriello dinyatakan positif menggunakan doping sehingga ia pun harus menerima hukuman larangan bertanding sampai 21 Maret 2007.
Lepas dari masa hukuman, penyerang bertinggi 185 cm itu diboyong Genoa dengan nilai transfer 1,3 juta poundsterling (sekitar Rp 23 miliar). Di sinilah Borriello akhirnya menemukan permainan terbaiknya. Bermain dalam 22 pertandingan di semua kompetisi yang sudah dilakoni Rossoblu ia berhasil menjaringkan 18 gol.
Koleksi gol paling barunya ia raih saat Genoa mengalahkan Udinese 5-3 hari Minggu (24/2/2008) lalu. Tidak tanggung-tanggung Borriello menciptakan tiga gol sekaligus alias hattrick ke gawang Bianconeri.
Trigolnya tersebut merupakan yang kedua musim ini. Uniknya, hattrick-nya yang pertama ia raih juga ketika menekuk Udinese September lalu. Ketika itu Genoa menang dengan skor 3-2.
Cerita indah Borriello berlanjut ke tim nasional Italia. Melihat ketajamannya, Roberto Donadoni pun memasukkan namanya ke dalam skuad Azzurri ketika berhadapan dengan Portugal 6 Februari lalu. Borriello akhirnya melakukan debutnya bagi Italia setelah menggantikan Luca Toni di babak kedua. Meski tidak mencetak gol, debut itu berakhir indah karena "Si Biru" akhirnya menang 3-1. ( din / ian )
Cerita Indah Borriello di Genoa
Rossi Finza Noor - detiksport

corrieredellosport.it
Borriello direkrut Il Grifone di awal musim 2007/2008 dari AC Milan dengan status co-ownership. Bisa jadi itu merupakan deal terbaik Genoa musim ini karena penyerang berusia 25 tahun itu akhirnya menjelma menjadi goal getter menakutkan dengan memuncaki daftar top skorer Seri A bersama David Trezeguet dengan 15 gol.
Tetapi masa-masa awal karir Borriello tidaklah seindah kisah ketajamannya musim ini. Terhitung ia pernah memperkuat enam tim sebelum Genoa. Triestina, Treviso, Empoli, AC Milan, Reggina, dan Sampdoria adalah klub-klub yang pernah memakai jasanya.
Selama membela mereka, kesuburan merupakan barang yang langka bagi Borriello. Catatan paling baik hanyalah 10 gol yang ia berikan kepada Treviso pada musim 2001/2002. Setelahnya torehan gol terbanyak pemain kelahiran kota Naples itu hanya lima, yaitu ketika kembali membela Treviso di tahun 2006.
Cerita pahit kembali terulang musim lalu ketika ia membela Milan. Pada tanggal 21 Desember 2006, Borriello dinyatakan positif menggunakan doping sehingga ia pun harus menerima hukuman larangan bertanding sampai 21 Maret 2007.
Lepas dari masa hukuman, penyerang bertinggi 185 cm itu diboyong Genoa dengan nilai transfer 1,3 juta poundsterling (sekitar Rp 23 miliar). Di sinilah Borriello akhirnya menemukan permainan terbaiknya. Bermain dalam 22 pertandingan di semua kompetisi yang sudah dilakoni Rossoblu ia berhasil menjaringkan 18 gol.
Koleksi gol paling barunya ia raih saat Genoa mengalahkan Udinese 5-3 hari Minggu (24/2/2008) lalu. Tidak tanggung-tanggung Borriello menciptakan tiga gol sekaligus alias hattrick ke gawang Bianconeri.
Trigolnya tersebut merupakan yang kedua musim ini. Uniknya, hattrick-nya yang pertama ia raih juga ketika menekuk Udinese September lalu. Ketika itu Genoa menang dengan skor 3-2.
Cerita indah Borriello berlanjut ke tim nasional Italia. Melihat ketajamannya, Roberto Donadoni pun memasukkan namanya ke dalam skuad Azzurri ketika berhadapan dengan Portugal 6 Februari lalu. Borriello akhirnya melakukan debutnya bagi Italia setelah menggantikan Luca Toni di babak kedua. Meski tidak mencetak gol, debut itu berakhir indah karena "Si Biru" akhirnya menang 3-1. ( din / ian )
