Forum Sepakbola
- Liga Inggris Di Tvone... kokoroso
- Sejarah Singkat Liga Ingg... empire_united
- EPL News....... Rooneiyonaldo_FerdinGiggs
- The New Social Thread... publica
- All About Liverpool part ... YNWA
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Senin, 08/09/2008 17:10 WIB
Gerrard Tak Ikut Liverpool Jamu MU - Senin, 08/09/2008 16:23 WIB
Zola Merapat ke West Ham - Senin, 08/09/2008 14:09 WIB
'Virgin of Asia', Ambisi City Jadi Klub Terbesar - Senin, 08/09/2008 10:22 WIB
Gabung City, Robinho Salahkan Chelsea - Senin, 08/09/2008 01:38 WIB
Bos MU Komentari Sensasi City - Minggu, 07/09/2008 18:05 WIB
Arsenal: Investor Asing? Mungkin Saja
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 24/03/2008 04:34 WIB
Ketajaman Drogba Kembali
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Glyn Kirk
London - Didier Drogba sempat mengalami masa-masa paceklik mencetak gol. Namun setelah 'memecahkan telur', striker Chelsea itu tak bagai tak ingin berhenti merobek jala gawang tim lawan.
Masa-masa paceklik yang dimaksud adalah waktu di mana Drogba kembali ke Chelsea seusai memperkuat tim nasional Pantai Gading bertarung di Piala Afrika 2008 di Ghana, awal Februari lalu.
Sekembalinya dari Ghana, Drogba seperti sedang puasa memperlihatkan ketajamannya. Ada lima pertandingan yang dilakoni Drogba seusai Piala Afrika itu. Kesemuanya berakhir dengan nihilnya gol atas nama Drogba.
Kebuntuan Drogba berakhir tengah pekan lalu. Dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur, bomber berusia 30 tahun itu menorehkan gol pertama bagi Chelsea. Laga itu sendiri berkesudahan sama kuat 4-4.
Rupanya, gol saat kontra Spurs itu seperti 'pemecahan telur' bagi Drogba. Melawan Arsenal, eks ujung tombak Marseille itu memborong dua gol Chelsea dan membawa 'Si Biru' menang 2-1.
Bagi Drogba, dua gol itu menggenapkan jumlah gol yang telah dicetaknya di Liga Inggris menjadi total 10 gol. Sedangkan bagi tim yang diperkuatnya, gol ganda itu mengangkat posisi Chelsea ke kursi runner-up Premiership.
Grafik menanjak yang tengah diperlihatkan Drogba membuat girang hati Avram Grant, manajer Chelsea. "Didier tidak tampil terlalu bagus sejak pulang dari Piala Afrika," aku Grant di The Sun.
"Pekan lalu melawan Spurs, dia membaik. Hari ini dia sangatlah bagus," puji manajer asal Israel itu.
Catatan 10 gol yang ditorehkan Drogba itu tentu masih jauh dari total 25 gol yang telah dihasilkan oleh Cristiano Ronaldo, pemain Manchester United. Drogba butuh upaya yang sangat keras untuk bisa mendekati raihan Ronaldo.
Tanpa perlu memandang catatan Ronaldo pun, prestasi Drogba dalam urusan bobol-membobol gawang lawan musim ini jauh menurun dibanding apa yang ia lakukan musim lalu. Sebagai komparasi, Drogba menggoreskan 33 gol di berbagai ajang di musim 2006/2007.
Namun jangan pernah sekali-kali meremehkan Drogba. Ia sudah membuktikan bahwa ketajamannya telah kembali. Bukan tidak mungkin striker bertubuh tinggi kekar itu bakal terus menambah pundi-pundi golnya di pertandingan-pertandingan yang akan datang.
Di luar persoalan jumlah gol pribadi, ada satu misi yang sejatinya lebih penting bagi Drogba. Tugas itu adalah tetap fokus membawa Chelsea bersaing dengan MU (dan Arsenal) dalam perebut trofi jawara Inggris. Mampukah Drogba?
( arp / key )
Ketajaman Drogba Kembali
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Glyn Kirk
Masa-masa paceklik yang dimaksud adalah waktu di mana Drogba kembali ke Chelsea seusai memperkuat tim nasional Pantai Gading bertarung di Piala Afrika 2008 di Ghana, awal Februari lalu.
Sekembalinya dari Ghana, Drogba seperti sedang puasa memperlihatkan ketajamannya. Ada lima pertandingan yang dilakoni Drogba seusai Piala Afrika itu. Kesemuanya berakhir dengan nihilnya gol atas nama Drogba.
Kebuntuan Drogba berakhir tengah pekan lalu. Dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur, bomber berusia 30 tahun itu menorehkan gol pertama bagi Chelsea. Laga itu sendiri berkesudahan sama kuat 4-4.
Rupanya, gol saat kontra Spurs itu seperti 'pemecahan telur' bagi Drogba. Melawan Arsenal, eks ujung tombak Marseille itu memborong dua gol Chelsea dan membawa 'Si Biru' menang 2-1.
Bagi Drogba, dua gol itu menggenapkan jumlah gol yang telah dicetaknya di Liga Inggris menjadi total 10 gol. Sedangkan bagi tim yang diperkuatnya, gol ganda itu mengangkat posisi Chelsea ke kursi runner-up Premiership.
Grafik menanjak yang tengah diperlihatkan Drogba membuat girang hati Avram Grant, manajer Chelsea. "Didier tidak tampil terlalu bagus sejak pulang dari Piala Afrika," aku Grant di The Sun.
"Pekan lalu melawan Spurs, dia membaik. Hari ini dia sangatlah bagus," puji manajer asal Israel itu.
Catatan 10 gol yang ditorehkan Drogba itu tentu masih jauh dari total 25 gol yang telah dihasilkan oleh Cristiano Ronaldo, pemain Manchester United. Drogba butuh upaya yang sangat keras untuk bisa mendekati raihan Ronaldo.
Tanpa perlu memandang catatan Ronaldo pun, prestasi Drogba dalam urusan bobol-membobol gawang lawan musim ini jauh menurun dibanding apa yang ia lakukan musim lalu. Sebagai komparasi, Drogba menggoreskan 33 gol di berbagai ajang di musim 2006/2007.
Namun jangan pernah sekali-kali meremehkan Drogba. Ia sudah membuktikan bahwa ketajamannya telah kembali. Bukan tidak mungkin striker bertubuh tinggi kekar itu bakal terus menambah pundi-pundi golnya di pertandingan-pertandingan yang akan datang.
Di luar persoalan jumlah gol pribadi, ada satu misi yang sejatinya lebih penting bagi Drogba. Tugas itu adalah tetap fokus membawa Chelsea bersaing dengan MU (dan Arsenal) dalam perebut trofi jawara Inggris. Mampukah Drogba?
( arp / key )
