Forum Sepakbola
- mourinho vs pers italia... jamily10
- Special Derby d'Italia te... GIOVINCO
- The Great Allesandrro ...... diazpiero
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 18:25 WIB
Jelang Derby d'Italia
Ketimbang Ibra, Gigi Riva Suka Amauri - Jumat, 21/11/2008 14:31 WIB
Jelang Liga Italia
Roma Mulai Menuju Ekstrimisme Berbeda? - Jumat, 21/11/2008 14:04 WIB
Jelang Derby d'Italia
Amauri: Mau Menang? Duetkan Saya dengan Alex - Jumat, 21/11/2008 11:45 WIB
Jelang Liga Italia
Awas Diseruduk Banteng, Milan! - Jumat, 21/11/2008 10:58 WIB
Liga Italia Pekan Ini
Dua Edisi Duel Milan-Turin - Jumat, 21/11/2008 07:30 WIB
Jelang Derby d'Italia
Iaquinta: Juve Selalu Unggul
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 03/03/2008 02:44 WIB
Ranieri Merasa Malu
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Ranieri (AFP/Giuseppe Cacace)
Turin - Kekalahan yang dialami Juventus saat menjamu Fiorentina menimbulkan perasaan malu pada diri pelatih Claudio Ranieri. Ia juga merasa "Si Nyonya Tua" belum cukup bagus.
Juve kalah 2-3 dari La Viola dalam pertandingan di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (2/3/2008) malam WIB. Sempat memimpin 2-1, Gianlugi Buffon dkk kalah oleh gol Pablo Osvaldo di menit kedua injury time.
Hasil tersebut menjadikan Juve hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan terakhirnya di Seri A. Itulah yang membuat Ranieri merasa sangat kecewa.
"Ini tak pernah terjadi sebelumnya, dan ini memalukan," tukas sang allenatore. "Kami main bagus di dua laga terakhir, tapi tidak hari. Kami harus memperbaiki permainan kami."
Ditambahkan Ranieri, timnya mampu bangkit setelah lebih dulu tertinggal oleh gol Massimo Gobbi di menit 19. Namun Momo Sissoko dan Mauro Camoranesi menginspirasikan kebangkitan Juve lewat gol-gol yang membalikkan kedudukan.
Maka ketika Fiorentina mencetak gol lagi di menit 75 melalui Papa Waigo, serta ditutup oleh Osvaldo di menit-menit terakhir, Ranieri memandangnya sebagai letak kekalahan Bianconeri.
"Perbedaan ada di Papa Waigo yang mencetak gol luar biasa. Kami belum cukup bagus," tandasnya seperti dikutip Goal. "Kami kebobolan dua gol dengan sangat ceroboh."
Sementara itu pelatih Fiorentina Cesare Prandelli memperoleh sambutan cukup hangat dari pubik Turin karena ia memang pernah bermain untuk Juventus. Yang menarik, Prandelli mulai digadang-gadang akan menukangi "Si Zebra" di masa mendatang.
"Tifosi Juve selalu memberiku sambutan yang hebat. Saya punya banyak memori indah di sini. Tapi saat ini saya adalah pelatih Fiorentina dan saya sangat bahagia," tutur Prandelli menyebut tim kota Firenze itu yang baru kali pertama menundukkan Juve di kandangnya sendiri sejak 15 Mei 1988.
( a2s / key )
Ranieri Merasa Malu
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Ranieri (AFP/Giuseppe Cacace)
Juve kalah 2-3 dari La Viola dalam pertandingan di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (2/3/2008) malam WIB. Sempat memimpin 2-1, Gianlugi Buffon dkk kalah oleh gol Pablo Osvaldo di menit kedua injury time.
Hasil tersebut menjadikan Juve hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan terakhirnya di Seri A. Itulah yang membuat Ranieri merasa sangat kecewa.
"Ini tak pernah terjadi sebelumnya, dan ini memalukan," tukas sang allenatore. "Kami main bagus di dua laga terakhir, tapi tidak hari. Kami harus memperbaiki permainan kami."
Ditambahkan Ranieri, timnya mampu bangkit setelah lebih dulu tertinggal oleh gol Massimo Gobbi di menit 19. Namun Momo Sissoko dan Mauro Camoranesi menginspirasikan kebangkitan Juve lewat gol-gol yang membalikkan kedudukan.
Maka ketika Fiorentina mencetak gol lagi di menit 75 melalui Papa Waigo, serta ditutup oleh Osvaldo di menit-menit terakhir, Ranieri memandangnya sebagai letak kekalahan Bianconeri.
"Perbedaan ada di Papa Waigo yang mencetak gol luar biasa. Kami belum cukup bagus," tandasnya seperti dikutip Goal. "Kami kebobolan dua gol dengan sangat ceroboh."
Sementara itu pelatih Fiorentina Cesare Prandelli memperoleh sambutan cukup hangat dari pubik Turin karena ia memang pernah bermain untuk Juventus. Yang menarik, Prandelli mulai digadang-gadang akan menukangi "Si Zebra" di masa mendatang.
"Tifosi Juve selalu memberiku sambutan yang hebat. Saya punya banyak memori indah di sini. Tapi saat ini saya adalah pelatih Fiorentina dan saya sangat bahagia," tutur Prandelli menyebut tim kota Firenze itu yang baru kali pertama menundukkan Juve di kandangnya sendiri sejak 15 Mei 1988.
( a2s / key )
