Forum Sepakbola
- Milan Is Very Good... adesmith
- kelakuan wasit serie A... lelaki
- Best Buy 08/09... s4kty
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Sabtu, 06/09/2008 21:19 WIB
Pendapatan Ibra Terbesar di Seri A - Sabtu, 06/09/2008 19:01 WIB
Ranieri: Uang Tak Cukup Gaet Buffon - Sabtu, 06/09/2008 02:32 WIB
Buffon Ditawar Rp 1,3 T? Cuma Fantasi! - Jumat, 05/09/2008 14:56 WIB
Pazzini Ingin 'Usik' Mutu-Gila - Jumat, 05/09/2008 11:51 WIB
Berlusconi Siap 'Gebuk' Tifosi Rusuh - Jumat, 05/09/2008 07:10 WIB
Siapa Capocannonieri Musim Ini?
Indeks Berita
Baca Juga
Minggu, 16/03/2008 04:44 WIB
Roma Tundukkan Milan 2-1
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Filippo Monteforte
Roma - Big match AS Roma kontra AC Milan berakhir dengan tuan rumah sebagai pemenang. Sempat tertinggal, Giallorossi mampu membalikkan keadaan untuk kemudian meraih kemenangan 2-1.
Menjalani laga di kandang sendiri, Roma justru gagal menguasai pertandingan dan lebih banyak berada dalam tekanan. Tuan rumah bahkan tertinggal lebih dulu melalui Kaka sebelum akhirnya membalas lewat gol Ludovic Giuly dan Mirco Vucinic.
Mendapat tambahan tiga angka, Roma kini mengumpulkan poin 61. Ini membuat tekanan pada Inter Milan di puncak klasemen semakin besar. Nerazzurri yang kini cuma unggul tiga poin, baru akan bertanding malam nanti menjamu Palermo.
Buat Milan kekalahan ini membuat perjuangan masuk zona Liga Champions untuk musim depan semakin berat. Rossoneri masih tertahan di posisi lima klasemen dengan poin 46, terpaut satu angka dengan Fiorentina yang akan menghadapi Genoa malam nanti.
Mengandalkan umpan-umpan pendek Paolo Maldini cs sedikit lebih menguasai pertandingan di awal laga yang dihelat di Stadion Olimpico, Minggu (16/3/2008) dinihari WIB. Ancaman pertama ke gawang Roma datang dari tusukan Kaka menerima umpan Massimo Ambrosini. Belum sempat menguasai bola dengan sempurna di kotak penalti, Kaka sudah kehilangan bola karena ditekel dengan sempurna oleh Mexes.
Kembali mencoba memanfaatkan crossing Ambrosini, usaha kedua Kaka kembali gagal karena dia tak sampai menggapai bola yang melintas di atas kepalanya. Sementara umpan Alexandre Pato usai menari-nari di sisi kanan pertahanan Roma juga tak terjangkau kepala Clarence Seedorf di muka gawang.
Selanjutnya pertandingan berjalan makin menarik dengan kedua tim menerapkan permainan terbuka. Peluang Roma datang dari bicycle kick Alessandro Mancini yang masih melayang jauh dari sasaran. Sementara sepakan Francesco Totti dalam posisi tak terkawal melebar tipis.
Di menit 31 aksi individu Seedorf sempat membuat pendukung Roma ketar-ketir. Menusuk dari tengah lapangan, gelandang Belanda itu melewati dua pemain Roma untuk berada di kotak penalti Doni. Tapi belum sempat melepaskan tembakan Seedorf sudah kehilangan bola yang direbut Rodrigo Taddei.
Tujuh menit sebelum turun minum Kaka kembali memiliki peluang. Umpan silang Giuseppe Favalli memang berhasil ditanduk pemain terbaik Eropa dan Dunia itu, tapi dia tak mampu membelokkan bola ke dalam gawang, si kulit bundar bergulir pelan menjauhi tiang gawang Roma.
Di awal babak kedua kendali permainan masih dipegang Milan. Peluang pun kembali tercipta melalui tendangan Seedorf dari dalam kotak penalti yang masih bisa ditepis Doni. Kiper Brasil itu akhirnya harus merelakan gawangnya jebol di menit 56.
Memaksimalkan crossing Massimo Oddo dari sisi kanan, Kaka yang datang dari belakang tak terkawal pemain Roma. Sepakan kaki kiri gelandang Brasil itu dari dalam kotak penalti merobek jala Roma.
Tuan rumah langsung bereaksi dengan gol tersebut. Namun dua serangan yang dibangun melalui Totti berakhir tanpa ada gol penyeimbang tercipta.
Justru Milan yang kembali memiliki peluang saat Seedorf mampu melewati Doni dan tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong. Sial buat Seedorf, sepakannya sambil terjatuh terlalu pelan sehingga mampu dibuang Cicinho sebelum melewati gari gawang. Sementara tendangan keras Kaka dari luar kotak penalti dengan mudah dijinakkan Doni.
Bencana Milan datang di menit 78. Mengerubuti Simone Perotta di kotak penalti, barisan bek Milan tak mewaspadai Giuly yang berdiri sendiri di muka gawang Kalac. Sepakan akrobatik gelandang Prancis itu saat mendapat umpan dari Perotta tak bisa diantisipasi Kalac.
Tiga menit berselang Olimpico kembali bergemuruh setelah Vucinic mencetak gol kedua Roma. Lolos dari jebakan offside saat menerima umpan panjang Daniele de Rossi, Vucinic dengan tenang memperdaya Kalac saat tinggal berhadapan satu lawan satu.
Nestapa Milan bertambah jelang berakhirnya pertandingan. Kaka yang tengah membawa bola tiba-tiba terlihat menahan sakit dan memegangi punggungnya sebelum akhirnya terjatuh. Cedera tulnag punggung bagian bawah sudah berkali-kali mendatangi pemain yang satu ini.
Setelah dua kesempatan yang dimiliki Alberto Gilardino dan Alberto Paloschi gagal berujung gol, peluang terakhir Milan melalui tendangan bebas Pirlo juga terbuang percuma. Sepakan Pirlo yang biasanya akurat kali ini melayang jauh dari target.
Susunan Pemain:Roma: Doni; Cicinho, Panucci, Juan, Tonetto; De Rossi, Pizarro (Giuly 62); Taddei (Aquilani 72), Perrotta, Mancini (Vucinic 56); Totti Milan: Kalac; Oddo, Maldini, Kaladze, Favalli; Gattuso, Pirlo, Ambrosini (Gilardino 85); Kaką (Paloschi 87), Seedorf (Emerson 72); Pato ( din / ian )
Roma Tundukkan Milan 2-1
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Filippo Monteforte
Menjalani laga di kandang sendiri, Roma justru gagal menguasai pertandingan dan lebih banyak berada dalam tekanan. Tuan rumah bahkan tertinggal lebih dulu melalui Kaka sebelum akhirnya membalas lewat gol Ludovic Giuly dan Mirco Vucinic.
Mendapat tambahan tiga angka, Roma kini mengumpulkan poin 61. Ini membuat tekanan pada Inter Milan di puncak klasemen semakin besar. Nerazzurri yang kini cuma unggul tiga poin, baru akan bertanding malam nanti menjamu Palermo.
Buat Milan kekalahan ini membuat perjuangan masuk zona Liga Champions untuk musim depan semakin berat. Rossoneri masih tertahan di posisi lima klasemen dengan poin 46, terpaut satu angka dengan Fiorentina yang akan menghadapi Genoa malam nanti.
Mengandalkan umpan-umpan pendek Paolo Maldini cs sedikit lebih menguasai pertandingan di awal laga yang dihelat di Stadion Olimpico, Minggu (16/3/2008) dinihari WIB. Ancaman pertama ke gawang Roma datang dari tusukan Kaka menerima umpan Massimo Ambrosini. Belum sempat menguasai bola dengan sempurna di kotak penalti, Kaka sudah kehilangan bola karena ditekel dengan sempurna oleh Mexes.
Kembali mencoba memanfaatkan crossing Ambrosini, usaha kedua Kaka kembali gagal karena dia tak sampai menggapai bola yang melintas di atas kepalanya. Sementara umpan Alexandre Pato usai menari-nari di sisi kanan pertahanan Roma juga tak terjangkau kepala Clarence Seedorf di muka gawang.
Selanjutnya pertandingan berjalan makin menarik dengan kedua tim menerapkan permainan terbuka. Peluang Roma datang dari bicycle kick Alessandro Mancini yang masih melayang jauh dari sasaran. Sementara sepakan Francesco Totti dalam posisi tak terkawal melebar tipis.
Di menit 31 aksi individu Seedorf sempat membuat pendukung Roma ketar-ketir. Menusuk dari tengah lapangan, gelandang Belanda itu melewati dua pemain Roma untuk berada di kotak penalti Doni. Tapi belum sempat melepaskan tembakan Seedorf sudah kehilangan bola yang direbut Rodrigo Taddei.
Tujuh menit sebelum turun minum Kaka kembali memiliki peluang. Umpan silang Giuseppe Favalli memang berhasil ditanduk pemain terbaik Eropa dan Dunia itu, tapi dia tak mampu membelokkan bola ke dalam gawang, si kulit bundar bergulir pelan menjauhi tiang gawang Roma.
Di awal babak kedua kendali permainan masih dipegang Milan. Peluang pun kembali tercipta melalui tendangan Seedorf dari dalam kotak penalti yang masih bisa ditepis Doni. Kiper Brasil itu akhirnya harus merelakan gawangnya jebol di menit 56.
Memaksimalkan crossing Massimo Oddo dari sisi kanan, Kaka yang datang dari belakang tak terkawal pemain Roma. Sepakan kaki kiri gelandang Brasil itu dari dalam kotak penalti merobek jala Roma.
Tuan rumah langsung bereaksi dengan gol tersebut. Namun dua serangan yang dibangun melalui Totti berakhir tanpa ada gol penyeimbang tercipta.
Justru Milan yang kembali memiliki peluang saat Seedorf mampu melewati Doni dan tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong. Sial buat Seedorf, sepakannya sambil terjatuh terlalu pelan sehingga mampu dibuang Cicinho sebelum melewati gari gawang. Sementara tendangan keras Kaka dari luar kotak penalti dengan mudah dijinakkan Doni.
Bencana Milan datang di menit 78. Mengerubuti Simone Perotta di kotak penalti, barisan bek Milan tak mewaspadai Giuly yang berdiri sendiri di muka gawang Kalac. Sepakan akrobatik gelandang Prancis itu saat mendapat umpan dari Perotta tak bisa diantisipasi Kalac.
Tiga menit berselang Olimpico kembali bergemuruh setelah Vucinic mencetak gol kedua Roma. Lolos dari jebakan offside saat menerima umpan panjang Daniele de Rossi, Vucinic dengan tenang memperdaya Kalac saat tinggal berhadapan satu lawan satu.
Nestapa Milan bertambah jelang berakhirnya pertandingan. Kaka yang tengah membawa bola tiba-tiba terlihat menahan sakit dan memegangi punggungnya sebelum akhirnya terjatuh. Cedera tulnag punggung bagian bawah sudah berkali-kali mendatangi pemain yang satu ini.
Setelah dua kesempatan yang dimiliki Alberto Gilardino dan Alberto Paloschi gagal berujung gol, peluang terakhir Milan melalui tendangan bebas Pirlo juga terbuang percuma. Sepakan Pirlo yang biasanya akurat kali ini melayang jauh dari target.
Susunan Pemain:Roma: Doni; Cicinho, Panucci, Juan, Tonetto; De Rossi, Pizarro (Giuly 62); Taddei (Aquilani 72), Perrotta, Mancini (Vucinic 56); Totti Milan: Kalac; Oddo, Maldini, Kaladze, Favalli; Gattuso, Pirlo, Ambrosini (Gilardino 85); Kaką (Paloschi 87), Seedorf (Emerson 72); Pato ( din / ian )
